logo2021

Tentara Inggris yang tergabung dalam unit Military Stabilisation Support Group (MSSG) dan TNI-AD melakukan kunjungan ke PMI Provinsi DKI Jakarta. Kunjungan tersebut dilaksanakan dalam rangka Exercise Civilian Bridge 2014 antara TNI AD dan Tentara Inggris dalam bidang penanggulangan bencana. Rombongan diterima oleh Wakil Sekretaris Pengurus Provinsi DKI Jakarta Syamsul Qomar, Selasa lalu (17/6).

Rombongan dipimpin oleh Letkol Infantri Rudy Jan Pribadi bersama Staf Mabes TNI-AD dan RSPAD. Sedangkan Tentara Inggris terdiri dari Kapten Robinson Jon dan Odams Sue didampingi Staf Kedubes Inggris.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari serangkaian aktifitas anggota MSSG di Jakarta untuk mempelajari penanganan banjir di Indonesia, khususnya di Jakarta.

“Kunjungan dalam rangka join training ini, tujuannya adalah  ingin mengetahui bagaimana peran dan eksistensi dari PMI dalam penanggulangan bencana dan hal-hal yang bersifat manajerial,” terang Letkol (Inf) Rudy Jan Pribadi.

“Indonesia adalah negara yang rawan bencana, sehingga Tentara Inggris  bisa belajar banyak dengan Indonesia pada saat penanganan bencana di Inggris, terutama banjir,” kata Letkol (Inf) Rudy Jan Pribadi.

Military Stabilisation Support Group (MSSG) adalah sebuah organisasi berbasis pertahanan dalam struktur angkatan bersenjata Inggris. Unit ini memiliki sejumlah tim dan para ahli yang siap dikirim ke wilayah konflik dan daerah-daerah yang terkena bencana alam. MSSG juga menyediakan bantuan militer untuk masyarakat sipil di titik-titik bencana.

Dalam kunjungan tersebut, PMI Provinsi DKI Jakarta memaparkan tentang penanganan bencana banjir yang terjadi di wilayah DKI Jakarta pada Januari 2014 lalu.

“Negara Indonesia rentan pada bencana alam, maka kami ingin belajar dari Negara Indonesia mengenai masalah penanganan bencana khususnya banjir. Karena pada saat terjadi banjir di Inggris ternyata masih banyak orang yang belum paham cara penanganannya. Oleh karena itu kami mau belajar,” ujar Odams Sue perwakilan Tentara Inggris.

Odams Sue juga menanyakan beberapa hal kepada PMI Provinsi DKI Jakarta antara lain, apakah PMI melakukan sosialisasi dengan media pada saat bencana. Apakah pada saat menyampaikan pesan-pesan kepada masyarakat sudah menggunakan media. Juga bagaimana pelatihan penanganan bencana dan simulasi yang dilakukan.

Mereka juga bertanya, jika terjadi bencana yang sifatnya nasional, bagaimana link-up nya. Bagaimana koordinasi pasca bencana dengan instansi terkait, dan bagaimana hubungan dengan media dalam penanganan bencana yang dilakukan oleh PMI.

Join training antara TNI-AD dan Tentara Inggris tersebut baru pertama kali dilaksanakan dan banyak hal yang dilakukan.

“Dalam tanggap darurat banjir yang terjadi Januari 2014 lalu, kami telah mengadakan rapat koodinasi internal, dan juga rapat koordinasi dengan PM Kota dan Kabupaten PMI se DKI Jakarta, serta PMI Pusat untuk melakukan langkah-langkah yang tepat sasaran dalam penanggulangan bencana,” kata Syamsul Qomar.

“Kegiatan yang kami lakukan juga sudah  sesuai dengan rencana kontijensi dan SOP dari PMI Pusat,” tambah Syamsul Qomar.

Dalam kunjungan tersebut, Tim TNI-AD dan Tentara Inggris juga meninjau Posko PMI Provinsi DKI Jakarta dan berdialog dengan petugas Posko. Mereka melihat kegiatan di Posko diantaranya teknis komunikasi dan koordinasi melalui radio komunikasi yang ada untuk memonitor aktifitas Posko PMI di wilayah.

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi: Drs. H. Syamsul Qomar, MM., Wakil Sekretaris Pengurus Provinsi PMI DKI Jakarta, HP  082113098899. Abdurrahman, Staf Bidang Organisasi & Komunikasi PMI Provinsi DKI Jakarta, HP 08129944499.

 

 

X