logo2021

Kelompok sukarelawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) mengantisipasi banjir dengan mendirikan tenda darurat di wilayah Kresek, Tangerang. Banjir yang terjadi di lima desa yakni, Desa Patrasana, Desa Pasirampo, Desa Renged, Desa Kresek, dan Desa Koper, mengakibatkan warga terpaksa mengungsi di masjid.

Banjir yang diakibatkan oleh jebolnya tanggul sungai Cidurian ini, membuat sekitar 3146 rumah yang terendam banjir. Diantaranya terjadi di Desa Patrasana sebanyak 505 rumah, Desa Pasirampo 400 rumah, Desa Renged 1516 rumah, Desa Kresek 13 rumaha, dan Desa Koper 712 rumah. Banjir mancapai 100 cm atu sedada orang dewasa.

Tanggul yang jebol berada di dekat rumah Ketua RT Sukemi, Kampung Seupang, RT 03/03, Desa Koper, Kecamatan Kresek. Tanggul jebol diperkirakan, sekitar pukul 06.00 WIB, pada Selasa, (10/2).

Komandan KSR.PMI Kabupaten Tangerang, Abdul Hadi Fauzi yang tengah meninjau banjir mengatakan, banjir dimulai sekitar pukul 03.00 WIB, Selasa lalu, (10/2).

“Selain rumah, ternak lele, ternak ayam, ternak bebek, ternak kambing, ternak kerbau, kebun, dan persawahan juga terendam  banjir,” tuturnya.

Selain PMI, Kodim Tangerang, juga mendistribusikan bantuan berupa perahu karet, tenda pleton, dapur umum dan keperluan posko kesehatan utama.

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi : Dodo Almer, Staf Humas PMI Kab. Tangerang, Email : mr_do2@yahoo.co.id

X