GENJOT PEMENUHAN STOK DARAH, PMI GANDENG ALUMNI UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Ayu Paraswati

Ayu Paraswati

Pemenuhan kebutuhan darah nasional mengalami kemerosotan selama pandemi. Beragam upaya dilakukan Palang Merah Indonesia (PMI) guna menggenjot persediaan. Semangat solidaritas digalang PMI dengan mengajak anggota komunitas-komunitas mendonorkan darahnya, seperti dilakukan Ikatan Alumni Brawijaya (Ika UB) di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, beberapa waktu lalu.

Sebanyak 457 kantong darah terkumpul dari gerakan ‘Saatnya berani berbagi tanpa rasa takut’ Ika UB. Ketua Ika UB Sis Apik Wijayanto menuturkan, gerakan ini berangkat dari keprihatinan komunitasnya atas kondisi defisit darah saat ini. Sis melanjutkan, acara donor darah yang juga dihadiri pengunjung GBK ini dilakukan dengan protokol kesehatan ketat demi keamanan.

“Kami, para alumni tergerak untuk mengatasi kondisi saat ini, di mana stok darah di PMI berkurang akibat pandemi. Tentu, ini kami atur. Calon donor diukur suhu, tes cepat, hingga tes kadar oksigen dalam tubuh,” jelasnya.

Ketua Umum PMI Jusuf Kalla (JK) mengamini pernyataan Sis tersebut. JK mengatakan, kekhawatiran masyarakat akan covid-19 membuat persediaan darah menyusut drastis. Bahkan, kebutuhan 2 persen kantong darah dari total populasi saja tidak tercukupi.

“Ini donor darah pertama yang saya datangi selama lima bulan terakhir. Jadi memang kurang sekali,” katanya.

Sebuah protokol baru donor darah telah dijalankan PMI sejak awal pandemi. Protokol ini, di antaranya mengatur ruangan, donor, dan relawan. Protokol tersebut, dikatakan Pembina UDD PMI dr Lilis Wijaya, untuk memastikan relawan dan donor terhindar dari penularan covid-19.

“Ruangan didisinfeksi, relawan menggunakan APD (alat pelindung diri) dan donor menggunakan masker,” jelasnya.

Sementara dalam acara donor darah Ika UB, beberapa hal ditambahkan agar keamanan terjaga. PMI dan penyelenggara menyekat setiap ranjang donor dengan plastik dan membatasi jumlah donor dalam satu termin. PMI juga mengganti seprai donor yang telah digunakan.

“Jadi tidak perlu khawatir. Kami dan penyelenggara memastikan ini aman. Masyarakat juga perlu tahu kalau covid-19 itu tidak menular lewat darah,” tukasnya.