Atasi Krisis Air Bersih, PMI Bangun Pipanisasi Ribuan Meter Paska Gempa Cianjur

Humas PMI Cianjur

Humas PMI Cianjur

CIANJUR, JABAR.- Kebutuhan akan air bersih masih menjadi persoalan para penyintas yang sampai saat ini masih dibutuhkan paska-gempabumi Cianjur, Jawa Barat. Seperti yang dialami warga di Kampung Pasir Cau, Desa Sukajaya dan Kampung barujaya, Desa Padaluyu, Kecamatan Cugenang.

Sejumlah warga di dua kampung tersebut masih mengalami kesulitan mendapatkan air bersih guna kebutuhan sehari-hari. Karena sejak gempa terjadi, sumber air seperti sumur bor dan sumur resapan menghilang serta belum dilakukan normalisasi.

“Kami mendapatkan laporan dan menindaklanjutinya dengan melakukan asesmen kepada warga atas permasalahan kesulitan akses air bersih yang sampai saat ini yang dialami oleh warga di beberapa kampung yang terdampak seperti di kecamatan Cugenang,” ujar Haris Tim Water Sanitation and Hygiene¬† (WASH) PMI di Cianjur

Haris menjelaskan, untuk meringankan kesulitan warga, Tim WASH PMI Cianjur berkoordinasi dengan aparat setempat dan warga sekitar mencari sumber mata air yang dapat memasok kebutuhan air bersih dengan melakukan pipanisasi sebagai solusi dalam intervensi PMI untuk memenuhi kebutuhan air bersih yang saat ini dinantikan ratusan warga.

“Dalam proses pelaksananya ada tantangan tersendiri bagi relawan PMI yang saat ini bertugas dalam Tim WASH. Saat proses pipanisasi, tim harus menempuh ratusan kilometer dari titik sumber air ke titik pemukiman warga. Kami harus menapaki perjalan cukup jauh ke titik sumber air, melintasi ladang pesawahan untuk memastikan proses pipanisasi dan instalasi untuk pasokan air bersih ke pemukiman warga,” tuturnya.

Haris menambahkan, dalam pelaksaannya di lapangan pihaknya dibantu sejumlah warga sebagai strategi pemberdayaan khususnya para penyintas. “Sampai hari ini, kami sudah melalukan pipanisasi sepanjang ribuan meter dalam upaya normalisasi pasokan air bersih bagi kebutuhan warga penyintas gempa,” imbuhnya.

Selain pipanisasi, Tim Wash PMI melakukan intervensi dengan melakukan pembangunan latrine/MCK (Mandi, Cuci & Kakus) dengan total saat ini sudah 16 unit latrine tersebar di beberapa titik wilayah di lokasi terdampak gempa Cianjur. Angka tersebut bisa bertambah seiring masih adanya permintaan dari warga.

“Selain itu Tim Wash PMI gencar melakukan promosi kebersihan khususnya kepada kelompok-kelompok rentan para penyintas yang sampai saat ini masih berada di lokasi pengungsian. Hal ini dilakukan untuk mendorong warga untuk selalu menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) walaupun berada di lokasi darurat pengungsian,” pungkas Haris.***

Bagikan:

BERITA LAINNYA