logo2021

Guna antisipasi terjadi erupsi gunung slamet yang berdampak adanya pengungsian besar-besaran, Pemerintah kabupaten Tegal seperti BPBD, Kodim 0712 Tegal dan PMI Kabupaten Tegal kembali mendirikan Tenda Pengungsian setelah status Gunung Slamet naik menjadi siaga atau level tiga pada Selasa (12/8).

Ketua PMI Kabupaten Tegal, H Iman Sisworo SH melalui Ketua Bidang kesiapsiagaan, dr Bimo Bayuadji mengatakan, tenda didirikan di tiga titik pengungsian yang telah ditentukan, yaitu di lapangan Desa Tuwel dan Suniarsih (Kecamatan Bojong) dan Lapagan Desa Batumirah (Kecamatan Bumijawa).

“Untuk tenda PMI sendiri dipasang di Lapangan Desa tuwel. Karena ukurannya besar, tenda PMI warna putih itu bisa digunakan untuk rumah sakit lapangan atau pos kesehatan,” jelasnya.

Warga dihimbau tenang

Meski status gunung slamet naik menjadi siaga, warga dihimbau untuk tetap tenang dan tidak panik dan untuk selalu mengikuti arahan pemerintah terkait aktifitas gunung slamet tersebut. Bila diminta untuk mengungsi, maka warga harus mematuhi himbaun tersebut.

Dr Bimo menyebutkan, sejauh ini tiga titik evakuasi telah disiapkan pemerintah, yakni untuk warga Dukuh Sawangan Desa Sigedong akan ditempatkan di lapangan Batumirah, untuk warga kedawung dan Dukuhtengah akan ditempatkan di lapangan Suniarsih dan untuk warga  Desa   Guci dan Rembul akan ditempatkan di lapangan Tuwel.

“Guna kelancaran evakuasi warga dan mendukung tanggap darurat, PMI telah menyiapkan satu armada truk PMI, mobil satgana dan ambulan serta puluhan relawan PMI yang terlatih,”imbuhnya.

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi : M. Nashir Jamaludin, PMI Provinsi Jawa Tengah, HP: 081228011455 – 081575629075, email: nashrjateng@gmail.com

X