Menu

 

A Member Of 

Biro Humas PMI Pusat

PMI Kuat, Lombok Bangkit

Purwakarta (17/9) - Deraian air mata mengalir di pipi relawan Palang Merah Indonesia (PMI) dari kontingen Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) saat melakukan defile dan parade kebudayaan pembukaan Temu Karya Relawan PMI Tingkat Nasional VI 2018.

Bagaimana tidak, di tengah acara tersebut NTB khususnya Lombok saat ini tengah berduka akibat bencana alam gempa bumi yang hampir setiap hari terjadi, bahkan sudah merenggut ratusan jiwa.

Melihat kontingan NTB melakukan defile di depan panggung utama di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, Menteri Sosial RI Agus Gumiwang Kartasasmita langsung menyambut kedatangan mereka.

Satu persatu orang Agus menyalami para relawan bahkan memeluk erat salah satu relawan, sehingga suasana pun menjadi lebih haru bahkan relawan PMI pun banyak yang meneteskan air mata.

"PMI kuat Lombok bangkit, relawan PMI yang meninggal saat menjalankan tugas mereka adalah pahlawan kemanusiaan," kata Agus sambil mendekap erat salah seorang relawan.

Organisasi PMI Merupakan Lembaga Terdepan Dalam Hal Kemanusiaan

Purwakarta - Tujuh puluh tiga tahun sudah Palang Merah Indonesia (PMI) berdiri dan selalu menjadi garda terdepan dalam berbagai masalah kemanusiaan mulai dari bencana alam, penanggulangan penyakit hingga penanganan konflik yang terjadi di negara ini.

Pada kesemapatan tersebut Menteri Sosial RI Agus Gumiwang Kartasasmita membuka langsung pelaksanaan Temu Karya Relawan PMI Tingkat Nasional 2018 yang diselanggarakan di Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat.

Dalam sambutannya, PMI mewakili berbagai macam terkait kemanusiaan. Pihaknya juga mengapresiasi seluruh relawan yang telah mengabdikan diri untuk membantu orang-orang yang membutuhkan tanpa mengenal pamrih.

Bantuan yang diberikan pun tidak mengenal suku, agama, ras hingga sudut pandang politik tetapi lebih mengedepankan berbagai prinsip kemanusiaan yang sama.

Melalui Temu Karya Relawan PMI, yang diikuti sekitar 5 ribu relawan tersebut, dan juga refleksi Hari Jadi ke-73 PMI akan banyak pembelajaran yang didapat oleh seluruh relawan yang datang dari 34 provinsi di Indonesia.

Apalagi kegiatan ini pun diikuti oleh lembaga palang merah dari berbagai negara sahabat baik dari Benua Asia, Eropa maupun Amerika.

Lebih lanjut Mensos menyebutkan ada tiga kegiatan utama dalam TKRN 2018 tersebut seperti Temu. Di mana seluruh relawan akan melakukan lokakarya kepalangmerahan, penggunaan sosial media dalam pencitraan organisasi, kewirausahaan. Kemudian pertemuan relawan nasional hingga relawan lintas negara

Selanjutnya, untuk pengembangan kapasitas dan karya para peserta akan bekerja dan berkarya dengan masyarakat, penduli lingkungan DAS Citarum, peduli kesehatan dan  simulasi tanggap bencana.

Sementara di kegiatan persahabatan setiap relawan akan mengadakan workshop, permainan bersahabat, pentas seni budaya, bazaar budaya, piknik persahabatan hingga parade budaya.

"TKRN ini bukan untuk mencari yang terbaik, karena seluruh relawan PMI merupakan yang terbaik. Tetapi dengan adanya kegiatan ini harus diambil maknanya dan berbagai pembelajaran karena akan adanya tukar informasi dari seluruh relawan," kata Agus.

Sementara, Plh Ketua Umum PMI Ginanjar Kartasasmita mengatakan TKRN 2018 menjadi momentum untuk meninjau kembali posisi tentang peranan PMI dalam membantu pemerintah yang berdasarkan UU nomor 1 tahun 2018 tentang Kepalangmerahan.

"Kegiatan ini merupakan pembinaan untuk relawan, pendidikan dan pelatihan dan penyebarluasan informasi kepalangmerahan," paparnya.

Ke depannya PMI dengan adanya TKRN ini bisa menumbuhkembangkan jiwa kemanusiaan dan patriotisme relawan karena saat ini masalah kemanusiaan semakin kompleks yang mencakup masalah kemiskinan, penyakit, kekerasan, migrasi, diskriminasi, perubahan iklim bencana dan lain-lain.

Kegiatan ini mendapat dukungan dari Perum Jasa Tirta 2 serta PT. Beiersdorf Indonesia (Hansaplast dan Nivea), Net TV, Trijaya FM, serta PT Mulia Mega Makmur (JD Toyota).

Bantu Kawasan Pariwisata Lombok, Traveloka Serahkan Donasi Melalui PMI

Jakarta, 12 September 2018 – Hari Ini, Traveloka secara resmi menyerahkan hasil donasi Traveloka Tanggap melalui Palang Merah Indonesia (PMI). Penyerahan donasi ini dihadiri oleh Dannis Muhammad, Chief Marketing Officer Traveloka dan dr. Ritola Tasmaya, Sekretaris Jenderal PMI. Penggalangan dana untuk korban gempa Lombok melalui Traveloka Tanggap telah resmi berlangsung sejak 10 Agustus hingga 24 Agustus 2018. Dalam kurun waktu dua minggu, Traveloka Tanggap berhasil menghimpun dana sebesar Rp 592.919.203,-

Dannis Muhammad, Chief Marketing Officer Traveloka mengungkapkan, “Traveloka Tanggap merupakan salah satu wujud kepedulian Traveloka dan penggunanya yang didedikasikan untuk sudara-saudara kita di Lombok. Kami sangat mengapresiasi antusiasme dan kemurahan hati para penggna dalam menukarkan Traveloka poin melalui program Traveloka Tanggap. Hasil donasi ini akan kami salurkan melalui PMI, yang nantinya akan digunakan untuk membantu kebutuhan warga dan pembangunan kembali sector wisata di Lombok.”

PMI Kirimkan Ambulan, Bantu Evakuasi kecelakaan Bus Pariwisata di Cikidang Sukabumi

Sebanyak dua unit mobil ambulans dikerahkan dan sejumlah personil Tim Ambulans dari Palang Merah Indonesia (PMI) kabupaten dan kota sukabumi untuk membantu proses evakuasi rujukan para korban dan transportasi jenazah yang meninggal ke rumah duka
 
"Kita sudah kirimkan dua armada ambulans satu unit ambulan bantuan dari PMI Kota Sukabumi untuk membantu proses evakuasi korban rujukan baik untuk pasieun gawat darurat maupun membantu transportasi jenazah korban yang meninggal ke rumah duka," ungkap Kepala Markas PMI Kabupaten Sukabumi, Budiharto.
Subscribe to this RSS feed

Markas Pusat Palang Merah Indonesia

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 96 Jakarta - Indonesia  Telp. +62 021 7992325 Faks. +62 021 7995188  Email: pmi.or.id,  Laman: www.pmi.or.id

Jumlah Pengunjung

941306