BANTU MEREKA Segera Bangkit dari Bencana DONASI ANDA Ringankan Beban Mereka DONASI ANDA Kembalikan Senyum Mereka AYO DONASI ke Palang Merah Indonesia

TENTANG PALANG MERAH INDONESIA

PALANG MERAH INDONESIA (PMI) adalah sebuah organisasi perhimpunan nasional di Indonesia yang bergerak dalam bidang sosial kemanusiaan. PMI tidak memihak golongan politik, ras, suku ataupun agama tertentu. Palang Merah Indonesia dalam pelaksanaannya juga tidak melakukan pembedaan, tetapi mengutamakan korban yang paling membutuhkan pertolongan segera untuk keselamatan jiwanya.

Dalam melaksanakan aksi-aksi kemanusiaannya, PMI selalu memegang teguh 7 (tujuh) Prinsip Dasar Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah yaitu Kemanusiaan, Kesamaan, Kesukarelaan, Kemandirian, Kesatuan, Kenetralan dan Kesemestaan.

SUDAH 74 tahun PMI telah mengabdi dan mengantarkan jasa bagi masyarakat di persada Indonesia. Berbagai pengalaman dan catatan telah ditorehkan, baik berupa kelemahan serta peluang maupun tantangan, namun PMI tetap ada dan akan terus mendarmabaktikan diri bagi segenap rakyat Negara Kesatuan Republik Indonesia. Peran PMI sebagai mitra bagi pemerintah, dengan tetap menjaga kemandirian dan kenetralan dalam penyelenggaraan Kepalangmerahan kepada masyarakat, sangat penting untuk dipertahankan.er mattis, pulvinar dapibus leo.

KAPASITAS

Provinsi Banten

1 of 34
Provinsi Lampung 2 of 34

Provinsi Bengkulu

3 of 34

Provinsi Sumsel

4 of 34
Provinsi Jambi 5 of 34

Provinsi Kep. Babel

6 of 34

Provinsi Sumbar

7 of 34

Provinsi Riau

8 of 34

Provinsi Kep. Riau

9 of 34

Provinsi Sumut

10 of 34
Provinsi NAD 11 of 34

Provinsi DKI Jakarta

12 of 34

Provinsi Jawa Barat

13 of 34

Provinsi Jawa Tengah

14 of 34

Provinsi DIY

15 of 34

Provinsi Jawa Timur

16 of 34

Provinsi Bali

17 of 34

Provinsi NTB

18 of 34

Provinsi NTT

19 of 34

Provinsi Maluku

20 of 34

Provinsi Maluku Utara

21 of 34

Provinsi Papua

22 of 34

Provinsi Papua Barat

23 of 34

Provinsi Sulsel

24 of 34
Provinsi Sulbar 25 of 34

Provinsi Sultra

26 of 34

Provinsi Sulteng

27 of 34

Provinsi Gorontalo

28 of 34

Provinsi Sulut

29 of 34

Provinsi Kaltim

30 of 34

Provinsi Kalut

31 of 34

Provinsi Kalbar

32 of 34

Provinsi Kalteng

33 of 34

Provinsi Kalsel

34 of 34

PELAYANAN

DONOR DARAH

KEBENCANAAN

KESEHATAN & SOSIAL

RELAWAN

SEPUTAR PLASMA KONVALESEN

 

KEBUTUHAN plasma konvalesen penyintas covid-19 yang dikelola Palang Merah Indonesia (PMI) meningkat tajam seiring peningkatan kasus covid-19. Peningkatannya disebut mencapai 300 persen sejak gelombang kedua pandemi covid-19 terjadi di Indonesia. Plasma darah yang dimanfaatkan sebagai terapi pendamping pasien covid-19 ini diyakini dapat meringankan serta membantu menyembuhkan pasien covid-19.

