logo2021

LOMBOK – Pandemi COVID-19 memaksa semua orang untuk tetap berada di rumah demi mencegah penularan, tak terkecuali bagi keluarga Mashitah (49) asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Keluarga korban gempa Lombok pada 2018 lalu tersebut, kini dapat mendiami rumah layak huni bantuan dari Palang Merah Indonesia (PMI).

“Alhamdulillah, sekarang anak juga bisa belajar dengan nyaman di rumah, aktivitas di rumah juga tidak terganggu karena rumah kami sudah direnovasi,” kata Mashitah.

Untuk diketahui, PMI bekerjasama dengan International Federation Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC) menggelontorkan dana Bantuan Non Tunai (BNT) kepada 4.000 keluarga di NTB. Bantuan itu dimaksudkan untuk perbaikan rumah masyarakat terdampak gempa yang kurang mampu.

Humas PMI NTB, Nurul Izzati mengatakan, ia bersama ratusan relawan lainnya mendampingi para penerima manfaat hingga perbaikan rumah mereka rampung. Pendampingan berupa edukasi serta penyuluhan rumah layak huni itu diberikan agar dana yang tersalurkan tepat guna.

“Total dana yang disalurkan ke satu keluarga Rp 7 juta, itu dilakukan bertahap dua kali sambil kami beri edukasi juga warga perihal sanitasi dan kriteria rumah layak huni,” jelasnya.

Nurul menambahkan, selama mendampingi penerima manfaat, PMI bekerja sama dengan kepala dusun setempat dan ketua RT dan RW. Tahapan penyaluran baru akan disalurkan bilamana dana sebelumnya digunakan sesuai peruntukan sebagaimana dilaporkan aparat setempat.

“Transfer pertama sekitar 3 juta, kalau bangunan sudah diperbaiki, dilaporkan ke kepala desa kemudian ke PMI, baru kami transfer bantuan tahap dua,” imbuhnya.

Sebanyak 174 relawan yang terlibat dalam BNT PMI ini masih akan melakukan pendampingan hingga semua perbaikan rampung. Penerima manfaat ini di antaranya tersebar di Lombok Barat, Timur dan Utara.*

X