PERINGATAN “PERANG SOLFERINO JUNI 1859”

Ayu Paraswati

Ayu Paraswati

JAKARTA 24 Juni 1859 silam, sebuah pertempuran terjadi di Solferino, sebuah kota kecil yang terletak di dataran rendah Provinsi Lambordi, utara Italia. Hingga kini sering dikenal sebagai peristiwa Perang Solferino. Kala itu Henry Dunant menyaksikan pertempuran yang amat sengit antara prajurit Perancis dan Austria. Puluhan ribu korban tewas dan luka-luka dalam pertempuran yang berlangsung selama 16 jam ini.

Menyaksikan pemandangan yang sangat mengerikan akibat pertempuran, membuat kesedihan Henry Dunant muncul. Dunant akhirnya melibatkan diri dan mengumpulkan orang-orang dari desa sekitar dalam upaya penyelamatan atau memberi  pertolongan kepada korban perang, yang dilakukannya diantara dua kota yaitu Solferino dan Castiglione.

Ini merupakan salah satu momentum awal lahirnya pemikiran kemanusiaan Henry dunant, khususnya untuk melindungi korban perang baik sipil maupun militer. Pemikiran itu dituangkan dalam bukunya yang berjudul “Memory of Solferino”. Bermula dari sana-lah berkembang gagasan terbentuknya organisasi kemanusiaan yang independen, yaitu Palang Merah dan Bulan Sabit Merah.

Pada tahun 2009, peristiwa itu diperingati dalam tema besar “150 tahun peristiwa Solferino”. Salah satu kegiatannya adalah “Pawai Obor Relawan” dengan berjalan dari Solferino ke Castiglione, berjalan sekitar 12 km, diikuti oleh relawan Palang Merah dari 100 negara lebih dan dikoordinir oleh Palang Merah Italia.

Salah satu sasaran kegiatan tersebut adalah menggerakkan partisipasi kaum muda di seluruh dunia dalan kegiatan kemanusiaan khususnya sebagai “Relawan Palang Merah/Bulan Sabit Merah”. Terutama berkaitan denan semakin kompleksnya masalah kemanusiaan yang dihadapi berbagai bangsa di dunia. Tidak lagi hanya masalah korban perang, melainkan terkait juga dengan dampak negatif dari kemajuan teknologi, globalisasi, perubahan iklim dan lain sebagainya. Seperti masalah perdagangan manusia, HIV, narkoba, kekerasan fisik dan mental, kaum migrant dan lain-lain. Dari sinilah berkembang kampanye “Pemuda Sebagai Agen Perubahan (Youth as Agent of Changes)”.

Tahun 2014 Palang Merah Italia kembali memperingati “Semangat Dunant” dalam bentuk pertemuan relawan (muda) Palang Merah/Bulan Sabit Merah Mediterania (Atlantis X) dan pawai obor antara Solferino – Castiglione. Palang Merah Indonesia yang diwakili oleh IR. Budi Adiputro, Sekjen PMI Pusat dan H. Muhammad Muas, SH, Ketua Bidang Relawan hadir di acara Atlantis X sebagai narasumber yang membahas tentang program “Pemuda sebagai agen perubahan” yang dijalankan oleh PMI dalam kurun waktu 2011-2014. Selanjutnya juga ikut serta dalam ‘Pawai Obor’ Solferino-Castiglione.

Berbagai kegiatan yang berlangsung dari tanggal 16-22 Juni 2014 ini, diikuti oleh sekitar 26 Perhimpunan Nasional Palang Merah/Bulan Sabit Merah. Dalam kunjungan tersebut PMI juga melakukan pembicaraan intensif dengan Palang Merah Italia untuk meningkatkan kerjasama di antara kedua belah pihak. Kesepakatan yang berhasil dicapai adalah akan segera diwujudkannya penandatanganan MOU pada tahun ini yang akan menjadi payung bagi berbagai program kerjasama dilapangan. Salah satu program kerjasama yang akan diwujudkan bersamaan dengan penandatanganan MOU adalah “Pelatihan Penyelamatan di Air” yang akan dilakukan antara Palang Merah Italia cabang Florence dengan PMI cabang Jogyakarta.***