PALANG MERAH INDONESIA (PMI) adalah sebuah organisasi perhimpunan nasional di Indonesia yang bergerak dalam bidang sosial kemanusiaan. PMI tidak memihak golongan politik, ras, suku ataupun agama tertentu. Palang Merah Indonesia dalam pelaksanaannya juga tidak melakukan pembedaan, tetapi mengutamakan korban yang paling membutuhkan pertolongan segera untuk keselamatan jiwanya.

Dalam melaksanakan aksi-aksi kemanusiaannya, PMI selalu memegang teguh 7 (tujuh) PrinsipDasar Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah yaitu Kemanusiaan, Kesamaan, Kesukarelaan, Kemandirian, Kesatuan, Kenetralan dan Kesemestaan.

Pemerintah kolonial Belanda mendirikan organisasi Palang Merah di Indonesia dengan nama Het Nederland-Indiche Rode Kruis (NIRK) yang kemudian namannya menjadi Nederlands Rode Kruiz Afdelinbg Indie (NERKAI).

Pada 1932 timbul semangat untuk mendirikan Palang Merah Indonesia (PMI) yang dipelopori oleh dr. RCL. Senduk dan Bahder Djohan. Kemudian, proposal pendirian diajukan pada kongres NERKAI (1940), namun ditolak. Pada saat penjajahan Jepang, proposal itu kembali diajukan, namun tetap ditolak.

  • Pada 3 September 1945 Presiden Soekarno memerintahkan kepada Menteri Kesehatan dr. Buntaran Martoatmodjo untuk membentuk suatu Badan Palang Merah Nasional untuk menunjukan kepada dunia internasional bahwa keberadaan Negara Indonesia adalah suatu fakta nyata setelah proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.
  • Pada 5 September 1945, dr. buntaran membentuk Panitia Lima yang terdiri dari dr. R. Mochtar, dr. Bahder Johan, dr. Joehana, Dr. Marjuki dan dr. Sitanala, untuk mempersiapkan pembentukan Palang merah di Indonesia.
  • Tepat pada tanggal 17 September 1945 terbentuklah Pengurus Besar Palang Merah Indonesia (PMI) dengan ketua pertama, Drs. Mohammad Hatta.

Di dalam satu negara hanya ada satu perhimpunan nasional, maka Pemerintah Belanda membubarkan NERKAI dan menyerahkan asetnya kepada PMI. Pihak NERKAI diwakili oleh dr. B. Van Trich sedangkan dari PMI diwakili oleh dr. Bahder Djohan.

PMI terus melakukan pemberian bantuan hingga akhirnya Pemerintah Republik Indonesia Serikat mengeluarkan Keppres No. 25 tanggal 16 Januari 1950 dan dikuatkan engan Keppres No. 246 tanggal 29 November 1963. Pemerintah Indonesia mengakui keberadaan PMI.

Adapun tugas utama PMI berdasarkan Keppres RIS No. 25 tahun 1950 dan Keppres RI No. 246 tahun 1963 adalah untuk memberikan bantuan pertama pada korban bencana alam dan korban perang sesuai dengan isi Konvensi Jenewa 1949.

Secara Internasional, keberadaan PMI diakui oleh Komite Palang Merah Internasional (ICRC) pada 15 Juni 1950. Setelah itu, PMI diterima menjadi anggota Perhimpunan Nasional ke-68 oleh Liga Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (Liga) yang sekarang disebut Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) pada Oktober 1950.

PMI adalah organisasi kemanusiaan yang berstatus badan hukum, diundangkan dengan Undang-Undang nomor 1 tahun 2018 tentang Kepalangmerahan guna menjalankan kegiatan Kepalangmerahan sesuai dengan Konvensi Jenewa Tahun 1949, dengan tujuan untuk mencegah dan meringankan penderitaan dan melindungi korban tawanan perang dan bencana, tanpa membedakan agama, bangsa, suku bangsa, warna kulit, jenis kelamin, golongan, dan Pandangan Politik.

Saat ini, PMI telah berdiri di 33 Provinsi, 474 Kabupaten/Kota dan 3.406 Kecamatan (data per-Februari 2019). PMI mempunyai hampir 1,5 juta sukarelawan yang siap melakukan pelayanan.

