logo2021

JEMBER, JATIM– Antisipasi menurunnya stok darah menjelang liburan Hari Raya Idul Fitri 1441 H, PMI Kabupaten Jember mendorong pengurus PMI Kecamatan untuk menggelar donor darah setelah saolat teraweh. Kangkah ini dilakukan sebagai antisipasi lonjakan permintaan darah selama Ramadan dan pasca Perayaan Idul Fitri 1441 H.

H.E.A. Zaenal Marzuki, SH, MH, Ketua PMI Kabupaten Jember mengajak ketua PMI Kecamatan yaitu seklretaris camat setempat untuk lebih aktif mengerahkan relawan pendonor. “Selama Ramadan kami menggandeng pengurus PMI Kecamatan untuk gelar donor darah, sebab hampir tiap Ramadan dan pasca Hari Raya Idul Fitri stok darah di Unit Donor Darah (UDD) PMI Jember tipis,” kata H.E.A. Zaenal Marzuki, SH, MH.

Menurut dia, kebutuhan darah cenderung meningkat, terutama pasca Ramadan karena banyak pasien yang menunda operasi setelah Hari Raya Idul Fitri. Selain itu ada tren kebutuhan darah selama Ramadan dan pasca Idul Fitri juga meningkat.

Untuk itu, PMI Kabupaten Jember menyiapkan diri lebih matang menghadapi Ramadan dan pasca Idul Fitri 1441 H mendatang. Salah satunya dengan mendorong PMI Kecamatan untuk melaksanakan kegiatan donor darah malam hari yang selama ini sudah berjalan. “Selama Ramadan kegiatan donor darah (dondar) dilaksanakan malam hari setelah salat tarawih,” kata ketua PMI Kabupaten Jember EA Zaenal Marsuki SH MH.

Lebih Lanjut Zaenal Marzuki mengatakan, donor darah saat Ramadan punya nilai ibadah. Selain donor darah juga positif karena dinilai sebagai ibadah yang berpahala. Karena itu, dia mengimbau masyarakat untuk aktif donor darah saat Ramadan. Kendati begitu, kata dia, tetap ada sisi negatifnya. “Negatifnya karena mungkin ada yang turun gairah donor darah karena puasa,” ujarnya.

Untuk itu, PMI Kabupaten Jember melaksanakan langkah-langkah konkrit. “Perlu adanya langkah-langkah kongkret dari PMI untuk mengantisipasi pelonjakan kebutuhan darah. Disaat pasokan darah cenderung berkurang saat Ramadan. Terutama pasca Ramadan,” ungkapnya

X