Semangat anak-anak Penyintas Gempa Cianjur kembali ke sekolah

Humas PMI Cianjur

Humas PMI Cianjur

CIANJUR, JAWA BARAT- Wajah semangat terpancar dari sejumlah siswa- siswi yang mayoritas anak anak penyintas bencana gempa bumi di Kabupaten Cianjur. Pasalnya tepat hari ini mereka memulai hari pertama proses pembelajaran paska terjadinya bencana gempa bumi Magnitudo 5,6 yang mengguncang cianjur pada Senin (21/11/2022) lalu

“Para siswa hari ini terpaksa harus belajar di tenda darurat bantuan PMI Kabupaten Cianjur, karena ruang kelas dan sekolah mereka yang rusak dan hancur akibat gempa Cianjur beberapa waktu yang lalu,” ujar Neuis Hendrayati, Guru SDN Citamiang di Desa Ciputri, Kecamatan Pacet

Walaupun begitu sambung Neuis, para siswa tampak semangat antusias mengawali proses pembelajaran walaupun dalam kondisi darurat saat ini

Euis mengatakan, pihaknya sangat terbantu dengan pemasangan delapan tenda dari PMI untuk ruang kelas yang dapat digunakan 262 siswa yang terpaksa diliburkan selama penanganan gempa Cianjur.

“Kebutuhan tenda darurat untuk ruang kelas sangat diperlukan karena pekan ini proses belajar mengajar semester II sudah harus digelar secara tatap muka, sedangkan bangunan sekolah hampir 80 persen rusak, untung ada bantuan tenda dari PMI,” katanya.

Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Cianjur Ahmad Fikri menjelaskan, saat ini Palang Merah Indonesia (PMI) sendiri sedikitnya sudah mendirikan 60 unit tenda untuk dijadikan ruang kelas sementara di sekolah negeri dan swasta yang akan menggelar proses belajar mengajar di lokasi gempa Cianjur.

Keenam puluh tenda tersebut dipasang di halaman sekolah SD dan SMP negeri dan swasta di tiga kecamatan yakni Cianjur, Pacet dan Cugenang

Ahmad Fikri menerangkan, saat ini Proses belajar mengajar di Kabupaten Cianjur mulai berjalan di awal tahun baru 2023 meski banyak gedung sekolah yang hancur. Alternatif tempatnya adalah belajar di dalam tenda.

“Untuk membantu kelancaran proses belajar mengajar, PMI memberikan bantuan tenda yang dapat digunakan sebagai ruang kelas sementara sambil menunggu perbaikan bangunan sekolah yang rusak,” katanya.

Dia mengatakan, sejak beberapa pekan terakhir, pihaknya banyak mendapatkan permintaan tenda dari pihak sekolah mulai tingkat SD, SMP dan pondok pesantren karena bangunan sekolah rusak berat, sedang dan ringan, sehingga rawan ketika dipakai untuk proses belajar mengajar.

“Kami mengajukan pengadaan tenda untuk memenuhi kebutuhan sekolah di Cianjur baik negeri atau swasta. Kebetulan kami mendapat kiriman tenda berukuran cukup besar dengan jumlah terbatas dari PMI pusat, dapat dipinjamkan ke sekolah yang membutuhkan,” pungkasnya

(Tenda kelas Darurat Yang didirikan oleh PMI untuk Proses pembelajaran siswa di SDN Citamiang, Ciputri/ Foto : Ryan)

Bagikan:

BERITA LAINNYA