logo2021

Memasuki hari keenam, fokus tim pencari pesawat AirAsia QZ8501 masih pada evakuasi korban. Jumlahnya semakin hari terus bertambah. Puing-puing pesawat pun semakin banyak ditemukan.

Sejak hari ketiga upaya pencarian atau tanggal 31 Desember 2014, pesawat berpenumpang 155 orang tersebut sudah dipastikan jatuh ke laut Jawa. Sejak itu, jenazah dan serpihan terus dievakuasi. Ada beberapa jasad yang sudah dikenali bahkan dikuburkan.


Aktivitas pencarian korban dan identifikasi korban berdasarkan data antemortem dan post mortem masih dilakukan hingga kini (2/1). Tepat pukul 19.25 Wib, 10 Jenazah yang dibawa pesawat CN-235 milik TNI AU dari Lanud Pangkalan Bun, Kalteng tiba di Base Ops Lanudal Juanda. Empat jenazah dari pesawat USS Sampson sudah diantarkan ke RSUD Imanuddin untuk dibaringkan dalam peti. Direktur Eksekutif DVI Polri Kombes Anton Castilani menyatakan bahwa keempatnya berusia dewasa.

Pada pukul 18.41 WIB (2/1), Basarnas mengkonfirmasi ada 30 jenazah korban AirAsia QZ8501 yang berhasil dievakuasi. Namun, tujuh korban yang masih berada di KRI Bung Tomo dan satu korban di KD Pahang Malaysia masih berada di laut.

Sementara itu, sekitar pukul 17.30 wib, Sukarelawan PMI terbang dengan pesawat CN-295 TNI AU membawa 10 peti jenazah penumpang Airsia QZ8501 dari Lanud Iskandar Pangkalanbun Kalimantan Tengah menuju Bandara Juanda Sidoarjo Jawa Timur. Penerbangan tersebut diperkirakan memerlukan waktu 2 jam. Tim PMI di Juanda telah siap Ambulans untuk mengantarkan jenazah ke RS. Bhayangkara.

Untuk informasi selengkapnya, dapat menghubungi : Agus Barkah, Koordinator TIM PMI Jaktim, Hp : 0856 9119 46795 atau Mirta Krisna, Koordinator Posko PMI Kota Surabaya, HP. 0856 4580 0087, atau Ilham, Staf PMI Provinsi Kalimantan Tengah, 0813 4906 7565 

X