logo2021

BLORA, JAWA TENGAH-Palang Merah Indonesia (PMI) bersama Philips Foundation menggelar tes cepat masal di Jawa Tengah (Jateng), Kamis (1/4/2021). Ratusan guru yang bakal menggelar uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada 5 April mengikuti tes masal tersebut. Tes cepat antigen tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian kesehatan para pengajar.

Usai menjalani pembelajaran daring (online) sejak awal pandemi, sejumlah sekolah di kabupaten/kota Provinsi Jateng bersiap menjalankan PTM. Namun, kepastian kesehatan diperlukan agar PTM berlangsung aman dan nyaman di tengah pandemi.  Tidak kurang dari 1.050 alat tes covid-19 disalurkan ke PMI kabupaten di Jateng untuk mendukung rencana tersebut.

“Kami serahkan (alat tes cepat) ke Kabupaten Banjarnegara, Blora, dan Klaten. Sasaran atau target kami serahkan PMI tersebut, tapi kebetulan ada program PTM, jadi kami dukung,” jelas Mahfud, Staf Pelayanan Kesehatan Darurat PMI Pusat.

Pemanfaatan alat tes cepat untuk PTM juga merupakan upaya mendukung program testing, tracing, dan treatment atau 3T. Kepala Seksie (Kasie) Pelayanan Kesehatan PMI Provinsi Jateng Handoko menjelaskan, program vaksinasi yang tengah bergulir belum menjangkau semua.  Karenanya, lanjut Handoko, tes cepat covid-19 diperlukan untuk solusi sementara.

“Untuk mengakomodasi masyarakat yang belum divaksin, kami salurkan rapid test antigen. Ini juga untuk mendukung program Pemerintah terkait 3T,” katanya.

Dikatakan Ketua PMI Banjarnegara Amalia Desiana, pihaknya mengambil 15 sampel guru di tiap kecamatan agar tes cepat berjalan efektif.  PMI Banjarnegara, tambah Amalia, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Banjarnegara dalam mendata perwakilan guru tersebut.

“Sesuai amanat, kami hadir untuk membantu Pemerintah. kebetulan akan ada uji coba PTM,  jadi kami fasilitasi saja guru. Guru difasilitasi, anak terjaga, orang tua tenang,” tukasnya saat meninjau tes cepat masal di Puskesmas Pagedongan, Rabu (31/3/2021).

Salah satu peserta kegiatan tersebut Bambang Tri (51) mengaku sangat memerlukan pelayanan tersebut. Kepala Sekolah sekaligus pengajar SDN 1 Kebutuh Duhur ini menambahkan, selain tes cepat, pihak sekolah juga menyiapkan fasilitas protokol kesehatan untuk PTM.

“Saya sangat merindukan tatap muka, tapi saat pandemi kan terbatas. Kami sangat terbantu dengan program ini,” ungkap Bambang.

Sementara di Kabupaten Blora, sekitar 40 guru menjalani tes cepat antigen di Klinik PMI Blora, Desa Tutup. Ketua PMI  Blora Sutikno Slamet mengatakan, pihaknya menargetkan sebanyak 350 guru dari sejumlah sekolah mengikuti tes tersebut.

“Hari ini target 62, tercapai 40 an orang. Tapi kami upayakan di hari lain. Jadi ini kami bagi 5 gelombang,” jelasnya.

Farhan Irfan

Staf Humas Markas Pusat PMI

https://pmi.or.id
X