CERITA MEREKA, DI BALIK MENGIKUTI KEGIATAN LIMITLESS HINGGA LOLOS KE TAHAP SELANJUTNYA

Ahmad Zahid

Ahmad Zahid

TANAH LAUT, KALIMANTAN SELATAN, – Pandemi covid-19 yang sekarang memasuki tahun kedua memberikan berbagai dampak kepada seluruh aspek kehidupan, sebagai orang muda yang aktif di kegiatan PMI Tanah Laut, Kalimantan Selatan kami ingin berkontribusi dalam mengurangi dampak dari Covid-19 bagi masyarakat di sekitar kami.

 Pada awalnya, saat membaca edaran mengenai gagasan dan ide yang dapat membantu masyarakat ini kami sempat pesimisme karena ini merupakan kegiatan internasional dengan isu yang cukup rumit ditambah pengalaman kami yang masih kurang dan sulitnya menemukan rekan yang benar-benar mau meluangkan waktu dalam partisipasi kegiatan ini. Namun, ketidakpercayaan diri tersebut berhasil kami lawan dan kami memutuskan untuk tetap berpartisipasi. Kami sadar bahwa kegiatan ini merupakan kesempatan emas yang dimana kami bisa belajar sekaligus berkontribusi bagi masyarakat. 

Pada awalnya Isu yang ingin kami angkat adalah mengenai kesehatan mental karena terbatasnya ruang pergerakan masyarakat karena pandemi yang mengharuskan tetap di rumah saja. Bukan hanya itu, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal dan berbagai masalah ekonomi dan pendidikan juga sempat menjadi isu penting yang ingin kami angkat. Dan setelah berdiskusi kami memutuskan untuk memilih masalah pada yang berkaitan dengan pariwisata, karena menurut kami dampak dari sepinya tempat pariwisata akan menimbulkan krisis ekonomi bagi masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada kunjungan wisatawan, terutama para pedagang yang biasa berdagang di tempat pariwisata. Karena hal tersebut mau tidak mau pemerintah pun sedikit melonggarkan kebijakan dengan membuka tempat pariwisata, namun dampaknya masyarakat yang sudah jenuh di rumah ketika berwisata malah banyak yang tidak mematuhi protokol kesehatan sehingga  hal tersebut menjadi permasalahan baru dengan meningkatnya kasus penyebaran covid-19.  tersebut cukup kompleks dimana ada adalah salah satu solusi untuk menjaga kesehatan mental dan kestabilan ekonomi. Namun, masalah baru muncul yaitu meningkatnya kasus Covid-19 karena masyarakat yang berwisata tidak mematuhi protokol yang ada. Dan disisi lain kami juga paham karena kami turut merasakan bahwa di rumah saja itu membosankan tapi jika keluar berisiko tertular Covid-19. 

Untuk mengetahui tanggapan masyarakat, kami juga melakukan penyebaran kuesioner untuk mendapatkan  pendapat dari masyarakat terkait pentingnya permasalahan tersebut untuk diangkat. Melihat respon masyarakat yang memang membutuhkan, kami pun mencoba menuangkan ide dan gagasan kami ke dalam video singkat untuk dikirimkan ke Solferino Academy Dan selama proses perancangan solusi, di Indonesia kembali diterapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) akibat peningkatan kasus Covid-19. Dan setelah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pertama diterapkan ternyata cukup banyak masyarakat yang jenuh dan pergi berlibur dengan mengunjungi tempat wisata, namun mereka tidak mematuhi Protokol Kesehatan yang ada. Dari kejadian tersebut kami berharap mampu lolos ke babak selanjutnya dan hal tersebut terjadi. semoga program “Pariwisata Bungas Untuk Pemulihan Ekonomi Lokal & Komunitas” ini dapat menjadi bagian dalam mengurangi dampak dari Pandemi covid-19.

46

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on google
Share on linkedin
Share on pinterest

BERITA LAINNYA

PMI DAN ICRC PERKUAT KERJA SAMA KEMANUSIAAN

JAKARTA—Palang Merah Indonesia (PMI) bersama Komite Internasional Palang Merah atau ICRC berkomitmen untuk memperkuat...

PMI DAN KOICA AJARKAN ANAK KESIAPSIAGAAN BENCANA

PEKALONGAN - Palang Merah Indonesia (PMI) bersama Korean International Cooperation Agency (KOICA) menggandeng 150...

Respon Erupsi Semeru, PMI Kabupaten Blitar Kirim Relawan

Blitar - PMI Kabupaten Blitar menerjunkan personel dan bantuan ke lokasi terdampak erupsi Gunung...