Kabupaten Batang, Jawa Tengah – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Batang membentuk Tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) di Desa Mojotengah, Kecamatan Reban, 7 – 8 April 2021.
Sibat ini dibentuk sesuai dengan rencana kerja program pertama PMI Kabupaten Batang. Sibat akan melaksanakan kegiatan Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Masyarakat-Pengurangan Risiko Terpadu Berbasis Masyarakat.
Salah satu bentuk kegiatan awal untuk pembentukan sibat adalah rekrutmen dan pelatihan SIBAT itu sendiri. Dengan pelatihan, tim Sibat diharapkan kegiatan pengurangan resiko bencana di Desa Program dapat terlaksana dengan baik sesuai dengan panduan dan tujuan yang telah ditentukan.
Pengurus PMI Bidang Penanggulangan Bencana, Putut Husamadiman, SE menerangkan, tim Sibat adalah warga masyarakat yang menyatakan diri sebagai Tim PMI, sukarelawan yang bersedia mendarmabaktikan waktu. Selain itu juga tenaga dan pikiran untuk memotivasi, menggerakkan dan memobilisasi masyarakat di desanya.
”8 Desa yang sudah di bentuk sibat oleh PMI Kabupaten Batang, antara lain di daerah pesisir ada Desa Klidang lor, Kelurahan Karangasem Utara, Desa kedungsegog, Desa Kuripan, ujung negoro dan untuk daerah pegunungan ada Desa Pranten, Desa Gerlang, dan Desa Mojotengah” jelasnya.
Terbentuknya Sibat diharapkan mampu menjadi motor penggerak bagi upaya-upaya kesiapsiagaan bencana. Selain itu, dampak kesehatan, lingkungan, dan masalah sosial lainya maupun tanggap darurat bencana di desanya atau lingkunganya.
”Dengan dimulainya kegiatan Pemetaan Bahaya, Kerentanan, Risiko dan Kapasitas ini menjadikan modal awal untuk membuat masyarakat aman dan tau bahaya yang mengancam ketika terjadi bencana,” imbuhnya.
Harapannya dari 20 peserta yang kami pilih dari beberapa dukuh yang ada di Desa Mojotengah ini bisa menyerap ilmu yang di berikan oleh fasilator, sehingga ketika mereka di terjunkan langsung ke tempat bencana mereka siap,’ ujar Lurah Desa Mojotengah Darwanto.
Pelatihan sibat ini kami harap ada pelatihan lanjutan yang bisa memperkuat Desa Mojotengah ini ketika terjadi bencana harapannya mereka dahulu yang menolongnya, semoga tidak terjadi bencana dan hanya sekedar pelatihan saja. ‘ imbuh Darwanto.