“WARGA”GRIYA PMI BERKEBAYA PERINGATI HARI KARTINI

Ayu Paraswati

Ayu Paraswati

Peringatan Hari Kartini, 21 April ini, tidak hanya dilakukan oleh siswa-siswi sekolah maupun instansi pemerintah, namun juga diperingati oleh warga wanita Griya PMI Surakarta. Warga, sebutan untuk penghuni Griya PMI ini merupakan orang yang memiliki gangguan kejiwaan yang dibina dan diasuh oleh PMI.

Sumartono, Sekretaris PMI Surakarta mengatakan sebanyak 42 warga wanita diberi pakaian kebaya untuk berkegiatan seperti bernyanyi, bercerita dan melakukan beberapa perlombaan kecil. “Peringatan Hari Kartini diperingati warga disini dengan mendandani warga wanita dengan menggunakan kebaya, dan kemudian diajak berkegiatan seperti lomba memakai jarik (kain khas Jawa), merias wajah dan menyulam dikain,” ujarnya di aula Griya di Jebres-Solo (21/4).


Tri Wuryanto, Kepala Markas PMI Surakarta menjelaskan acara yang dipandu oleh pengasuh dan staf PMI Surakarta berlangsung meriah dan menggelikan. “Momentum peringatan ini menjadi salah satu metode pembinaan. Sosok RA. Kartini adalah wanita tangguh. Dengan mengingatnya, diharapkan mampu membantu daya ingat warga untuk pulih dan bisa kembali kehidupan yang normal,” jelas Tri.

 Sri Mulyani, salah seorang warga binaan mengisahkan dirinya bisa berada di Griya PMI. “Saya dulu ditangkap Satpol PP, kemudian dibawa ke sini (Griya). Sekarang saya sudah betah, tapi pengin juga pulang ke rumah,” ujar warga Gemolong-Sragen yang awalnya mengalami gangguan kejiwaan dan kini sudah mulai pulih ingatannya.

Untuk informasi selengkapnya, dapat menghubungi :M. Nashir Jamaludin, PMI Provinsi Jawa Tengah, Hp: 081228011455, Email  : nashrjateng@gmail.com