logo2021

JAWA TIMUR – Sebanyak 5.680 titik di Propinsi Jawa Timur (Jatim) telah disemprot disinfektan oleh Palang Merah Indonesia. Hal tersebut guna memutus mata rantai penyebaran virus COVID-19. Armada truk penyemprot (gunner) hingga penyemprot gendong dikerahkan dalam operasi penyemprotan tersebut.

Humas PMI Propinsi Jatim Priska menjelaskan, penyemprotan PMI ini menyasar tempat publik dan pemukiman. Tim Gunner, sebutan relawan yang bertugas menyeprot bekerja siang dan malam demi menekan penyebaran COVID-19 di Jatim yang telah ditetapkan sebagai episentrum baru penyebaran setalah DKI Jakarta.

“Kami masih berupaya, mobil gunner menysisir jalan protokol, mobil grand max dikerahkan menyisir jalan lingkungan, dan penyemprot gendong ini biasanya ke pemukiman dan fasilitas umum seperti sekolah, masjid dan pesantren,” kata Priska.

Sedikitnya 10 pondok pesantren (Pon-pes) telah disisir tim gunner di Kota Surabaya. Empat mobil pickup yang dikerahkan dalam operasi turut melayani permintaan warga di lingkungan pesantren. Priksa menambahkan, penyemprotan di pesantren itu juga atas permintaan pengasuh pesantren.

“Kami semprot sekolahnya, asramanya, kantor-kantornya juga kami semprot. Sejauh ini kami semprot 10 (Pon-pes) dalam satu hari. Kami diminta, tapi kalau ternyata mereka gak ada ya diganti yang lain,” terangnya.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PMI Sudirman Said telah menginstruksikan pemusatan operasi di Jatim menyusul lonjakan kasus COVID-19 beberapa waktu lalu. Sekjen mengatakan, relawan PMI terlibat dalam membantu mengendalikan kasus terjangkitnya Covid-19 di Jatim berkoordinasi dengan Ketua Gugus Tugas Nasional Covid-19 Letjend Doni Monardo dan dengan Ketua Umum PMI Jusuf Kalla.

“PMI memperkuat operasi di Jawa Timur karena ada gejala, terutama Kota Surabaya dan sekitarnya menjadi episentrum baru. Ditambah sebagai organisasi yang membantu pemerintah, tugas kami adalah mendukung masyarakat dan membantu upaya pemerintah dalam mengatasi pandemi Covid-19 ini,” kata Sudirman Said beberapa waktu lalu.

X