logo2021

Kekeringan tahun ini adalah yang terparah yang dialami oleh warga Bintan, Kepulauan Riau (Kepri). Bayangkan saja, sudah dua bulan Batam tidak diguyur hujan, tidak setitik air pun jatuh dari langit. Padahal, sejatinya tidak ada musim di wilayah Kepri, melainkan hujan sepanjang tahun.

Saat ini tengah terjadi iklim ekstrem di beberapa wilayah Indonesia yang menyebabkan wilayah di Batam, Kepri kering. Bahkan, dalam catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejak akhir Januari, Batam tidak pernah diguyur hujan.


Selama ini warga pulau mengandalkan hujan sebagai sumber air bersih. Biasanya, warga menyiapkan drum-drum besar di halaman rumah untuk menampung air hujan yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Namun, sudah nyaris dua bulan ini drum milik warga kosong. Adapula warga yang terpaksa menghemat air bersih dengan tidak mandi.

Rabu lalu (4/3), Sukarelawan PMI Kabupaten Bintan berupaya menyuplai air bersih untuk kebutuhan warga di wilayah Bina Desa, Kelurahan Sei Lekop Kabupaten Bintan, yang merupakan lokasi kekeringan terparah.

“Kami telah mensuplai 17.000 liter hari untuk 4 tangki yang berada di Bina Desa. Sekali angkut, kami membawa 1000 liter. Kegiatan tersebut akan terus kami lakukan kembali hingga hujan kembali turun di wilayah Kabupaten Riau.” Jelas Irma Fitria, Staf Bidang PMR dan Relawan PMI Kabupaten Bitung.

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi : Irma Fitria, Staf Bidang PMR dan Relawan, Hp: 081261119881, Email: relawanpmibintan@yahoo.co.id

X