RESPON ERUPSI GAK, BASARNAS & PMI CILEGON WUJUDKAN KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT

Fahrullah Al-Bantani

Fahrullah Al-Bantani

CILEGON.- Peran masyarakat dalam penanggulangan bencana (kesiapsiagaan dan tanggap darurat) dirasakan sangat penting. Hal itu diungkapkan sejumlah peserta acara Ngobrol Pintar Masyarakat Aman dan Tangguh Bencana (Ngopi Mantab) yang digelar, Selasa (26/04/2022) bertempat di Masjid Al-Mufilihun, RT.01/RW.05, Lingkungan Cipala, Kelurahan Lebakgede, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon.

Hadir dalam acara yang sekaligus memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) tahun 2022, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Provinsi Banten, Adil Triyanto, Camat Pulomerak, Mangsur, Lurah Lebakgede, Fatoni, Pengurus Organisasi Radio Amator Republik Indonesia (Orari) Kota Cilegon (Asep Juhada, Priyo Utomo, Syahrifuddin dan Syahril), Pengurus Indonesia Offroad Federation (IOF) Banten, Asep Saefullah, Ketua dan Sekretaris PMI Kecamatan Pulomerak, Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Cilegon, Tim Sibat Lebakgede dan Gunung Batur II, Perwakilan dari UAR (Gunawan), Ketua RK dan para RT di Lingkungan Cipala.

“Masyarakat merupakan pelaku utama dalam penanggulangan bencana. Untuk itu, mereka harus diberikan edukasi, pendidikan dan pelatihan dalam penanganan bencna di wilayahnya masing-masing,” ujar Kepala KPP Banten, Adil Triyanto.

Dijelaskan, KPP akan terus mendukung upaya peningkatan kapasitas kebencanaan pada masyarakat dalam hal pencarian dan pertolongan (evakuasi).

Sementara itu, Camat Pulomerak, Mangsur yang baru menjabat menyatakan terima kasih dan penghargaan kepada KPP, PMI dan stakholders kebencanaan lainnya yang telah menjadikan Lingkungan Cipala sebagai tempat kegiatan Ngopi Mantab. “Kegiatan ini sangat penting dan bermanfaat bagi kami juga selaku aparatur kecamatan dan kelurahan. Semoga dari acara Ngopi Mantab ini nantinya ditindaklanjuti dengan program-program pendidikan & pelatihan kebencanaan bagi masyarakat,” katanya.

Butuh Ilmu Kebencanaan dan Lampu Penerang Jalan

Sementara itu, Ketua Rukun Kampung (RK) Cipala, Kurtubi menegaskan, para Ketua RT, RK/RW sangat membutuhkan ilmu tentang kebencanaan, termasuk masyarakat, khususnya para pemuda. “Wilayah kami pernah dijadikan tempat pengungsian dari masyarakat yang panik akibat adanya Tsunami Selat Sunda pada Desember 2018. Kami panik ketika tiba-tiba, pada malam hari, ratusan warga dengan berjalan kaki dan berkendaraan mengungsi ke sini. Waktu itu kami bingung apa yang harus dilakukan, hanya bisanya memberikan tempat mereka berlindung dengan tinggal semenetara di rumah-rumah warga,” tuturnya.

Sementara Ketua RT, Janari meminta agar pemerintah untuk memasang lampu penerang jalan menuju Lingkungan Cipala. “Selain untuk keamanan dan kenyamanan warga pada masa aman, juga pada saat terjadi bencana,” katanya.

Usai acara berbuka puasa bersama, PMI Kota Cilegon menyerahkan bantuan paket sembako diserahkan oleh Ketua PMI Kecamatan Pulomerak, H. Hedi Jamhari dan dari Yayasan Mengetuk Pintu Langit (YMPL) diwakili Kepala KPP menyerahkan uang santunan untuk diberikan kepada warga kurang mampu di wilayah tersebut.

Untuk diketahui, Lingkungan Cipala berada pada ketinggian 370 meter di atas permukaan laut (MDPL), berjalan sekira 5 KM dari pesisir pantai Merak.***

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on pinterest

BERITA LAINNYA

TINGKATKAN KAPASITAS KEMARKASAN, WUJUDKAN PMI YANG PROFESIONAL DI BANTEN

SERANG.- PMI Provinsi Banten dan Kabupaten-Kota se-Banten bakal mampu menerapkan manajemen markas maupun Unit...

PONPES AL-QODIRI GANDENG PMI JEMBER CEGAH DBD SEHARI SEBELUM KEDATANGAN SANTRI

Jember, Sebagai antisipasi penyebaran penyakit demam berdarah yang ditularkan oleh nyamuk aedes aegypti, ratusan...

HALAL BIHALAL KARYAWAN ALFAMART DIISI DENGAN KEGIATAN DONOR DARAH

TANAH LAUT, KALIMANTAN SELATAN - Halal bihalal adalah salah satu tradisi yang berkembang di...