logo2021

Saat masyarakat ditimpa kesulitan, Palang Merah Indonesia (PMI) bersiaga membantu. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum PMI Jusuf Kalla saat berbincang di program Sebaiknya Anda Tahu, Pro 3 Radio Republik Indonesia (RRI), Senin (14/9/2020). Di usia menjelang 75 tahun, PMI setia membantu mengatasi kesulitan masyarakat saat dilanda bencana, memastikan ketersediaan darah, hingga menangani pandemi covid-19.

“PMI itu bekerja kalau ada kesulitan masyarakat, apakah itu kebanjiran, tsunami atau gempa, gunung meletus, bencana kebakaran, dan bencana lainnya termasuk pandemi,” kata JK sapaan akrab Jusuf Kalla.

Saat ketersediaan darah merosot di kala pandemi sementara kebutuhannya tetap, PMI menggandeng Tentara Nasional Indonesia (TNI) serta Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk donor darah sukarela. PMI, kata JK berhasil memenuhi 80 persen target kebutuhan darah nasional dari kolaborasi dengan TNI-Polri tersebut. Sementara 20 persennya, lanjut JK, diupayakan dari donor darah pengganti.

“Orang takut keluar rumah (saat pandemi), karena itu menurun sampai 50 persen. Tapi Alhamdulillah dengan bantuan TNI-Polri bisa teratasi sampai naik 80 persen. Sisanya, adalah donor pengganti. Agar tidak kekurangan, keluarga yang butuh diminta membawa anggota keluarga untuk mengganti darah yang diminta,” jelasnya.

JK menegaskan, darah yang didonorkan tidak dijual oleh PMI. Adapun biaya yang dikeluarkan Rumah Sakit pemohon merupakan ongkos Biaya Pengganti Pengelolaan Darah (BPPD). Biaya yang dikeluarkan, di antaranya untuk gaji pegawai, tes laboratorium, penyimpanan serta pengemasan darah.

“Biaya itu ditanggung rumah sakit, dan rumah sakit ditanggung BPJS. Sebenarnya, pasien yang miskin itu tidak bayar, yang bayar itu BPJS Kesehatan,” imbuh JK.

Saat pandemi covid-19, saat virus corona mengancam keberlangsungan hidup masyarakat, 1,5 juta relawan PMI disiagakan melakukan mitigasi, pencegahan, hingga distribusi bantuan untuk masyarakat terdampak. JK juga mengimbau masyarakat untuk  berdisiplin menjaga jarak, mencuci tangan, serta menggunakan masker sebagai cara menghindari covid-19.

“Tiga strategi PMI dalam menangani corona, Mitigasi: mensosialisasikan protokol kesehatan, Pencegahan: menggalakkan pesan 3M, serta Mematikan virus: dengan cara disinfeksi di seluruh Indonesia,” katanya lagi.

Kepada relawan yang selalu siaga membantu mengatasi kesulitan masyarakat, JK mengucapkan terima kasih. JK berharap, di usia PMI yang menjelang 75 tahun, relawan setia mendermakan tenaga dan pikirannya untuk kemanusiaan.

“Kami bekerja secara sukarela untuk kemanusiaan, apalagi tema ulang tahun PMI ke-75 ini adalah solidaritas untuk kemanusiaan. Bagaimana kita bekerja sama menghadapi pandemi, mengatasi masalah secara kemanusiaan,” tukasnya.

X