logo2021

Akibat Hujan lebat yang mengguyur kawasan gunung Tamporok di kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Sulawesi Utara, , terjadi bencana banjir bandang dan tanah longsor di empat kelurahan di kecamatan Ratahan, Kabupaten Mitra, beberapa waktu lalu.

Bencana banjir terjadi di kelurahan Lowu Utara, Lowu Satu, Lowu Dua, Nataan dan desa Rasi akibat meluapnya air sungai Palaos. Sementara itu, tanah longsor menimbun beberapa titik di ruas jalan gunung Potong menuju ke desa Pangu, kecamatan Ratahan Timur. Jalan tersebut merupakan satu-satunya penghubung antara Kabupaten Mitra dan Kabupaten Minahasa.

Berdasarkan hasil asesmen (pendataan) Relawan Palang Merah Indonesia (PMI), banjir bandang menyebabkan, satu orang hanyut terbawa arus, 2 rumah hanyut, puluhan rumah rusak berat dan rusak ringan. Banjir juga merusak fasilitas umum seperti jembatan, tiang listrik, pipa air termasuk rumah ibadah dan kantor desa.

 

Sementara itu, PMI Provinsi Sulawesi Utara dan PMI Kabupaten Mitra telah melaksanakan pelayanan asesmen, mendistribusikan 23 family kit, tikar, kain sarung, belangan, piring, sendok, gelas, jerigen, kantong sampah bersama sabun, sampoo, sikat dan pasta gigi, handuk, dan sabun cuci.

Selain itu, PMI juga mendistribusikan 50 selimut, 2000 masker, 60 ember, 50 loyang dan 30 hygiene kit. PMI juga memobilisasi anggota Korps Sukarela (KSR), Tenaga Sukarela (TSR) dan Palang Merah Remaja (PMR) di Ratahan. Tugas para relawan tersebut membantu warga dan pemerintah dalam masa tanggap darurat bencana banjir bandang dan tanah longsor.

“Terbatasnya jumlah bantuan harus kami pikirkan peruntukkanya, sehingga bantuan PMI akan difokuskan untuk korban yang paling parah agar tepat sasaran dan efektif,” ujar James Karinda Ketua PMI Provinsi Sulut. Ia juga menambahkan, PMI siap memobilisasi satu unit tangki air untuk melayani kebutuhan air bersih di desa Rasi.

Ketika bertatap muka dengan Bupati Mitra James Sumendap dan Sekretaris Daerah B.A. Tinungki di Kantor Bupati, di Ratahan, Senin (9/12) kemarin, Karinda juga menambahkan, “PMI menyatakan turut berbela sungkawa dan prihatin atas terjadinya bencana banjir bandang dan tentunya sesuai tugas pokok PMI, kami siap membantu pemerintah dan masyarakat kabupaten Minahasa Tenggara untuk meringankan beban penderitaan para korban”, ujar Karinda.

Saat ini, material longsor dan lumpur di sejumlah ruas jalan sudah dibersihkan, arus lalu lintas telah normal kembali. Sementara itu proses penanganan survivor masih dilakukan. Sejumlah alat berat dikerahkan untuk membersihkan sisa-sisa kayu dan lumpur demikian juga warga dan aparat pemerintah terus bekerja memperbaiki kerusakan pascabanjir yang membawa kayu-kayu gelondongan dan lumpur di pemukiman

Informasi lebih lanjut: Markas PMI Sulawesi Utara: 0431-838311, Jalan Raya Malalayang Dua Manado, Sulawesi Utara. Kontak Media: Hengky Riey (Kabid Pelayanan PMI Provinsi) 085240204757, Robin Kaloh (Staf Humas PMI Provinsi) 085299111007, Irwan Lalegit (Komandan Tim Satgana) 082194280897, Sebastianus Sabon Aman (Kepala Markas PMI Mitra) 081356239902.

 

 

 

X