logo2021

DALAM KHIDMAT, SUKARELAWAN PMI ANTARKAN JENAZAH

Ayu Paraswati

Ayu Paraswati

Suara sirene sayup-sayup mulai terdengar mendekati Landasan Udara Iskandar, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. 13 unit Ambulans beriringan mendekati pesawat yang tiba, memenuhi area rumput hijau yang mulai rusak terlindas oleh roda ambulans yang lalu-lalang sejak 31 Desember.

Satu per satu ambulans berbaris berjajar di dekat pesawat Hercules milik TNI AU. Seketika itu, Nampak puluhan petugas gabungan dari TNI, Polri, Basarnas dan PMI bersiap mengangkat peti mati warna putih dengan karangan bunga diatasnya yang berisi jasad korban AirAsia QZ8501 ke 19 sampai 30.

Mereka lalu membuat dua baris sejajar. Tak lama, peti jenazah itu sudah berada di pundak para petugas. Pasukan lainnya sudah berbaris menyambut dengan penghormatan terakhir bagi para korban.

Di dalam kabin pesawat, petugas PMI sudah menggelar terpal berukuran 10×5 meter sebagai alas untuk meletakkan peti jenazah. Satu per satu peti¬†jenazah¬†dibawa masuk. Peti itu diletakkan dengan satu baris menghadap arah yang sama.

Setelah 12 peti jenazah tersusun rapi, kru pesawat dibantu 15 petugas PMI menutup peti jenazah dengan terpal putih itu. Beberapa tali dikaitkan ke kabin pesawat dengan kuat hingga tidak goyang saat dibawa terbang.

Tepat pukul 12.50 WIB pesawat tinggal landas. Selama 1 jam berada di pesawat, petugas PMI dan kru hampir tak melepaskan pandangan kepada barisan peti jenazah. Bahkan, beberapa petugas rela duduk di lantai pesawat agar dapat memperhatikan peti dengan baik.

Hening. Semua petugas hanya terdiam terpaku memandangi barisan peti jenazah. Seraya berdoa didalam hati agar para jenazah tenang disisi tuhan Yang Maha Esa. Suasana khidmat menyelimuti suasana saat itu.

Tepat pukul 14.00 WIB, pesawat berhasil mendarat dengan mulus di landasan Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur. Begitu pintu kabin pesawat dibuka, petugas PMI dibantu kru pesawat langsung sibuk melepaskan ikatan yang sedari tadi melilit peti jenazah. Puluhan petugas gabungan sudah siap di belakang pesawat untuk mengangkat peti jenazah ke ambulans.

Tepat di tepi landasan, puluhan petugas lainnya berbaris rapi membentuk pagar betis sebagai jalan untuk para jenazah menuju ambulans. Satu per satu jenazah diangkat dan masuk ke ambulans dari berbagai unsur.

Puluhan mobil polisi lalu lintas dari Polda Jawa Timur juga sudah siap mengawal jenazah sampai ke RS Bhayangkara untuk dilakukan identifikasi. Suara sirene mobil lalu lintas mengiringi 12 peti jenazah meninggalkan Bandara Juanda.

LOGIN

Belum punya akun? Silakan klik tombol di bawah ini untuk melakukan pendaftaran.

DAFTAR

X