logo2021

JAYAWIJAYA – Palang Merah Indonesia (PMI) di sejumlah wilayah kompak melakukan pencegahan dan upaya pengendalian infeksi virus corona (covid-19). Ribuan relawan PMI dikerahkan untuk mengedukasi cuci tangan kepada warga. Relawan juga mendorong warga melakukan disinfektan secara mandiri di lingkungannya.

Sedikitnya 100 botol penyemprot disinfektan dibagikan relawan PMI Jayawijaya kepada sopir angkutan kota (angkot). Keterbatasan logistik tak menghalangi relawan untuk berbagi. Bermodalkan botol kecil bekas pewangi pakaian, relawan mengisinya dengan cairan disinfektan yang diracik sendiri.

Sekretaris PMI Jayawijaya, Monika menerangkan, botol pewangi itu dibeli dari pasar setempat. Digunakannya botol bekas itu lantaran tak tersedia botol khusus disinfektan di wilayah tersebut. Namun, Monika memastikan botol ini aman diguanakan warga.

“Kami beli botol di toko, kami beli Rp.20.000,-. Isinya kami keluarkan, kemudian kami isi cairan disinfektan yang dibuat sendiri. Kami beritahu kandungannya supaya masyarakat bisa buat sendiri,” kata Monika.

Sopir angkot ditarget PMI Jayawijaya karena transportasi umum berpotensi membawa virus dari satu tempat ke tempat yang lain. Ia menghimbau sopir untuk menyemprotkan cairan tersebut secara mandiri ke bagian-bagian kendaraan, seperti gagang pintu, bangku dan dashboard.

Tugas kemanusiaan lain yang dilakukan relawan PMI Jayawijaya adalah edukasi cuci tangan. Monika mengatakan, bersama Pemerintah Kabupaten, para relawan berkeliling mengunjungi pemukiman warga untuk menggelar simulasi cuci tangan. Anak-anak hingga orang dewasa diajarkan cara mencuci tangan yang dianjurkan.

“Kami rutin jalan ke kampung untuk mengimbau masyarakat dan mengedukasi cara cuci tangan yang benar. Tim penyemprotan disinfektan juga hadir bersama kami. Terkadang ada permintaan warga untuk diedukasi sekaligus lingkungannya disemprot disinfektan,” pungkasnya.***

X