logo2021

Tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) Kelurahan Samang Raya, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon sejak Rabu hingga Minggu (15-19/1) melakukan risk mapping (pemetaan risiko) pada program Pengurangan Risiko Terpadu Berbasis Masyarakat (PERTAMA) kerja sama antara Palang Merah Indonesia (PMI) dan Palang Merah Jepang.

Ketua PMI Kota Cilegon, H. Abdul Hakim Lubis didampingi Ketua Kelompok Kerja (Pokja), Nurwarta Wiguna dan Koordinator Lapangan (Korlap) Program PERTAMA, Alim menyatakan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Vulnerability Capacity Assessment (VCA) atau Asesmen Kerentanan dan Kapasitas yang dilakukan pada November 2013 lalu. Didampingi fasilitator dari PMI Pusat, Banten dan Jawa Barat, Tim Sibat Samang Raya dan anggota relawan PMI Kota Cilegon melaksanakan pemetaan risiko menggunakan alat Global Position System (GPS).

“Melalui PERTAMA, warga atau tim Sibat Samang Raya saat ini belajar untuk mengetahui peta risiko di wilayahnya.  Jika sudah bisa memetakan risiko Bencana di wilayah masing-masing, mereka bisa mandiri merencanakan & melaksanakan kegiatan pengurangan risiko bencana. Tentu saja, mereka juga harus bisa mencari dukungan stakeholder, baik pemerintah maupun swasta agar rencana dan pelaksanaan program pengurangan risiko Bencana bisa berjalan lancar,” ujarLubis.

Diharapkan, tim Sibat maupun relawan PMI Kota Cilegon dapat memanfaatkan program ini untuk menambah ilmu dan pengalaman serta bisa disosialisasikan lagi kepada masyarakat di wilayah masing-masing.

Sementara Nurwarta menegaskan, kegiatan Risk Mapping dilakukan di tiga kelurahan binaan Program PERTAMA yakni Samang Raya, Kepuh (Ciwandan) dan LebakGede (Pulomerak).

“Setelah Samang Raya, selanjutnya Kelurahan Kepuh dan Lebak Gede,” tambah Nurwarta yang juga Kepala Markas PMI Kota Cilegon.

Untuk informasi lebih lanjut: NurwartaWiguna, Kepala Markas PMI Kota Cilegon, Hp.0819 110 80773.

 

X