Genjot Persediaan Plasma Konvalesen, PMI Gandeng Komunitas

Farhan Irfan

Farhan Irfan

JAKARTA–Palang Merah Indonesia (PMI) terus mengajak penyintas covid-19 untuk mendonorkan plasma konvalesen selama pandemi. Ajakan donor plasma konvalesen ini juga dilakukan sejumlah komunitas untuk membantu kesembuhan pasien covid-19. Kebutuhan plasma konvalesen di Indonesia masih cukup tinggi seiring peningkatan kasus covid-19 di sejumlah wilayah.

Pengurus PMI Bidang Donor Darah dokter Linda Lukitari Waseso mengatakan, permintaan harian plasma konvalesen di Jabodetabek mencapai 300 kantong. PMI, lanjutnya, hanya bisa memenuhi 100 kantong. Selain karena keterbatasan alat, sepinya pendonor juga menyebabkan pasokan plasma konvalesen tersendat.

“Mesin itu (apheresis) 45 menit kerja, sisanya 15 menit istirahat. Sehari kurang lebih 15 jam operasi. Di DKI ada 6 mesin, berarti kurang dari 100 ya. Sementara antrean 300. DKI itu mnegcover 40 persen Jabodetabek,” jelasnya pada gelar wicara virtual di Tribun News, Jumat (20/8/2021).

Keterlibatan komunitas dalam kampanye donor plasma konvalesen covid-19 ini dinilai sangat berarti. Selain untuk menjaring donor, komunitas tersebut juga membantu menyebarluaskan informasi seputar plasma konvalesen, syarat donor, hingga lokasi UDD yang terdekat dengan calon donor. Kendati demikian, Linda mengingatkan masyarakat untuk tetap berhati-hati dalam menyerap informasi terkait plasma konvalesen.

“Ada beberapa kelompok yang justru mengacaukan alur atau prosedur permohonan plasma konalesen. Misallnya, mempertemukan pemohon dengan calon donor. Jadinya bisa terjadi pungutan atau transaksi dengan calon pendonor, ini tidak dibenarkan,” tambah Linda.

Salah komunitas yang aktif mengkampanyekan donor plasma konvalesen adalah plasmahero.id. Komunitas yanag dibentuk oleh dokter Ariani ini membantu para calon donor mendapatkan pelayanan di UDD PMI terdekat. Selain itu, jelas Ariani, pihaknya juga membantu menyampaikan informasi terkait plasma konvalesen kepada calon donor.

Ariani menuturkan, pembentukan komunitas ini bermula dari kegelisan terhadap keterlambatan penanganan pasien covid-19 akibat kurangnya persediaan plasma konvalesen. Padahal menurutnya, pemberian terapi pendamping covid-19 tersebut sangat dibutuhkan pasien covid-19 yang bergejala sedang hingga berat.

“Saya tiap hari gelisah, ini permintaan banyak terus, persediaan sangat sedikit. Saya akhirnya konsultasi untuk dibuat komunitas pendonor plasma konvalesen ini yang namanya sekarang plasmahero.id,” tutur Ariani.

Hingga Sabtu (21/8/2021), PMI telah menyalurkan 91.334 plasma konvalesen ke seluruh wilyah. PMI memiliki 48 UDD dengan fasilitas mesin pengolah plasma konvalesen di seluruh Indonesia. Jumlah tersebut dinilai masih belum cukup memenuhi permintaan harian plasma konvalesen di seluruh Indonesia.

PMI, sambung dokter Linda, telah menambah tenaga operasional di UDD demi memenuhi kebutuhan tersebut. PMI juga mengubah persayaratan calon donor yang semula harus menunjukan hasil tes PCR menjadi bukti tes antigen.

“Memang awalnya kami menggunakan golden standar sesuai aturan dari WHO, namun aturan tersebut kami sesuaikan dengan kebutuhan. Kami berupaya meningkatkan pasokan, tapi kami tidak mau mengorbankan kualitas plasma konvalsen,” jelasnya.

31

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on google
Share on linkedin
Share on pinterest

BERITA LAINNYA

PERINGATI HARI AIDS SEDUNIA, PMI KABUPATEN DEMAK BAGI PAKET SEMBAKO

KABUPATEN DEMAK, JATENG,- Sebagai bentuk dukungan dan upaya untuk mencapai Indonesia ending AIDS 2030,...

Memperingati World Aids Day, Korps Sukarela PMI UIN SU Medan Gelar Donor Darah

01 Desember 2021 kemarin adalah hari peringatan AIDS Sedunia, yang dimana banyak LSM, Komunitas...

ADA BINGKISAN KHUSUS UNTUK PENDONOR DARAH

KALIMANTAN SELATAN, TANAH LAUT,- Dalam rangka hari jadi Kabupaten Tanah Laut Dinas Koperasi Perdagangan...