PMI SIAP BANTU PELAKSANAAN PPKM DARURAT KOTA CILEGON

Fahrullah Al-Bantani

Fahrullah Al-Bantani

CILEGON,- Dengan adanya peningkatan Kasus Covid19 serta kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat wilayah Jawa-Bali, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cilehon yang merupakan bagian dari Satgas Penanganan COVID-19 Kota Cilegon ikuti kegiatan Apel Gelar Pasukan Ops COVID-19 PPKM Darurat Kota Cilegon yang bertempat Depan Kantor Walikota Cilegon, kemarin Jum’at (2/7/2021)

Kegiatan Apel ini di hadiri oleh FORKOPIMDA Kota Cilegon, Eselon 2 dan Camat Se-Kota Cilegon dengan diikuti oleh Personil BPBD Kota Cilegon, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Satpol – PP, Dinas Perhubungan, Kodim 0623, Lanal Banten, Polres, dan PMI Kota Cilegon.

Dalam kegiatan apel ini Walikota Cilegon selaku pimpinan apel mengintruksikan kepada seluruh instansi terkait agar melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai tindak lanj Instruksi Mendagri Nomor 15 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat (PPKM darurat) Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali.

Adapun Ketentuan PPKM di antaranya mengatur pengetatan aktivitas mencakup 100 persen Work From Home (WFH) untuk sektor non-esensial, kemudian seluruh kegiatan belajar mengajar dilakukan secara online/daring. Untuk sektor esensial, diberlakukan 50 persen maksimum staf Work from Office WFO) dan untuk sektor kritikal diperbolehkan 100 persen WFO.

Kemudian, untuk supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasional sampai pukul 20.00 waktu setempat dengan kapasitas pengunjung 50 persen. Kegiatan pada pusat perbelanjaan/mal/pusat perdagangan ditutup; restoran dan rumah makan hanya menerima delivery/take away; tempat ibadah dan area publik ditutup sementara.

Pelaku perjalanan yang menggunakan moda transportasi jarak jauh (pesawat, bis dan kereta api) harus menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksin dosis I). Khusus untuk perjalanan dengan moda pesawat, selain kartu vaksin, penumpang juga harus mengantongi hasil tes swab PCR dengan batas waktu H-2. Sedangkan penumpang untuk moda transportasi jarak jauh lainnya, seperti laut dan darat, bisa menunjukkan dokumen tes Antigen dengan batas waktu H-1.

Dengan adanya PPKM Darurat tersebut diharapkan kedepannya kasus COVID-19 di wilayah Kota Cilegon khususnya dan umumnya di Indonesia dapat di tekan dan kasus COVID – 19 di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dapat berangsur hilang.***