logo2021

Kamis (10/7), Palang Merah Indonesia (PMI) bersama International Federation of the Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC) dan Zurich Insurance menandatangani sebuah kesepakatan untuk secara bersama-sama meningkatkan kapasitas ketahanan terhadap bencana banjir di negara-negara yang rawan bencana banjir diseluruh dunia, antara lain sampai saat ini ; Meksiko, Nepal dan Indonesia.

Sejak 2008, IFRC telah menjalani kerjasama dengan Zurich Insurance Group dan Zurich Foundation. Pada 2013, kerjasama ini telah berkembang secara signifikan dengan ditandatanganinya sebuah nota kesepahaman berdurasi lima tahun, tentang pengurangan resiko bencana dengan fokus pada pembangunan ketahanan masyarakat terhadap banjir. Kemitraan ini akan memberikan sumber daya bagi implementasi sebuah Community Based Flood Resilience Program (CBFRP) di Indonesia mulai dari 2013 sampai 2017.

Banjir berdampak bagi banyak orang secara global, dibandingkan berbagai jenis bencana alam lainnya. Hal tersebut juga mengakibatkan dampak sosial dan ekonomi terbesar. Serta dampak kemanusiaan dan kerugian material yang tidak kecil.  Oleh karenanya, PMI bersama dengan IFRC akan mengembangkan, menguji coba dan mengimplementasikan solusi–solusi inovatif yang scalable dengan fokus pada kajian risiko dan pengurangan dampak. Kemitraan ini juga akan mengembangkan pengetahuan dan memberikan pengaruh pada hasil–hasil (outcome) dari berbagai kebijakan pengurangan risiko bencana guna memperkuat pertahanan masyarakat.

Pendekatan yang diterapkan dalam program ini adalah dengan menggabungkan sumber daya pakar Zurich, dengan kehadiran dan pengalaman Palang Merah dan Bulan Sabit Merah di dalam masyarakat. Guna mengembangkan dan mengimplementasikan berbagai solusi risiko bencana yang efektif yang akan disesuaikan dengan praktek PRB yang ada di dalam IFRC. Serta fokus pada pengujian dan implementasi sarana, guna meningkatkan ketahanan terhadap bencana banjir melalui metode – metode mitigasi yang tepat guna dan hemat biaya.

“Program ini fokus pada pengembangan dan diseminasi pengetahuan dan keahlian tentang ketahanan terhadap bencana banjir. Bertujuan untuk memberikan dampak pada tingkat lokal melalui berbagai kegiatan ketahanan strategis jangka panjang.” Jelas, Sekertaris Jenderal PMI, Bpk. Budi Atmadi Adiputro.

Di Indonesia, wilayah yang akan terdampak progra tersebut antara lain ; Provinsi Jawa Barat (Kabupaten Bogor, Bandung dan Karawang), Provinsi Jakarta (Kota Jakarta Selatan), Provinsi Jawa Tengah (Kabupaten Wonogiri dan Solo) dan Provinsi Jawa Timur (Kabupaten Bojonegoro). Proses seleksi desa dilaksanakan dengan proses VCA yang akan dilaksanakan di sepanjang aliran masing-masing sungai. Melibatkan masyarakat dari 21 desa di dalam 7 kabupaten. Proses akan dilaksanakan  secara partisipatif bersama masyarakat dan mitra-mitra proyek ketahanan terhadap banjir (PMI, IFRC dan Zurich).

 

 

X