RELAWAN BANJARNEGARA BANGUN 16 SARANA MCK DI LOKASI PENGUNGSIAN SEMERU

M. Alwan Rifai

M. Alwan Rifai

BANJARNEGARA ( JAWA TENGAH ) – Kabupaten Banjarnegara kembali mengirimkan relawannya untuk membantu penanganan pasca bencana erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Relawan gabungan sebanyak 30 orang dari BPBD, Dinsos PPPA, Palang Merah Indonesia (PMI), RAPI, Tagana, Destana, Karang Taruna dan Pramuka dilepas oleh Plh Bupati Banjarnegara di Pendapa Dipayudha Adigraha.
Kepala BPBD Banjarnegara, Aris Sudaryanto menjelaskan, kali ini para relawan yang dikirim akan mengemban misi untuk membantu membangun MCK (Mandi Cuci Kakus) dan sanitasi air bersih di lokasi pengungsian warga terdampak erupsi semeru.
Hal tersebut perlu dilakukan berdasarkan dari hasil asesmen para relawan yang sebelumnya sudah dikirim ke lokasi, ternyata MCK dan air bersih sangat dibutuhkan oleh para pengungsi. “Rencana akan dibangun 16 unit MCK dan sanitasi air bersih di tempat pengungsian,” terangnya.
Selain itu para relawan juga akan melaksanakan program untuk anak-anak pengungsi dengan bantuan yang bersifat trauma psikis maupun sosial serta bantuan alat belajar untuk anak usia sekolah, imbuhnya.
Dikatakan, pengiriman relawan kali ini merupakan tahap yang ketiga. Sebelumnya sudah dua kali relawan Banjarnegara dikirim untuk menyalurkan bantuan dari masyarakat Banjarnegara bagi korban terdampak bencana erupsi Semeru, baik berupa logistik, sayur mayur dan dana kemanusiaan.
Plh Bupati Banjarnegara Syamsudin memberikan apresiasi yang tinggi serta ucapan terima kasih kepada para relawan. Dia berdoa agar para relawan selalu dalam perlindungan Tuhan dan diberi kelancaran sejak berangkat hingga saatnya pulang nanti.
Dia menilai apa yang dilakukan oleh para relawan ini adalah bentuk solidaritas dan panggilan kemanusiaan yang dilandasi rasa tulus ikhlas untuk membantu sesama yang sedang terkena musibah.
“Ini menjadi cerminan masyarakat Banjarnegara, wujud nyata kekompakan tanpa melihat perbedaan untuk membantu meringankan beban sesama yang membutuhkan,” tuturnya.
Sementara itu Ketua PMI Kabupaten Banjarnegara dr.Amalia Desiana mendelegasikan dan menugaskan 5 orang relawan spesifikasi WASH (Water Sanitation and Hygiene) yang berangkat satu minggu terlebih dahulu untuk melakukan kaji cepat dan assessment terkait kebutuhan, penghitungan konstruksi dan pekerjaan teknis lainya terkait pekerjaan team relawan Banjarnegara. “Team PMI sudah berangkat terlebih dahulu dan mengerjakan assessment kebutuhan, penentuan lokasi, konstruksi, penghitungan serta kalkulasi kebutuhan anggaran dan teknis lainya” paparnya.
Team yang merupakan Relawan terlatih dalam bidang sanitasi dan air ini diharapkan bekerja optimal dan memberikan peta awal tentang keterangan detail yang diperlukan dalam upaya misi kemanusiaan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. **alw

Bagikan:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on pinterest

BERITA LAINNYA

TINGKATKAN KAPASITAS KEMARKASAN, WUJUDKAN PMI YANG PROFESIONAL DI BANTEN

SERANG.- PMI Provinsi Banten dan Kabupaten-Kota se-Banten bakal mampu menerapkan manajemen markas maupun Unit...

PONPES AL-QODIRI GANDENG PMI JEMBER CEGAH DBD SEHARI SEBELUM KEDATANGAN SANTRI

Jember, Sebagai antisipasi penyebaran penyakit demam berdarah yang ditularkan oleh nyamuk aedes aegypti, ratusan...

HALAL BIHALAL KARYAWAN ALFAMART DIISI DENGAN KEGIATAN DONOR DARAH

TANAH LAUT, KALIMANTAN SELATAN - Halal bihalal adalah salah satu tradisi yang berkembang di...