logo2021
SIMULASI: Sejumlah relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) Desa Sugian mengevakuasi korban bencana, Minggu (14/2/2021). Evakuasi tersebut merupakan salah satu skenario simulasi Pengurangan Risiko Bencana (PRB) yang digelar PMI atas dukungan IFRC. (Dok. Humas PMI NTB).

DIDUKUNG IFRC, PMI GELAR SIMULASI PENGURANGAN RISIKO BENCANA

Ayu Paraswati

Ayu Paraswati

MATARAM, – Palang Merah Indonesia (PMI) didukung Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) menggelar simulasi Tanggap Darurat Bencana (TDB) gempa di Nusa Tenggara Barat (NTB), senin (15/2/2021). Simulasi yang diikuti ratusan relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) ini digelar di enam kabupaten/kota NTB. Program tersebut merupakan upaya PMI mengurangi risiko di sejumlah wilayah rawan bencana.

PMI Provinsi NTB memilih enam desa di sejumlah kabupaten/kota yang dinilai rawan terjadi gempa. Keenam desa tersebut tersebar di Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Timur, LombokTengah, Sumbawa, dan Sumbawa Barat.  Koordinator Bidang Pengurangan Risiko Bencana (PRB) PMI NTB Hijir Ismail menerangkan, rangkaian program tersebut digelar mulai 29 Januari hingga 20 Februari.

“Program ini untuk memantapkan wawasan atau hasil pelatihan kawan-kawan Sibat binaan relawan PMI, agar ketika dihadapkan kondisi darurat mereka siap menolong diri sendiri dan orang lain,” terang Hijir.

Dalam simulasi tersebut, relawan masyarakat berbagi tugas dalam layanan medis, evakuasi, logistik, dapur umum dan posko pengungsian. Setiap tim pelayanan, kata Hijir, saling berkelindan berdasarkan skenario yang disusun PMI NTB. Sejumlah logistik bahkan ambulans disiagakan agar situasi simulasi tampak nyata.

“Di Desa Sugian, Lombok Timur, PMI setempat menyiapkan dua ambulans supaya simulasi evakuasi sepert kenyataan,” jelasnsya.

Salah satu peserta simulasi asal Desa Sugian Bagus (31) mengaku mendapatkan banyak wawasan dari kegiatan tersebut. Meski sudah pernah terlibat di kegiatan yang sama sebelumnya, diakuinya simulasi tersebut paling lengkap. Pejabat desa ini merinci beberapa skenario yang diikuti di antaranya evakuasi korban, pendistribusian logistik, dan dapur umum.

“Saya berharap banyak pada tim Sibat di desa ini. Sibat diharapkan dapat menjadi pelopor kesadaran pengurangan risiko bencana. Desa kami ini termasuk wilayah rawan bencana, ada banjir, kekeringan, dan gempa,” tukasnya.

Selain Sugian, PMI NTB sebelumnya menggelar simulasi di Desa Lembah Sari (Lombok Barat), Gumantar (Lombok Utara), Sintong (Lombok Tengah), Labuan Mapin (Sumbawa), dan Lamunga (Sumbawa Barat). Di Kota Mataram, PMI juga menggelar kegiatan serupa di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Kota Mataram, Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 17 Mataram, dan Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 1 Kota Mataram. Kegiatan ini melibatkan guru dan staff sejumlah sekolah tersebut.

LOGIN

Belum punya akun? Silakan klik tombol di bawah ini untuk melakukan pendaftaran.

DAFTAR

  • Halaman 1
  • Halaman 2
  • Halaman 3