Bencana Pergerakan Tanah di Sukabumi Meluas, PMI Kabupaten Sukabumi Bersiaga

Aril Solehudin

Aril Solehudin

KABUPATEN SUKABUMI, JAWA BARAT- Bencana Pergerakan tanah kembali terjadi di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kali ini terjadi di Kecamatan Purabaya tepatnya di Kampung Cigulusur Rt (01/01) Desa Margaluyu. Kuat dugaan penyebab tanah bergerak tersebut terjadi akibat cuaca ekstrim yang melanda wilayah Sukabumi.

Meski tidak ada korban jiwa, namun akibat pergerakan tanah tersebut menyebabkan sejumlah kepala keluarga (KK) harus rela dievakuasi ke rumah saudara terdekatnya. Lantaran, dikhawatirkan dapat berpotensi menimbulkan korban jiwa.

“Merespon kejadian tersebut PMI Kabupaten Sukabumi telah menerjunkan personilnya membantu proses evakuasi bersama petugas gabungan lainnya di lokasi kejadian,” ujar dr. Hondo Suwito Ketua PMI Kabupaten Sukabumi, jumat (22/10).

Menurut dr. Hondo Sejak tadi siang Relawan PMI sudah berada dilokasi bersama petugas gabungan melakukan koordinasi serta asesmen awal dan merencakan rencana operasi.

“Hingga saat ini Tim PMI bersama petugas BPBD Kabupaten Sukabumi, TNI, Polri, sukarelawan gabungan, dan dibantu warga sekitar tengah melakukan pendataan sementara, mendirikan tenda pengungsian serta evakuasi karena warga harus cepat cepat di evakuasi karena berpotensi pergerakan tanah susulan serta longsor susulan,” terang dokter Hondo

Dijelaskanya, dalam penanganan pergerakan tanah ini PMI menurunkan, dua staf dan lima relawannya untuk membantu evakuasi warga dan barang, selain itu menyiagakan satu unit kendaraan rescue dan perlengkapan Pertolongan Pertama.

dr.Hondo menyebutkan, berdasarkan informasi yang dihimpun kejadian pergerakan tanah tersebut, mengakibatkan rumah dan sawah warga mengalami keretakan. Data sementara dari BPBD ada 8 kepala keluarga (kk), dan 25 jiwa yang terdampak serta 18 kepala keluarga (kk), dan 29 jiwa yang terancam.

Berdasarkan pantauan dilapangan, bencana pergerakan tanah ini diakibatkan hujan yang terus menerus mengguyur dengan intensitas tinggi, kemiringan tanah serta countur tanah yang labil. Akibatnya tanah tersebut mengalami pergerakan dan saat ini warga yang terdampak, maupun yang terancam sudah berada di tenda pengusian ada juga yang memilih untuk mengungsi ke sodaranya.

Sementara itu, Staf Humas PMI kabupaten Sukabumi Aril Solehudin menambahkan, saat ini retakan tanahnya kondisinya semakin melebar, retakan tanah itu selain menyerang rumah penduduk, juga terjadi ke lahan pesawahan dan kini kondisinya semakin melebar

“Untuk menghindari keadaan hal yang tidak diinginkan, seperti bangunan ambruk, saat ini warga msyarakat yang terdampak dilaporkan mengungsi ke rumah saudaranya,” pungkas Aril

                 

 

                   

KONTRIBUTOR : IDING PRIBADI
EDITOR      : ATEP MAULANA
159

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on google
Share on linkedin
Share on pinterest

BERITA LAINNYA

PMI DAN ICRC PERKUAT KERJA SAMA KEMANUSIAAN

JAKARTA—Palang Merah Indonesia (PMI) bersama Komite Internasional Palang Merah atau ICRC berkomitmen untuk memperkuat...

PMI DAN KOICA AJARKAN ANAK KESIAPSIAGAAN BENCANA

PEKALONGAN - Palang Merah Indonesia (PMI) bersama Korean International Cooperation Agency (KOICA) menggandeng 150...

Respon Erupsi Semeru, PMI Kabupaten Blitar Kirim Relawan

Blitar - PMI Kabupaten Blitar menerjunkan personel dan bantuan ke lokasi terdampak erupsi Gunung...