logo2021

Perkuat Operasi Berbasis Masyarakat, PMI Salurkan 500 Alat Semprot Disinfektan

Farhan Irfan

Farhan Irfan

CENGKARENG, JAKARTA BARAT–Palang Merah Indonesia (PMI) menyalurkan 500 unit alat semprot dinsinfektan ke Pemerintah Kota Jakarta Barat untuk penanggulangan covid-19 yang tengah melonjak, Rabu (30/6/2021). Alat semprot tersebut akan dibagikan hingga ke tingkat RT untuk disinfeksi lingkungan tinggal warga. Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemandirian warga dalam pencegahan serta penanggulangan covid-19.

Sekretaris Jenderal PMI Sudirman Said menjelaskan, bantuan tersebut untuk mendorong penguatan operasi berbasis masyarakat di wilayah. Tak hanya alat semprot, PMI juga menyalurkan 15 unit sepeda ke pengurus lingkungan untuk patroli. Sudirman menyebut, operasi penanggulangan serta edukasi dan promosi kesehatan dengan patroli sepeda ini dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat.

“Kita lakukan penyemprotan disinfektan sambil kita mengingatkan kepada masyarakat untuk jaga jarak, cuci tangan, protokol kesehatan dan sebagainya,” katanya.

Pengurus lingkungan juga diharapkan dapat menggalang solidaritas warga dalam menghadapi gelombang kedua pandemi ini. Menurut Sudirman, warga yang terdampak dan terpapar covid-19 tidak perlu khawatir berlebihan karena pembatasan. Dengan menggalang solidaritas, sambungnya, diharapkan tidak warga tersebut yang terabaikan.

“Indonesia termasuk negara paling dermawan, di mana 8 dari 10 warganya tetap menyumbang meskipun dalam kesulitan, karena itu kita tidak perlu khawatir terlalu berlebihan masyarakat akan terlantar. Karena seberapa sulit pun kita cenderung untuk membantu sesama,” tutur Sekjen PMI.

Sudirman melanjutkan, penggalangan solidaritas dalam menghadapi pandemi merupakan cara terbaik agar orang tetap di rumah. Dengan begitu, lanjutnya, kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dapat berjalan efektif.

Wali Kota Jakarta Barat Uus Kuswanto menambahkan, kerja sama lintas sektoral antara Pemeritah Kota, TNI-Polri, dan PMI perlu digencarkan untuk percepatan penanggulangan covid-19. Terlebih di Jakarta yang penambahan kasusunya dinilai mengkhawatirkan.

“Jakarta merupakan salah satu daerah dengan kasus tertinggi di Indonesia, karena merupakan daerah padat dan mobilitas masyarakat yang sangat tingg. Kondisi saat ini sedang tidak baik-baik saja. Karena itu kolaborasi sangat diperlukan untuk menekan lonjakan kasus,” kata Uus.

Berdasarkan data yang dilansir pada Senin (29/6/2021), terdapat penambahan 7.379 kasus baru berdasarkan PCR positif. Angka kasus baru itu tercatat yang tertinggi di Indonesia, menyusul Jawa Barat sebanyak 3.908, Jawa Tengah sejumlah 2.932, dan Jawa Timur sebanyak 1.065 kasus baru.

LOGIN

Belum punya akun? Silakan klik tombol di bawah ini untuk melakukan pendaftaran.

DAFTAR

  • Halaman 1
  • Halaman 2
  • Halaman 3