logo2021

Jumlah orang yang terjangkit virus corona (covid-19) di Indonesia telah mencapai 172.052 sejak pandemi ditetapkan awal Maret lalu. Palang Merah Indonesia (PMI) telah merespons kondisi tersebut bahkan sebelum pandemi ditetapkan. Langkah pencegahan, penanggulangan serta distribusi bantuan dilakukan PMI untuk membantu Pemerintah dalam percepatan penanganan covid-19.

Langkah pencegahan dilakukan PMI dengan mensosialisasikan bahaya virus serta cara mencegahnya kepada masyarakat luas. Dengan melibatkan ratusan ribu relawan, sosialisasi ini ditaksir telah menjangkau lebih dari 5,5 juta jiwa. PMI juga melakukan penyemprotan disinfektan atau disinfeksi di 96.310 tempat umum untuk mematikan virus tersebut.

“Kami juga sudah mendistribusikan 7.826.770 bantuan atau logistik ke masyarakat maupun relawan,” kata Sudirman Said, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PMI, Senin (31/8/2020).

Adapun bantuan yang disalurkan PMI yakni perlengkapan pelindung diri untuk tenaga kesehatan dan relawan; sembako, masker, cairan disinfektan untuk masyarakat; hingga fasilitas cuci tangan dengan sabun di 565 lokasi.

Dalam menjalankan operasi percepatan penanganan covid-19, PMI mengerahkan ribuan relawan dibantu personel TNI serta organisasi kemanusiaan lainnya. Satu relawan dari TNI diketahui gugur karena terjangkit covid-19, serta belasan lainnya positif covid-19.

“Kami kehilangan salah satu relawan dari mitra kami, TNI AD. Sementara belasan lainnya yang terjangkit kami pastikan didampingi sampai sembuh. Lebih dari setengahnya sudah sembuh dan kembali bertugas,” kata Sudirman Said.

Di tengah laju kasus positif covid-19 yang belum menunjukkan penurunan, PMI akan terus melakukan aksi pencegahan, penanggulangan, serta distribusi bantuan. Lebih-lebih di massa normal baru, PMI kini berfokus pada sosialisasi adaptasi kebiasaan baru di masyarakat yang mulai beraktivitas di tengah pandemi.

“Kami imbau masyarakat agar disiplin menerapkan 3M yakni mencuci tangan, menggunakan masker, serta menjaga jarak,” tukas Sekjen PMI.

X