logo2021

Sediakan Radio Hingga Masak Ragam Menu

Amat (bukan nama sebenarnya) duduk di sudut beberapa jenak memerhatikan tingkah anak-anak bermain. Pada waktu luang itu, biasanya Amat mengobrol dengan cucu atau anaknya. Tapi Merapi tengah Siaga, Amat terpaksa diungsikan, berpisah dengan anak dan cucunya.

Bersama Amat, belasan lansia dan kelompok rentan lainnya diungsikan di Tempat Evakuasi Akhir (TEA) Tamanagung, Kecamatan Muntilan, Magelang. Di pengungsian, tidak banyak pilihan aktivitas bagi mereka. Interaksi pun sedikit dibatasi karena sekat kayu yang dibuat untuk menghindarkan pengungsi dari bahaya penularan virus corona yang tengah mewabah.

“Berdasarkan tinjauan (assesment) awal mereka sering melamun, karena mungkin kepikiran keluarga, kebunnya, juga ternaknya,” kata Nawang Anjar Mulyani, relawan Palang Merah Indonesia (PMI) beberapa waktu lalu.

Nawang menyadari, kesehatan mental pengungsi sama pentingnya dengan kesehatan fisik mereka. Ia memutar otak untuk mengatasi masalah tersebut. Setelah berdiskusi dan meninjau para lansia, diputuskan untuk membagikan radio mini untuk pengungsi lansia.

“Ternyata, mereka ini biasa mendengarkan wayangan, campur sari, atau hiburan lainnya di radio saat di rumah. Supaya mereka juga gak stres,” jelasnya.

Pendekatan lainnya yang dilakukan relawan PMI adalah mengajak mereka berbincang, diselingi sosialisasi protokol kesehatan. Nawang mengatakan, upaya tersebut merupakan pelayanan bantuan psikososial yang biasa diberikan kepada para pengungsi.

Cara lainnya mengalihkan lansia dari kejenuhan adalah masakan. Bila umumnya masakan di pengungsian sekedar memenuhi nutrisi, kali ini relawan dapur umum (DU) berkreasi demi menjaga lansia tetap berselera.

“Kadang ada keluhan, namanya lansia. Makannya kami masaknya variatif, menunya ganti-ganti supaya mbah-mbah ini selera makan,” kisahnya.

Bila tak tertahan kerinduan, relawan juga memberikan izin keluarga menjemput pengungsi lansia dengan syarat diantarkan kembali ke pengungsian di hari yang sama. Beragam cara dilakukan relawan PMI untuk menjaga pengungsi tetap aman dan selamat siaga Merapi.

Sejak Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menaikkan status Gunung Merapi dari waspada (level 2) ke siaga (level 3) pada 5 November 2020 pukul 12.00 WIB, gelombang pengungsi dari kelompok rentan yakni anak-anak, balita, orang tua, orang sakit, orang hamil mulai mengungsi pada Jumat, 6 November 2020.

Warga lereng Gunung Merapi di Magelang pun mulai mengungsi, tak terkecuali sejumlah warga rentan di Dusun Gemer, Ngargomulyo, Dukun, Magelang, Jawa Tengah yang mengungsi ke TEA di Desa Tamanagung, Kecamatan Muntilan.

2 comments on “CARA RELAWAN DAMPINGI LANSIA TERDAMPAK MERAPI DI PENGUNGSIAN

  1. semoga semuanya selalu dalam keadaan baik baik saja, dan juga untuk teman teman relawan semoga selalu dilindungi disetiap tugas… aamiin

  2. Semoga menginspirasi dan bermanfaat untuk sesama. Semoga situasi ini juga lekas aman dan terkendali. Salam kemanusiaan. SIAMO.

X