SELENGKAPNYA
POTRET AKSI KEMANUSIAAN
NEWSPAPER
PMI TV

Jl. Jendral Gatot Subroto Kav.96 Jakarta – Indonesia 12160

PENGUNJUNG SITUS

Hari Ini  :

719

Kemarin :

1168

Total :

BANTU MEREKA Segera Bangkit dari Bencana DONASI ANDA Ringankan Beban Mereka DONASI ANDA Kembalikan Senyum Mereka AYO DONASI ke Palang Merah Indonesia

DONASI

INFOGRAFIS

NEWSPAPER

Jalan Gatot Subroto Kav.96 Jakarta – Indonesia

  • Login
  • Daftar
  • Halaman 1
  • Halaman 2
  • Halaman 3
  • TENTANG PMI
  • PELAYANAN

PALANG MERAH INDONESIA (PMI) adalah sebuah organisasi perhimpunan nasional di Indonesia yang bergerak dalam bidang sosial kemanusiaan. PMI tidak memihak golongan politik, ras, suku ataupun agama tertentu. Palang Merah Indonesia dalam pelaksanaannya juga tidak melakukan pembedaan, tetapi mengutamakan korban yang paling membutuhkan pertolongan segera untuk keselamatan jiwanya.

Dalam melaksanakan aksi-aksi kemanusiaannya, PMI selalu memegang teguh 7 (tujuh) PrinsipDasar Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah yaitu Kemanusiaan, Kesamaan, Kesukarelaan, Kemandirian, Kesatuan, Kenetralan dan Kesemestaan.

Pemerintah kolonial Belanda mendirikan organisasi Palang Merah di Indonesia dengan nama Het Nederland-Indiche Rode Kruis (NIRK) yang kemudian namannya menjadi Nederlands Rode Kruiz Afdelinbg Indie (NERKAI).

Pada 1932 timbul semangat untuk mendirikan Palang Merah Indonesia (PMI) yang dipelopori oleh dr. RCL. Senduk dan Bahder Djohan. Kemudian, proposal pendirian diajukan pada kongres NERKAI (1940), namun ditolak. Pada saat penjajahan Jepang, proposal itu kembali diajukan, namun tetap ditolak.

  • Pada 3 September 1945 Presiden Soekarno memerintahkan kepada Menteri Kesehatan dr. Buntaran Martoatmodjo untuk membentuk suatu Badan Palang Merah Nasional untuk menunjukan kepada dunia internasional bahwa keberadaan Negara Indonesia adalah suatu fakta nyata setelah proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.
  • Pada 5 September 1945, dr. buntaran membentuk Panitia Lima yang terdiri dari dr. R. Mochtar, dr. Bahder Johan, dr. Joehana, Dr. Marjuki dan dr. Sitanala, untuk mempersiapkan pembentukan Palang merah di Indonesia.
  • Tepat pada tanggal 17 September 1945 terbentuklah Pengurus Besar Palang Merah Indonesia (PMI) dengan ketua pertama, Drs. Mohammad Hatta.

Di dalam satu negara hanya ada satu perhimpunan nasional, maka Pemerintah Belanda membubarkan NERKAI dan menyerahkan asetnya kepada PMI. Pihak NERKAI diwakili oleh dr. B. Van Trich sedangkan dari PMI diwakili oleh dr. Bahder Djohan.

PMI terus melakukan pemberian bantuan hingga akhirnya Pemerintah Republik Indonesia Serikat mengeluarkan Keppres No. 25 tanggal 16 Januari 1950 dan dikuatkan engan Keppres No. 246 tanggal 29 November 1963. Pemerintah Indonesia mengakui keberadaan PMI.

Adapun tugas utama PMI berdasarkan Keppres RIS No. 25 tahun 1950 dan Keppres RI No. 246 tahun 1963 adalah untuk memberikan bantuan pertama pada korban bencana alam dan korban perang sesuai dengan isi Konvensi Jenewa 1949.

Secara Internasional, keberadaan PMI diakui oleh Komite Palang Merah Internasional (ICRC) pada 15 Juni 1950. Setelah itu, PMI diterima menjadi anggota Perhimpunan Nasional ke-68 oleh Liga Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (Liga) yang sekarang disebut Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) pada Oktober 1950.

