Menu

 

A Member Of 

Biro Humas PMI Pusat

Acara TKRN Temukan Murni Yang Dikira Puluhan Tahun Meninggal

PURWAKARTA – Selama 20 tahun Murni bin Ufron dianggap meninggal dunia. Namun Pria asal Kalimantan Barat itu akhirnya ditemukan oleh keluarganya di Purwakarta. Melalui acara Temu Karya Relawan PMI Nasional yang bertempat di waduk Jatiluhur.

Kisah bermula pada tahun 1998, saat itu Murni merantau dari rumahnya di Desa Sempalai Serdang, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat menuju Purwakarta.

Di Purwakarta, Murni bekerja sebagai buruh kasar, dia menjalani kegiatan dengan memanggul pakan ikan setiap hari.

Relawan PMI DKI Jakarta terpilih menjadi Ketua Forum Relawan 2018-2020

Maeza Angga Rizki, perwakilan kontingen DKI Jakarta terpilih sebagai Koordinator Forum Relawan (FOREL) Nasional periode 2018-2020. Ia resmi menjabat sejak dilantik pada 21 September.

Maeza terpilih setelah melalui beberapa proses panjang yang terdiri dari pendaftaran, penilaian berkas, yang kemudian dilanjutkan dengan tes tertulis dan wawancara. Para calon kemudian mendapat pembekalan yang salah satunya adalah mengenai perencanaan program.

Setelah mereka mendapat pembekalan tersebut, mereka pun mulai merancang program yang lalu dipaparkan dan digodok dalam debat program kerja. 10 terbaik kemudian masuk ke tahap berikutnya dan melalui tahapan lain untuk memilih lima besar calon ketua Forel.

Semakin seru pada tahap ini, karena lima besar terpilih yakni perwakilan kontingen Daerah Istimewa Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Barat, Gorontalo dan Sulawesi Utara, harus kembali melakukan debat calon dan pemaparan visi misi.

Tantangan mereka adalah bagaimana menyamakan dan menyatuka. persepsi demi sinergi dan kolaborasi yang lebih baik dari ribuan relawan PMI di Indonesia. Pemaparan ini dilakukan di area waterboom Jatiluhur, Jawa Barat pada 20 September 2018. Para peserta berhasil menyampaikan visi dan misi mereka yang sebagian besar menitikberatkan pada pentingnya meningkatkan komunikasi, baik antar-relawan maupun dengan pengurus.

Para pendukung lima besar calon Ketua Forel ini bisa ikut memilih calon terbaik mereka dengan melakukan polling online di sekretariat Temu Karya. Namun memang hasil polling bukan faktor mutlak kemenangan calon, karena penentuan Ketua Forel juga melibatkan perwakilan forum relawan yang melakukan sidang pemilihan dan musyawarah.  

Maeza terpilih karena pengalamannya, antara lain sebagai ketua forum relawan di Provinsi DKI Jakarta. Penanggung jawab pemilihan Ketua Forel, Denok, berharap Ketua Forel baru dapat memenuhi tugas pokoknya dengan baik juga dapat menggunakan forum ini sebagai jembatan aspirasi para relawan.

Temu Karya Relawan Nasional VI ini berlangsung pada 17-21 September 2018 di kompleks Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat. Kegiatan akbar ini mendapat dukungan langsung dari banyak pihak, termasuk Perum Jasa Tirta II, PT. Beiersdorf Indonesia.  

UU Kepalangmerahan menjadi jaminan relawan PMI

Sebagai salah satu rangkaian dari kegiatan bidang Temu di Temu Karya Relawan Nasional 2018 ini, diadakan Lokakarya Kepalangmerahan. Hadir sebagai pembicara antara lain Dr. Dhahana Putra, S.H., M.Si (Direktur Perancangan Peraturan Perundang-undangan Kementerian Hukum dan HAM); Rina Rusman (International Committee of the Red Cross/ICRC); Ahmad Husein (International Federation of the Red Cross and Red Crescent Societies/IFRC) dan Muhammad Muas, Ketua Bidang Relawan di PMI Pusat.