VISI & MISI PMI 2019-2024

VISI :

MEWUJUDKAN PMI YANG PROFESIONAL, BERINTEGRITAS & BERGERAK BERSAMA MASYARAKAT

MISI :

  1. Memelihara reputasi organisasi PMI di tingkat nasional dan internasional;
  2. Menjadi organisasi kemanusiaan terdepan yang memberikan layanan berkualitas kepada masyarakat sesuai dengan Prinsip-Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah & Bulan Sabit Merah Internasional;
  3. Meningkatkan integritas dan kemandirian organisasi melalui kerjasama strategis yang berkesinambungan dengan pemerintah, swasta, mitra gerakan, masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya di semua tingkatan PMI dengan mengutamakan keberpihakan kepada masyarakat yang memerlukan bantuan.

TUJUAN STRATEGIS 2019-2024:

  1. Memelihara reputasi dan meningkatkan akuntabilitas PMI sebagai organisasi kemanusiaan di tingkat nasional maupun internasional;
  2. Meningkatkan ketersediaan darah yang aman, mudah dijangkau dan berkualitas di seluruh Indonesia;
  3. Meningkatkan rekrutmen dan pembinaan Relawan sebagai tulang punggung layanan kemanusiaan PMI, baik secara kuantitas maupun kualitas;
  4. Meningkatkan mutu dan jangkauan pelayanan penanggulangan bencana, krisis kesehatan dan krisis kemanusiaan lainnya, melalui penguatan unit-unit pelayanan PMI di semua tingkatan dan pengembangan potensi sumber daya masyarakat;
  5. Mewujudkan PMI yang berfungsi baik, dengan kepemimpinan yang kolektif-kolegial dan berpedoman kuat pada Prinsip-Prinsip Dasar Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah dengan tatakelola organisasi dan Markas yang sinergis dalam pelaksanaan kegiatan, peraturan organisasi, sistem dan prosedur yang berlaku;
  6. Meningkatkan kapasitas PMI di semua tingkatan dalam mengelola infrastruktur material dasar (sarana-prasarana) untuk mendukung kegiatan operasional dan pelayanan;
  7. Meningkatkan kemandirian organisasi PMI secara berkesinambungan melalui kerjasama strategis di semua tingkatan dan inisiatif Pengembangan Sumber Daya yang inovatif.

Dewan Kehormatan (DK) dan Pengurus PMI di tingkat Pusat, Provinsi & Kabupaten/Kota :

1. DK & Pengurus PMI Pusat; 2. DK & Pengurus PMI Provinsi; 3. DK & Pengurus PMI Kab/Kota.

Jl. Gatot Subroto No.Kav. 96, RT.4/RW.4, Mampang Prapatan, Kecamatan Mampang Prapatan, Kota Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta – 12160 | Telp. (021) 7992325.

1. Markas PMI Provinsi; 2. Markas PMI Kab/Kota

Jalan Joe No.7, Kel Jl. Joe No.1, RW.6, Lenteng Agung, Kecamatan Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta – 12610 | Telp. (021) 7815465

1. UDD PMI Provinsi; 2. UDD PMI Kabupaten/Kota

<img class=”alignnone wp-image-13433 size-full” src=”https://pmi.or.id/wp-content/uploads/2021/02/rspmi.jpg” alt=”” width=”1280″ height=”535″ data-wpmflightbox=”0″ data-wpmf_image_lightbox=”https://pmi.or.id/wp-content/uploads/2021/02/rspmi.jpg” />
<p style=”text-align: justify;”><span class=”LrzXr”>Jl. Raya Pajajaran No.80, RT.02/RW.05, Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16143 | Telp. (<span class=”LrzXr zdqRlf kno-fv”><span role=”link” aria-label=”Hubungi Nomor Telepon (0251) 8393030″>0251) 8393030.</span></span>
</span></p>
1. <a href=”#”>RS/Klinik PMI Provinsi</a><span style=”color: #808080;”><a style=”color: #808080;” href=”#”>;</a></span>

2. <a href=”#”>RS/Klinik PMI Kabupaten/Kota<span style=”color: #808080;”>.</span></a>

Badan Pendidikan & Pelatihan (Badiklat) PMI : Jl. Gatot Subroto Kav. 96, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12790 | Telp. 021-7992325 ext 250 | Email: diklat_pusat@pmi.or.id | Website: https://badiklatpmi.or.id

1. Diklat PMI Provinsi; 2. Diklat PMI Kabupaten/Kota.