PMI SIAGAKAN POS KESEHATAN LEBARAN

Ayu Paraswati

Ayu Paraswati

Tradisi mudik merupakan tradisi perpindahan penduduk dalam jumlah besar yang biasa dilakukan masyarakat setiap tahunnya dalam rangka Hari Raya Idul Fitri. Tradisi masyarakat Indonesia ini mengakibatkan dampak sosial dan ekonomi yang besar. Arus mudik dapat memungkinkan terjadinya kecelakaan lalu lintas. Selain itu juga memiliki potensi terjadi ancaman kesehatan, yakni  mulai dari keracunan  makanan hingga peningkatan kejadian baik penyakit menular seperti ;  ISPA dan Diare, maupun penyakit tidak menular  yakni ; hipertensi, diabetes mellitus dan asma.

Menurut data Kementerian RI menunjukkan bahwa jumlah pemudik tiap tahunnya cenderung mengalami peningkatan. Pada tahun 2012 sebesar 17.245.054 pemudik, di tahun 2013 sebesar 18.587668 pemudik dan pada tahun 2014 diprediksi meningkat 3,83% menjadi 19.299.144 pemudik. Arus mudik utamanya terjadi di 10 provinsi yakni; Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali dan Sulawesi Selatan.

Palang Merah Indonesia (PMI) bersama dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan, POLRI, Jasa Raharja dan seluruh jajaran lintas sector terkait, menghadiri apel siaga lebaran pada Selasa lalu (15/7). Apel tersebut bertujuan guna menjalin kerjasama untuk mengamankan arus mudik lebaran 2014. Dalam hal ini, PMI berkesempatan untuk melakukan simulasi pertolongan pertama pada kecelakaan kendaraan bermotor.

Setiap tahun, PMI beserta pemerintah termasuk jajaran kesehatan di seluruh tanah air selalu melakukan kegiatan kesiapsiagaan mudik lebaran. Bentuk kesiapsiagan yang dilakukan adalah menyediakan pos-pos kesehatan di tempat yang diperlukan pada jalur angkutan lebaran. Tahun ini tercatat sebanyak 2.641 pos kesehatan dan 1.554 rumah sakit se- Sumatera, Jawa dan Bali disiagakan.

Agar mudik berjalan dengan aman dan lancar, para pemudik dapat mengikuti beberapa tips berikut; 1) Menyiapkan fisik yang prima; 2) Memeriksakan kesehatan sebelum perjalanan; 3) Membawa makanan dan minuman yang cukup untuk perjalanan; 4) Menyiapkan obat-obatan pribadi; 5) Istirahat yang cukup dalam perjalanan; 6) Memanfaatkan pos kesehatan jika membutuhkan; 7) Mencuci tangan pakai sabun sebelum makan; 8) Membuang sampah pada tempatnya; 9) Tidak buang air kecil atau air besar sembarangan dan selalu menjaga kebersihan toilet umum; 10) Mewaspadai tindak kejahatan pembiusan dengan menolak pemberian makanan dan minuman orang yang tidak dikenal.

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi : Mahfud, Divisi Pelayanan Sosial dan Kesehatan PMI Pusat, HP. 08159443198

 

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on pinterest

BERITA LAINNYA

PMI CILEGON IKUTI SIMULASI KEDARURATAN KESEHATAN MASYARAKAT 2022

CILEGON,- Kota Cilegon merupakan daerah dengan potensi bencana tertinggi di Indonesia, selain bencana alam...

𝐏𝐌𝐈 𝐒𝐚𝐥𝐮𝐫𝐤𝐚𝐧 𝐁𝐚𝐧𝐭𝐮𝐚𝐧 𝐤𝐞𝐩𝐚𝐝𝐚 𝐏𝐞𝐧𝐲𝐢𝐧𝐭𝐚𝐬 𝐆𝐞𝐦𝐩𝐚 𝐂𝐢𝐚𝐧𝐣𝐮𝐫 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐢 𝐫𝐚𝐰𝐚𝐭 𝐝𝐢 𝐑𝐒𝐔𝐃. 𝐑 𝐒𝐲𝐚𝐦𝐬𝐮𝐝𝐢𝐧 𝐒𝐇

KOTA SUKABUMI, JAWA BARAT - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi menyalurkan bantuan kepada...

RESPON GEMPA CIANJUR ; KSR PMI ITS MANDALA JEMBER GALANG DANA UNTUK KORBAN CIANJUR

JEMBER -  Sejumlah aktivis kemanusiaan yang terhimpun dalam Korps Sukarela (KSR) Institute Teknologi dan...