Diskusi yang dilaksanakan pada 18 September 2018 di Aula Istora Jatiluhur, Jawa Barat ini mencakup antara lain proses penyusunan RPP UU No 1 tahun 2018 tentang Kepalangmerahan oleh Kementerian Hukum dan HAM yang direncakan untuk selesai paling lambat pada akhir tahun ini. RPP ini akan menjelaskan lebih jauh fungsi dan penggunaan lambang Palang Merah sebagai tanda pengenal sebagaimana diundangkan dalam UU Kepalangmerahan.

Selain itu dibahas pula perlindungan lambang kepalangmerahan dan implementasi UU Kepalangmerahan dalam kaitannya dengan pembinaan relawan. Salah satu poin penting dari pemaparan ini adalah UU Kepalangmerahan menjamin perlindungan Lambang dan hal tersebut mnejamin dukungan terhadap relawan, juga kepastian hukum atas kerja kemanusiaan yang dilakukan oleh para relawan.

Lebih jauh, para pembicara menekankan perlu dan pentingnya pengembangan kapasitas serta manajemen relawan. Ahmad Husein mengatakan hal ini perlu agar kapasitas para relawan tidak tertinggal dari situasi lingkungan dan dunia yang dinamis.

Perjuangan panjang hingga hadirnya UU Kepalangmerahan adalah cerminan semangat pantang menyerah dari relawan sendiri. Terbitnya UU Kepalangmerahan akan menjadi jaminan terus berkobarnya semangat para relawan dalam menjalankan tugas kemanusiaan di garis depan.

Peserta Temu Karya Relawan Nasional berasal dari 34 provinsi dan peserta dari luar negeri, antara lain dari Palang Merah Italia, Palang Merah Kamboja dan Bulan Sabit Merah Malaysia.

Kegiatan akbar ini mendapat dukungan langsung dari banyak pihak, termasuk Perum Jasa Tirta II, PT. Beiersdorf Indonesia.

PMI Gelar Temu Karya Relawan Nasional VI di kawasan Waduk Jatiluhur

Palang Merah Indonesia akan mengumpulkan ribuan relawannya dari 34 provinsi di Indonesia dalam wadah Temu Karya Relawan Nasional VI di kawasan Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat pada 17-21 September 2018. Selain peserta nasional, beberapa relawan dari luar negeri pun akan ambil bagian dalam momen ini.

Akan dibuka pada 17 September oleh Menteri Sosial RI Agus Gumiwang Kartasasmita, diharapkan temu karya ini akan menjadi wadah pembelajaran dan tukar pengalaman bagi seluruh relawan. Seperti yang sudah-sudah, kesempatan Temu Karya pun dapat dimanfaatkan oleh para relawan untuk saling berkenalan dan memperkuat sinergi demi memajukan kerja-kerja kemanusiaan di lapangan, karena mereka adalah yang terdepan dalam tugas mulia.

Tiga agenda utama antara lain adalah Temu, di mana seluruh relawan akan melakukan lokakarya kepalangmerahan, penggunaan sosial media dalam pencitraan organisasi, kewirausahaan.

Dalam agenda Karya dan pengembangan kapasitas, para peserta akan bekerja dan berkarya dengan masyarakat, penduli lingkungan DAS Citarum, peduli kesehatan dan  simulasi tanggap bencana.

Sementara di kegiatan persahabatan setiap relawan akan mengadakan workshop, permainan bersahabat, pentas seni budaya, bazaar budaya, piknik persahabatan hingga parade budaya.

 Kegiatan akbar ini mendapat dukungan langsung dari Perum Jasa Tirta II, PT. Beiersdorf Indonesia, NET.TV, Trijaya FM, PT. Mulia Mega Makmur (JD Toyota), PT. Triputra Investindo Arya, APINDO dan PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).

PMI Kuat, Lombok Bangkit

Purwakarta (17/9) - Deraian air mata mengalir di pipi relawan Palang Merah Indonesia (PMI) dari kontingen Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) saat melakukan defile dan parade kebudayaan pembukaan Temu Karya Relawan PMI Tingkat Nasional VI 2018.

Bagaimana tidak, di tengah acara tersebut NTB khususnya Lombok saat ini tengah berduka akibat bencana alam gempa bumi yang hampir setiap hari terjadi, bahkan sudah merenggut ratusan jiwa.

