logo2021

Provinsi Banten merupakan wilayah yang rawan terhadap terjadinya bencana. Wilayah yang berada dekat dengan selat Sunda ini, merupakan salah satu wilayah yang dilalui oleh Ring of Fire (Cincin Api). Tidak hanya itu, Banten juga merupakan wilayah pusat pertemuan 2 lempeng yakni lempeng Eurasia dan Indo Australia, atau yang kita kenal dengan lempeng Sunda. Jika lempeng ini bergerak, Banten akan dalam kondisi mengerikan. Bahkan diperkirakan wilayah Jakarta juga terancam.

Menurut peneliti tsunami pada Balai Pengkajian Dinamika Pantai Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Widjo Kongko mengatakan Zona tumbukan lempeng bumi di bawah laut Selat Sunda berpotensi gempa bumi hingga Mw 9. Gempa ini bisa memicu tsunami hingga lebih dari 20 meter di pesisir Banten dan Lampung. Ancaman bagi Jakarta yang paling perlu diwaspadai adalah guncangan gempa.


Potensi gempa raksasa di zona subduksi (tumbukan lempeng) Selat Sunda itu disimpulkan dari keberadaan kosong gempa (seismic gap) sepanjang 350-550 kilometer (km). Zona kosong gempa itu sangat mungkin menyimpan potensi gempa raksasa karena energi dari gesekan dua lempeng bumi masih tersimpan.

Ancaman ini harus diantisipasi sejak dini. Perlu penanganan khusus dalam mempersiapkannya. Oleh karena itu, Palang Merah Indonesia (PMI) menyelenggarakan Simulasi Table Top Exercise (TTX) Ancaman Gempa dan Tsunami Megathrust Selatan Selat Sunda pada Rabu (13/5). Bertempat di Pusdiklat PMI Provinsi Banten, melibatkan 87 peserta dari seluruh pihak diantaranya PMI, BPBD Provinsi Banten, Polda Banten, Dinas Kesehatan Banten dan Dinas Perhubungan Provnsi Banten. Tak hanya PMI Banten, namun PMI di provinsi lainnya yang kemungkinan terkena dampak Tsunami juga turut hadir seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Bengkulu, Bangka Belitung, Sumatera Barat, Bali serta Lampung. Kegiatan ini juga disaksikan oleh perwakilan IFRC dan ICRC serta beberapa perhimpunan nasional negara sahabat.

Ketua Bidang Penanganan Bencana, Sumarsono mengatakan perlu adanya perencanaan dan kesepakatan antara PMI dengan pemangku kepentingan saat hadapi situasi darurat. Rencana Kontijensi (Renkon) harus disiapkan serta diuji. Terutama fungsi posko bencana PMI, kapasitas dan sumber daya yang diperlukan. Serta meningkatkan jejaring dan kordinasi dengan pihak lain diluar PMI.

“Simulasi TTX megathrust selatan ini merupakan tindaklanjut dari hasil riset LIPI dan pakar gempa dan tsunami dari beberapa negara. Tujuannya adalah menguji kordinasi dan kegiatan distribusi bantuan dan mekanisme logistic. Pada simulasi ini, peserta simulasi dari PMI Provinsi yang terlibat menjadi pengambil kebijakan. Mereka dihadapkan pada kasus bencana gempa.” jelasnya.

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi : Ridwan Sobri, Divisi Penanganan Bencana (PB) PMI Pusat, Tlp: 021-7992325, Email: ridwan_sc@pmi.or.id

X