PMI adalah organisasi kemanusiaan yang berstatus badan hukum, diundangkan dengan Undang-Undang nomor 1 tahun 2018 tentang Kepalangmerahan guna menjalankan kegiatan Kepalangmerahan sesuai dengan Konvensi Jenewa Tahun 1949, dengan tujuan untuk mencegah dan meringankan penderitaan dan melindungi korban tawanan perang dan bencana, tanpa membedakan agama, bangsa, suku bangsa, warna kulit, jenis kelamin, golongan, dan Pandangan Politik.

Saat ini, PMI telah berdiri di 33 Provinsi, 474 Kabupaten/Kota dan 3.406 Kecamatan (data per-Februari 2019). PMI mempunyai hampir 1,5 juta sukarelawan yang siap melakukan pelayanan.

VISI & MISI PMI 2019-2024

VISI :

MEWUJUDKAN PMI YANG PROFESIONAL, BERINTEGRITAS & BERGERAK BERSAMA MASYARAKAT

MISI :

  1. Memelihara reputasi organisasi PMI di tingkat nasional dan internasional;
  2. Menjadi organisasi kemanusiaan terdepan yang memberikan layanan berkualitas kepada masyarakat sesuai dengan Prinsip-Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah & Bulan Sabit Merah Internasional;
  3. Meningkatkan integritas dan kemandirian organisasi melalui kerjasama strategis yang berkesinambungan dengan pemerintah, swasta, mitra gerakan, masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya di semua tingkatan PMI dengan mengutamakan keberpihakan kepada masyarakat yang memerlukan bantuan.

TUJUAN STRATEGIS 2019-2024:

  1. Memelihara reputasi dan meningkatkan akuntabilitas PMI sebagai organisasi kemanusiaan di tingkat nasional maupun internasional;
  2. Meningkatkan ketersediaan darah yang aman, mudah dijangkau dan berkualitas di seluruh Indonesia;
  3. Meningkatkan rekrutmen dan pembinaan Relawan sebagai tulang punggung layanan kemanusiaan PMI, baik secara kuantitas maupun kualitas;
  4. Meningkatkan mutu dan jangkauan pelayanan penanggulangan bencana, krisis kesehatan dan krisis kemanusiaan lainnya, melalui penguatan unit-unit pelayanan PMI di semua tingkatan dan pengembangan potensi sumber daya masyarakat;
  5. Mewujudkan PMI yang berfungsi baik, dengan kepemimpinan yang kolektif-kolegial dan berpedoman kuat pada Prinsip-Prinsip Dasar Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah dengan tatakelola organisasi dan Markas yang sinergis dalam pelaksanaan kegiatan, peraturan organisasi, sistem dan prosedur yang berlaku;
  6. Meningkatkan kapasitas PMI di semua tingkatan dalam mengelola infrastruktur material dasar (sarana-prasarana) untuk mendukung kegiatan operasional dan pelayanan;
  7. Meningkatkan kemandirian organisasi PMI secara berkesinambungan melalui kerjasama strategis di semua tingkatan dan inisiatif Pengembangan Sumber Daya yang inovatif.
Ubah Konten
Ubah Konten
Ubah Konten

  1. Darah Aman;
  2. Mudah Dijangkau;
  3. Berkualitas;
  1. Pengurangan Risiko;
  2. Tanggap Darurat Bencana;
  3. Program Pascabencana;
  1. Kesehatam Masyarakat;
  2. Kesehatan Darurat;
  3. Sosial;
  1. Rekrutmen;
  2. Pembinaan & Mobilisasi;
  3. Penghargaan;

NEWSPAPER

NAWALA SUARA KEMANUSIAAN EDISI 1 INDONESIA
NAWALA SUARA KEMANUSIAAN EDISI 1 ENGLISH
HUMANITERIAN DIGEST VOL.2-IND-NOVEMBER 2020
HUMANITERIAN DIGEST VOL.2-ENG-NOVEMBER 2020

  • LOGIN
  • DAFTAR
  • Halaman 1
  • Halaman 2
  • Halaman 3

CHANNEL PMI