Melihat kontingan NTB melakukan defile di depan panggung utama di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, Menteri Sosial RI Agus Gumiwang Kartasasmita langsung menyambut kedatangan mereka.

Satu persatu orang Agus menyalami para relawan bahkan memeluk erat salah satu relawan, sehingga suasana pun menjadi lebih haru bahkan relawan PMI pun banyak yang meneteskan air mata.

"PMI kuat Lombok bangkit, relawan PMI yang meninggal saat menjalankan tugas mereka adalah pahlawan kemanusiaan," kata Agus sambil mendekap erat salah seorang relawan.

Organisasi PMI Merupakan Lembaga Terdepan Dalam Hal Kemanusiaan

Purwakarta - Tujuh puluh tiga tahun sudah Palang Merah Indonesia (PMI) berdiri dan selalu menjadi garda terdepan dalam berbagai masalah kemanusiaan mulai dari bencana alam, penanggulangan penyakit hingga penanganan konflik yang terjadi di negara ini.

Pada kesemapatan tersebut Menteri Sosial RI Agus Gumiwang Kartasasmita membuka langsung pelaksanaan Temu Karya Relawan PMI Tingkat Nasional 2018 yang diselanggarakan di Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat.

Dalam sambutannya, PMI mewakili berbagai macam terkait kemanusiaan. Pihaknya juga mengapresiasi seluruh relawan yang telah mengabdikan diri untuk membantu orang-orang yang membutuhkan tanpa mengenal pamrih.

Bantuan yang diberikan pun tidak mengenal suku, agama, ras hingga sudut pandang politik tetapi lebih mengedepankan berbagai prinsip kemanusiaan yang sama.

Melalui Temu Karya Relawan PMI, yang diikuti sekitar 5 ribu relawan tersebut, dan juga refleksi Hari Jadi ke-73 PMI akan banyak pembelajaran yang didapat oleh seluruh relawan yang datang dari 34 provinsi di Indonesia.

Apalagi kegiatan ini pun diikuti oleh lembaga palang merah dari berbagai negara sahabat baik dari Benua Asia, Eropa maupun Amerika.

Lebih lanjut Mensos menyebutkan ada tiga kegiatan utama dalam TKRN 2018 tersebut seperti Temu. Di mana seluruh relawan akan melakukan lokakarya kepalangmerahan, penggunaan sosial media dalam pencitraan organisasi, kewirausahaan. Kemudian pertemuan relawan nasional hingga relawan lintas negara

Selanjutnya, untuk pengembangan kapasitas dan karya para peserta akan bekerja dan berkarya dengan masyarakat, penduli lingkungan DAS Citarum, peduli kesehatan dan  simulasi tanggap bencana.

Sementara di kegiatan persahabatan setiap relawan akan mengadakan workshop, permainan bersahabat, pentas seni budaya, bazaar budaya, piknik persahabatan hingga parade budaya.

"TKRN ini bukan untuk mencari yang terbaik, karena seluruh relawan PMI merupakan yang terbaik. Tetapi dengan adanya kegiatan ini harus diambil maknanya dan berbagai pembelajaran karena akan adanya tukar informasi dari seluruh relawan," kata Agus.

Sementara, Plh Ketua Umum PMI Ginanjar Kartasasmita mengatakan TKRN 2018 menjadi momentum untuk meninjau kembali posisi tentang peranan PMI dalam membantu pemerintah yang berdasarkan UU nomor 1 tahun 2018 tentang Kepalangmerahan.

"Kegiatan ini merupakan pembinaan untuk relawan, pendidikan dan pelatihan dan penyebarluasan informasi kepalangmerahan," paparnya.

Ke depannya PMI dengan adanya TKRN ini bisa menumbuhkembangkan jiwa kemanusiaan dan patriotisme relawan karena saat ini masalah kemanusiaan semakin kompleks yang mencakup masalah kemiskinan, penyakit, kekerasan, migrasi, diskriminasi, perubahan iklim bencana dan lain-lain.

