PMI LEMBATA BAGIKAN HYGENE KIT KEPADA WARGA TERDAMPAK ERUPSI ILE LEWOTOLOK

Nuwarta Wiguna

Nuwarta Wiguna

KAB. LEMBATA, NTT.- Sabtu (13/03/2021) PMI Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) menyalurkan bantuan kepada kelompok rentan terdampak Erupsi Ile Lewotolok berupa perlengkapan kebersihan (hygene kit). Ratusan paket kebersihan tersebut disalurkan kepada warga di empat desa di Kecamatan Ile Ape. “Paket ini diberikan secara khusus, menyasar kelompok rentan seperti perempuan kepala keluarga, ibu hamil dan menyusui, bayi-balita, disabilitas dan lansia,” kata Pengurus PMI Kabupaten Lembata, Benyamin Reha.

Dijelaskan, desa di Kecamatan Ile Ape tersebut merupakan wilayah terdampak erupsi Ile Lewotolok pada November 2020. “Kunjungan ini sekaligus merealisasikan bantuan hygene kit sesuai hasil asesmen yang sudah dilakukan sebelumnya. Sebanyak 27 paket diserahkan pada 27 kepala keluarga yang memiliki faktor kerentanan. Sudah dua hari kami distribusi bantuan ini. Kemarin di Lamawara dan Tanjung Batu, hari ini (Sabtu-Red) di Napasabok. Kemudian kami akan ke Waowala,” paparnya.

Selain itu, PMI Lembata juga memberikan layanan kebutuhan air, media cuci tangan dan layanan kesehatan. “Tidak hanya distribusi tapi juga edukasi, promosi dan kampanye. Termasuk juga kampanye pengurangan risiko bencana erupsi. Fokus pada 15 desa yang masuk KRB III. ” jelas Benyamin Reha.
Untuk diketahui, Palang Merah Indonesia terlibat dalam respon tanggap daruat bencana erupsi Ile Lewotolok sejak Minggu 29 November 2020. Setelah warga dipulangkan ke desa masing-masing pada 3 Januari 2021, PMI kembali melakukan asesmen untuk mengidentifikasi kondisi warga pasca-pemulangan dari posko pengungsi. Masalah kesehatan, kebutuhan air, kebersihan dan kesehatan menjadi persoalan yang masih dibutuhkan warga.

Dukungan DREF IFRC

“Sejak Januari, semua pengungsi kembali ke desa. Relawan PMI turun lagi untuk asessmen. Kami menemukan bahwa masih banyak hal yang dibutuhkan. Makanya kami terlibat lagi. Kami bantu Pemerintah Kabupaten Lembata untuk mengurus warga yang terdampak. Terima kasih kami sampaikan kepada PMI NTT, PMI Pusat dan IFRC yang sudah membantu kami, “ tandas Benyamin.

Lebih lanjut dikatakan Benyamin, layanan yang sedang dijalanan PMI Lembata merupakan dukungan dari Disaster Relief Emergency Fund (DREF) IFRC. “Hingga April 2021, layanan PMI Lembata akan menyasar 15 desa di Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur. Di Kecamatan Ile Ape Timur antara lain Desa Todanara, Desa Jontona, Lamawolo, Lamatokan, Baolaliduli, Lamaau, Aulesa, Waimatan dan Lamagute. Sedangkan di Kecamatan Ile Ape, layanan akan dilaksanakan di Desa Waowala, Tanjung Batu, Amakaka, Lamawara, Bunga Muda dan Napasabok,” pungkasnya.***