logo2021

LEMBATA, NTT.- Hujan deras lebih dari 12 jam di Kabupaten Lembata, Propinsi Nusa Tenggara Timur sejak Sabtu malam (03/04/2021) memicu banjir bandang. Di Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur, banjir bandang dari arah gunung Ile Lewotolok meluap masuk ke pemukiman sejumlah desa. Tiga warga meninggal dunia akibat tertimbun material banjir. Sementara itu, puluhan korban luka lainnya sedang dirawat intensif di RSUD Lewoleba. ‘
Tiga korban meninggal dunia semuanya perempuan. Bengan Geroda adalah korban berasal dari Desa Amakaka. Dua korban lain adalah Kewa Begu dan Bunga dari Desa Tanjung Batu Kecamatan Ile Ape. Jenasah Ketiga korban saat ini disemayamkan di kamar jenasah RSUD Lewoleba. Sementara itu, puluhan korban luka lainnya juga dibawa dan menjalani perawatan intensif di RSUD Lewoleba.
Merespon keadaaan tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Lembata memobilisasi 15 relawan untuk melaksanakan tanggap darurat bencana banjir dan banjir lahar dingin dengan melakukan asesmen, evakuasi, pertolongan pertama dan distribusi bantuan selimut ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lewoleba Kabupaten Lembata.
Pengurus PMI Kabupaten Lembata, Benyamin Reha memimpin secara langsung proses tanggap darurat bencana di wilayah tersebut. “Relawan PMI Kabupaten Lembata bersama BPBD Kabupaten Lembata memfokuskan pada pelayanan evakuasi warga, mereka dibagi menjadi 3 tim, asesmen, evakuasi dan tim pertolongan pertama pada korban banjir menuju lokasi,” jelas Benyamin.
Sementara itu, korban bencana banjir yang terluka banyak yang di evakuasi ke RSUD Lewoleba sehingga PMI Kabupaten Lembata juga memberikan bantuan dengan memberikan selimut kepada korban yang baru tiba dari lokasi banjir tersebut.
“Di Kecamatan Ile Ape, luapan banjir bandang masuk ke pemukiman warga di sejumlah desa mulai dari Desa Waowala, Tanjung Batu, Lamawara, Amakaka, Bunga Muda hingga Desa Napasabok. Sementara desa-desa yang terdampak banjir bandang di Ile Ape Timur antara lain Desa Jontona, Desa Lamawolo, Desa Lamaau dan Desa Waimatan,” tambahnya.
Lebih lanjut Benyamin menuturkan, di Desa Lamawolo-Ile Ape Timur, luapan banjir memaksa warga untuk mengungsi ke tempat yang lebih tinggi sejak Sabtu malam saat kejadian. Warga di Desa Jontona juga terpaksa mengungsi ke Desa Todanara akibat banjir bandang disertai aliran lahar dingin dari puncak Gunung Ile Lewotolok.
“Saat ini PMI Lembata ikut membantu tim Tanggap Darurat Bencana Erupsi Ile Lewotolok yang sedang melakukan upaya penyelamatan, asesmen dan evakuasi warga terdampak banjir. Sementara itu, BPBD Kabupaten Lembata telah membangun posko tanggap darurat Banjir di Kantor Lurah Lewoleba Timur Kecamatan Nubatukan,” pungkasnya.***

Nuwarta Wiguna

Nuwarta Wiguna

Kepala Markas PMI Cilegon

https://cilegonkota.pmi.or.id
X