logo2021

Layanan Kemanusiaan PMI 2020 dan Harapan 2021 Tahun Solidaritas Untuk Kemanusiaan

Ayu Paraswati

Ayu Paraswati

Layanan Kemanusiaan Palang Merah Indonesia (PMI) di tahun 2020 merupakan layanan yang memiliki makna khusus. Di samping hadir dalam berbagai bencana sepanjang tahun 2020, layanan PMI didominasi oleh upaya penanggulangan dan  penekana penyebaran covid-19. Upaya pencegahan hingga penanggulangan pandemi covid-19  melibatkan relawan PMI mulai dari Palang Merah Remaja (PMR), Korps Suka Rela (KSR), Tenaga Suka Rela (TSR) dan Donor Darah Suka Rela yang jumlahnya sekitar 750.000 orang di seluruh Indonesia dan didukung  seluruh elemen masyarakat serta sumber daya logistik PMI. Dengan semangat solidaritas inilah maka PMI mencanangkan Tahun Solidaritas Untuk Kemanusiaan, tepat pada ulang tahun ke-75 pada 17 September 2020.

Sejak pandemi covid -19 mulai terlacak pada awal Maret 2020 di Indonesia, hingga kini terdata 700.000 an orang terjangkit. Sebagai lembaga kemanusiaan pendukung pemerintah, PMI terlibat aktif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan covid-19. Hingga Desember ini, menurut Sekretaris Jendral PMI, Sudirman Said, sebanyak 6.940 relawan PMI dimobilisasi dalam operasi penanganan covid-19, jumlah tersebut belum termasuk relawan masyarakat yang jumlahnya ratusan ribu. “Kami kehilangan 15 relawan  yang gugur dalam operasi tersebut,” sebut Sekjen.

Dalam hal pencegahan, PMI melakukan kampanye kesehatan baik secara langsung maupun tidak langsung. Penyuluh PMI di seluruh Indonesia menyasar komunitas serta pusat keramaian seperti pasar untuk promosi kesehatan menjaga ‘Aman’ (3M) dan ‘Imun’. Sudirman mengatakan, penerima manfaat layanan ini ditaksir mencapai 6.689.214 jiwa.

Untuk menekan penyebaran virus corona, PMI melakukan disinfeksi secara masif, dengan memobilisasi 45 unit truk penyemprot, 200 unit mobil bak terbuka, dan 106 unit motor roda tiga dalam layanan ini. PMI mengutamakan fasilitas umum serta lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi tempat penularan. Untuk memaksimalkan upaya ini, PMI juga membekali relawan masyarakat dengan alat penyemprot disinfektan sederhana.

“Total  sudah 108.060 lokasi yang telah kami disinfeksi. Kami juga mendorong agar masyarakat bisa melakukan disinfeksi secara mandiri, Kami bagikan 16.732 unit penyemprot ke pengurus wilayah,” masih kata Sudirman.

PMI, dikatakan Sudirman, akan terus memobilisasi jejaring relawan di seluruh daerah untuk memasyarakatkan kebiasaan baru dalam pandemi covid-19 ini. “Para ahli sudah memprediksi, Pandemi ini akan berlangsung lama. Karenanya, berdisiplin dalam protokol kesehatan adalah keharusan. Kampanye ini akan kami kuatkan agar menjadi kebiasaan di masyarakat,” katanya lagi.

Selain kampanye pencegahan dan disiplin protokol kesehatan, PMI mengembangkan terapi plasma konvalesens dalam penyembuhan covid-19. Sudirman Said mengatakan, meski bukan sebagai pengobatan utama, terapi plasma konvalesens menjadi harapan bagi kesembuhan pasien covid-19 bergejala sedang hingga berat. Dari terapi ini tingkat penyembuhannya, dapat dikatakan 95 persen. Karena itu, lanjutnya, PMI akan memaksimalkan penghimpunan plasma konvalesens yang diambil dari penyintas covid-19. Unit Donor Darah (UDD) PMI sudah berupaya  menghimpun plasma konvalesens untuk menekan angka kematian akibat covid-19. Sedikitnya 2.100 kantong plasma konvalesens dihimpun dan didistribusikan PMI ke ratusan rumah sakit covid-19.

“Pada 2021, kami akan meningkatkan pelayanan program ini, karena sejauh ini terbukti sangat membantu dalam perawatan pasien covid-19 bergejala berat, khususnya yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid. Kami akan pertegas kerjasama dengan kementerian atau lembaga terkait,” jelasnya pada ekspos Catatan Akhir Tahun 2020 PMI, Rabu (30/12/2020)

Rencana pemerintah melibatkan PMI dalam program vaksinasi ditanggapi positif. Ketua Umum PMI Jusuf Kalla. “Kami punya ratusan Unit Donor Darah (UDD) di daerah. Tenaga ahli di UDD pun bisa dimobilisasi untuk Vaksinasi bilamana diperlukan,” kata JK kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan beberapa waktu lalu.

Selama 2020, PMI telah merespons 2.454 bencana di seluruh Indonesia, termasuk banjir, tanah longsor, gempa bumi, dan erupsi gunung berapi. Bantuan logistik  didistribusikan PMI ke sejumlah bencana tersebut, termasuk bantuan paket kesehatan, yang didistribusikan dari 6 gudang regional dan satu gudang darurat covid-19 di Jakarta.

“Kami memiliki gudang regional di Banten, Padang, Semarang, Gresik, Banjarmasin, dan Makassar, ” kata Sekjen PMI.

Sebagian besar pendanaan operasi penanggulangan bencana dan pandemi covid-19 oleh PMI berasal dari penggalangan dana. Selama 2020, PMI berhasil menghimpun donasi senilai Rp 132.931.389.139 dari donasi khusus penanganan covid-19 dan donasi barang.

LOGIN

Belum punya akun? Silakan klik tombol di bawah ini untuk melakukan pendaftaran.

DAFTAR

  • Halaman 1
  • Halaman 2
  • Halaman 3