PMI Lampung Gelar Pelatihan Epidemic Control For Volunteer (Ecv)

Hady Prasetyo

Hady Prasetyo

Bandar Lampung — Guna membentuk kader pemantauan dan pengawasan kesehatan masyarakat, Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Lampung membekali relawannya dengan mengadakan pelatihan Epidemic Control For Volunteer (Ecv), Selasa (6/4/2021). Bertempat di aula Markas PMI Provinsi Lampung, pelatihan ini diikuti oleh 15 relawan dari PMI kabupaten/kota se-Lampung.

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana PMI Provinsi Lampung, Zulkifi mengatakan, kesiapsiagaan tidak melulu hanya perihal bencana, namun juga kesehatan. Apalagi dalam situasi pandemi seperti ini, membuktikan bahwa pengetahuan dan kesiapsiagaan terhadap risiko ancaman kesehatan harus diwaspadai dan dicegah sedini mungkin.

“Kami berharap relawan yang mengikuti pelatihan ini dapat memainkan perannya sebagai surveilance aktif di lingkungannya. Hal ini juga senada dengan program di Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pertanian yang juga mengaktifkan kader kesehatan di tingkat Kabupaten/Kota untuk melakukan pemantauan kesehatan dan pemetaan risiko ancaman kesehatan di lingkungannya,” terangnya.

Pelatihan yang berlangsung pada 6 – 8 April 2021 ini, akan membekali para relawan dengan pengetahuan mengenai pandemi, epidemi dan kejadian luar biasa (KLB), faktor risiko munculnya KLB, langkah melakukan pencegahan dan pengendalian KLB, serta penggunaan perangkat pengendaian KLB.

“PMI yang dekat dengan masyarakat akan menggandeng kader kesehatan, tokoh masyarakat dan juga tokoh agama setempat agar sistem pemantauan risiko ancaman kesehatan ini dapat dilakukan secara efisien dan efektif. Sehingga masyarakat mau terlibat aktif melakukan perubahan perilaku untuk mencegah potensi penularan penyakit, serta aktif melaporkan jika timbul adanya risko ancaman kesehatan,” imbuh Zulkifli.

Pelatihan ini termasuk dalam program Pengurangan Risiko Bencana Terpadu Berbasis Masyarakat (Pertama) yang didukung oleh Palang Merah Amerika. Pelaksanaan pelatihan ini diselenggarakan dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ketat.