PMI dirikan tenda darurat untuk proses belajar mengajar siswa

Humas PMI Cianjur

Humas PMI Cianjur

CIANJUR, JAWA BARAT- Palang Merah Indonesia (PMI) mendirikan delapan tenda darurat di Kampung Saronge Kidul, Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, untuk digunakan sebagai ruang kelas sementara bagi seratusan lebih siswa menjalani proses belajar mengajar.

Wakil Ketua PMI Cianjur, dr Frida Laila Yahya di Cianjur Rabu, mengatakan tenda yang dipinjamkan untuk sementara waktu karena proses belajar mengajar akan kembali digelar sedangkan ruang kelas di sejumlah sekolah masih dalam kondisi rusak.

“Untuk membantu kelancaran proses belajar mengajar yang akan berjalan pekan ini, PMI memberikan bantuan tenda yang dapat digunakan sebagai ruang kelas sementara sambil menunggu perbaikan bangunan sekolah yang rusak,” katanya.

Sejak beberapa pekan terakhir, pihaknya banyak mendapatkan permintaan tenda dari pihak sekolah mulai tingkat SD, SMP dan pondok pesantren karena bangunan sekolah rusak berat, sedang dan ringan, sehingga rawan ketika dipakai untuk proses belajar mengajar.

“Kami mengajukan pengadaan tenda untuk memenuhi kebutuhan sekolah di Cianjur baik negeri atau swasta. Kebetulan kami mendapat kiriman tenda berukuran cukup besar dengan jumlah terbatas dari PMI pusat, dapat dipinjamkan ke sekolah yang membutuhkan,” katanya.

Guru SDN Citamiang di Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, Neuis Hendrayati, mengatakan sangat terbantu dengan pemasangan delapan tenda dari PMI untuk ruang kelas yang dapat digunakan 262 siswa yang terpaksa diliburkan selama penanganan gempa Cianjur.

“Kebutuhan tenda darurat untuk ruang kelas sangat diperlukan karena pekan ini proses belajar mengajar semester II sudah harus digelar secara tatap muka, sedangkan bangunan sekolah hampir 80 persen rusak, untung ada bantuan tenda dari PMI,” katanya.

Gempa bumi 5.6 magnitudo yang mengguncang Cianjur, Senin (21/11/2022) menyebabkan delapan ruangan di sekolah tersebut, tidak layak dipakai karena rusak berat. Gempa juga merusak fasilitas sekolah, seperti komputer, meja dan kursi, perlengkapan perpustakaan, dan aset sekolah lainnya.

 

                 

Bagikan:

BERITA LAINNYA