logo2021

Tim Wash (Water, sanitation, and hygiene) Palang Merah Indonesia (PMI) menyokong kebutuhan air bersih masyarakat terdampak banjir Kalimantan Selatan (Kalsel) di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).  PMI mendistribusikan air bersih hasil filtrasi air sungai ke pengungsian-pengungsian serta pemukiman warga. Fasilitas air bersih di sejumlah kabupaten/kota Kalsel mengalami kerusakan pascabanjir hebat sejak 12 Januari lalu.

Tim Wash PMI  memanfaatkan mesin Nuf Filtration donasi dari Palang Merah Itali untuk memproduksi air bersih. Koordinator Tim Wash Tanggap Darurat Bencana (TDB) Banjir Kalsel Wahya Dwi Cahyono mengatakan, mesin pengolahan air berkapasitas sedang ini biasa digunakan untuk pemenuhan kebutuhan air besih dalam TDB. Dalam sehari, lanjutnya, mesin tersebut dapat memproduksi 9.800 liter air bersih.

“Ini sebetulnya skala rumah tangga, kami turunkan 2 alat Untuk TDB di Kalsel ini,” jelas Gowang sapaan akrab Wahyu.

Sejak awal TDB, secara total, PMI telah mendistribusikan 92.900 liter air bersih. Selain dari pengolahan air Sungai  Brabai, PMI juga mendistribusikan air yang diolah Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Penerima manfaat layanan ini ditaksir mencapai 18.139 jiwa.

Mesin bertenaga listrik ini mengolah air sungai yang diendapkan dengan tawas selama satu jam. Kemudian, air tersebut disaring dengan serangkaian proses. Gowang melanjutkan, meski tak melalui proses pemasakan, air tersebut sebetulnya siap dikonsumsi. Namun karena melalui proses distribusi, ia menyarankan agar air dimasak terlebih dahulu.

“Kami menyebutnya air bersih, masyarakat bisa manfaatkan untuk dimasak ataupun MCK (mandi, cuci, kakus),” imbuh Gowang.

Pasokan air bersih di HST dan daerah sekitarnya terhenti lantara banjir. PDAM setempat, terang Gowang, kesulitan mengolah air baku lantaran kerusakan mesin. Kehadiran Tim Wash PMI diharapkan dapat membantu masyarakat HST dan sekitarnya.

Tim Wash PMI selalu dilibatkan dalam TDB, khususnya bencana hidrologi. Sesuai namanya, tim ini mengupayakan ketersediaan air bersih, memastikan sistem sanitasi yang baik, serta membantu penyediaan fasilitas kebersihan di medan bencana. Secara resmi, tim ini terbentuk saat penanggulangan bencana Tsunami Aceh pada 2004 silam.

X