logo2021

Senin, 26 Januari 2015, Pagi itu mentari dengan semangat menyinari wilayah Jakarta. Sama halnya dengan siswa siswi SMP Mekar Tanjung yang pagi itu lebih bersemangat dari biasanya. Bahkan beberapa siswa mengaku tidak sabar menanti hari itu tiba.

Palang Merah Indonesia (PMI) bersama PT. Astra Internasional mengunjungi SMP Mekar Tanjung yang bertempat di Warakas, Tanjung Priuk – Jakarta Utara. Dalam misi program generAKSI SEHATIndonesia, PMI dan Astra membagikan kacamata gratis untuk anak-anak Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari keluarga yang tidak mampu di seluruh Indonesia.

Mengapa kacamata?


Di Indonesia, dari 66 juta anak usia sekolah (5 – 19 tahun), 10% mengalami gangguan akibat kelainan refraksi. Menurut data riset tahun 2013 Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan, 4,6% dari total populasi penduduk Indonesia memakai kacamata koreksi refraksi dan lensa mata, atau dengan kata lain kaca mata minus. Sayangnya, 90% dari kasus gangguan penglihatan diderita oleh masyarakat yang berasal dari keluarga berpenghasilan rendah.

Jika gangguan penglihatan dialami oleh anak-anak usia sekolah (5 – 19 tahun), maka akan bengaruh pada perkembangan kecerdasan anak. Otak dan mata dihubungkan oleh syaraf optis. Saat mata mengalami gangguan penglihatan, tentu akan mempengaruhi kinerja otak. Jika anak-anak tidak mampu atau salah membaca tulisan karena gangguan penglihatan, maka otak juga akan salah mempersepsikan makna tulisan. Hal tersebut yang akan membuat proses belajar mengajar terhambat. Selain itu juga akan mempengaruhi mutu, kreativitas dan produktivitas anak-anak. Semua itu yang mendasari PMI dan Astra fokus pada kesehatan mata anak-anak Indonesia.

Duniaku kembali terang

Namanya Rukun. Kini ia berada dibangku kelas 8 SMP Mekar Tanjung. Sudah lama ia merasakan gangguan dimatanya.

“Ibuku sempat ragu apakah aku dapat bersekolah, karena ia mengetahui bahwa penglihatanku kurang baik. Namun aku selalu meyakinkan Ibu keinginanku yang amat besar untuk menimba ilmu. Akhirnya dengan segala keterbatasan yang kumiliki, aku diperbolehkan bersekolah oleh ibuku,” tuturnya.

Rukun ialah salah satu penerima manfaat kacamata dalam program generAKSI SEHATIndonesia. Setelah melakukan pemeriksaan, ternyata minus yang dialami Rukun sudah mencapai minus 16. Kacamata pemberian ini adalah kacamata pertama yang dipakai Rukun. Saking terharunya, Rukun sampai menangis terharu saat mendapat kacamata ini.

“Setiap hari aku bangun jam 4 pagi untuk persiapan berangkat ke sekolah. Karena penglihatanku yang kurang, aku harus memberikan waktu lebih banyak untuk berangkat ke sekolah yang ku tempuh dengan berjalan kaki. Di kelas pun aku mengandalkan teman sebangku untuk melihat tulisan di papan tulis.” Tuturnya lagi.

“Kini setelah mendapat bantuan kacamata, aku dapat kembali melihat dengan baik. Duniaku kembali terang. Terimakasih atas bantuannya.” Ucap Rukun sambil menitihkan airmata terharu. Selain Rukun, terdapat 54 penerima manfaat lainnya di SMP Mekar Tanjung. Tak hanya di Jakarta, program ini juga akan mengunjungi anak-anak di Atambua (NTT) dan Nunukan (Kalimantan timur) agar anak-anak yang mengalami gangguan penglihatan dapat kembali melihat indahnya dunia dan meriah prestasi yang gemilang.

X