logo2021

Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surabaya bersama Pemerintahan Kota Surabaya membuka posko di Bandar Udara Djuanda, Sidoarjo, Jawa Timur (29/12). Posko yang didirikan oleh PMI ini bertugas untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi keluarga penumpang pesawat Air Asia – QZ8501 yang hilang sejak Minggu pagi (28/12).

“Menanggapi bencana hilangnya pesawat Air Asia, PMI Kota Surabaya bersama pemerintah Kota Surabaya berinisiatif untuk membuka posko pelayanan kesehatan mulai hari ini (29/12), bagi keluarga penumpang pesawat Air asia yang hingga kini masih menunggu perkembangan percarian di Bandara Djuanda. Untuk itu, PMI Surabaya memobilisasi 1 tim ambulans.” Jelas Mirta Krisna, Kordinator Posko PMI Kota Surabaya.

PMI mengerahkan 5 Sukarelawan PMI yang bekerja 3 shift selama 24 jam. Saat ini, PMI juga sedang menyiapkan tim program dukungan psikosial bekerja sama dengan RS. Dr. Soetomo Surabaya.

Pesawat AirAsia jurusan Surabaya-Singapura itu dikabarkan hilang kontak dari Air Traffic Controller (ATC) Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Minggu 28 Desember 2014 sekitar pukul 06.17 WIB. Pesawat dengan nomor penerbangan QZ8501 itu take off dari Bandara Juanda, Surabaya, Jawa Timur pukul 05.20 WIB, dan seharusnya tiba di Bandara Changi, Singapura pukul 08.30 waktu setempat.

Pesawat jenis Airbus A320-200 dengan register PK-AXC itu dipiloti Kapten Iriyanto dan Remi Emmanuel Plesel, serta 4 awak kabin, yakni Wanti Setiawati, Khairunisa Haidar Fauzi, Oscar Desano, Wismoyo Ari Prambudi, dan 1 teknisi bernama Saiful Rakhmad.

Air Asia yang hilang itu berpenumpang 155 orang. Terdiri atas 138 penumpang dewasa, 16 penumpang anak-anak, dan ‎1 bayi. Penumpang didominasi dari warga negara Indonesia, 1 WN Singapura, 1 WN Inggris, 1 WN Malaysia, dan 3 WN Korea Selatan.

Untuk informasi selengkapnya, dapat menghubungi: Mirta Krisna, No. HP. 0856-4580-0087 (Koordinator Posko PMI Kota Surabaya)

X