Kegiatan ini mendapat dukungan dari Perum Jasa Tirta 2 serta PT. Beiersdorf Indonesia (Hansaplast dan Nivea), Net TV, Trijaya FM, serta PT Mulia Mega Makmur (JD Toyota).

Bantu Kawasan Pariwisata Lombok, Traveloka Serahkan Donasi Melalui PMI

Jakarta, 12 September 2018 – Hari Ini, Traveloka secara resmi menyerahkan hasil donasi Traveloka Tanggap melalui Palang Merah Indonesia (PMI). Penyerahan donasi ini dihadiri oleh Dannis Muhammad, Chief Marketing Officer Traveloka dan dr. Ritola Tasmaya, Sekretaris Jenderal PMI. Penggalangan dana untuk korban gempa Lombok melalui Traveloka Tanggap telah resmi berlangsung sejak 10 Agustus hingga 24 Agustus 2018. Dalam kurun waktu dua minggu, Traveloka Tanggap berhasil menghimpun dana sebesar Rp 592.919.203,-

Dannis Muhammad, Chief Marketing Officer Traveloka mengungkapkan, “Traveloka Tanggap merupakan salah satu wujud kepedulian Traveloka dan penggunanya yang didedikasikan untuk sudara-saudara kita di Lombok. Kami sangat mengapresiasi antusiasme dan kemurahan hati para penggna dalam menukarkan Traveloka poin melalui program Traveloka Tanggap. Hasil donasi ini akan kami salurkan melalui PMI, yang nantinya akan digunakan untuk membantu kebutuhan warga dan pembangunan kembali sector wisata di Lombok.”

PMI Kirimkan Ambulan, Bantu Evakuasi kecelakaan Bus Pariwisata di Cikidang Sukabumi

Sebanyak dua unit mobil ambulans dikerahkan dan sejumlah personil Tim Ambulans dari Palang Merah Indonesia (PMI) kabupaten dan kota sukabumi untuk membantu proses evakuasi rujukan para korban dan transportasi jenazah yang meninggal ke rumah duka
 
"Kita sudah kirimkan dua armada ambulans satu unit ambulan bantuan dari PMI Kota Sukabumi untuk membantu proses evakuasi korban rujukan baik untuk pasieun gawat darurat maupun membantu transportasi jenazah korban yang meninggal ke rumah duka," ungkap Kepala Markas PMI Kabupaten Sukabumi, Budiharto.

Kursi Roda Untuk Sulman

“Syukurlah sekarang adik saya jadi bisa bermain bersama temannya meski hanya bisa duduk di kursi roda,” ujar Yasin (52) warga desa Gangga, Lombok Utara, yang sangat bersyukur atas bantuan kursi roda dari Palang Merah Indonesia (PMI). Kursi roda tersebut akan dia berikan untuk adiknya yang paling kecil, Sulman (15).

Kala itu, Sulman dan teman-temannya berangkat bersama menuju surau untuk sholat isya berjamaah. Dalam perjalanan, tiba-tiba tanah bergetar kuat. Gempa 7 SR mengguncang Lombok begitu hebatnya. Teriakan meminta tolong hingga puji-pujian mengagungkan sang Maha Kuasa pun menghiasi atmosfer malam 5 Agustus 2018 silam. Semua orang berlarian berhamburan di jalan, termasuk Sulman dengan teman-temannya. Sulman berlari dengan temannya yang bernama Yulian kearah masjid. Namun naas, keduanya malah tertimpa reruntuhan tembok masjid.

Setelah Zohri, PMI Gandeng Rambo Indonesia Untuk Lombok

Setelah menggandeng Zohri, kini giliran Rambo asal Indonesia yang turut bergabung bersama Palang Merah Indonesia (PMI) untuk bantu warga Lombok. Dialah Partika Subagyo Lelono, atau sering kita kenal dengan Kopral Subagyo. Peraih rekor Muri push up 21 jam 40 menit ini, bergabung menjadi relawan PMI untuk dapat membantu seluruh warga Lombok yang terdampak.

“Ditawarkan untuk ikut ke Lombok, saya tanpa berfikir lagi langsung bilang, SIAP! Saya ikhlas berangkat ke Lombok,” tutur kopral berapi-api.

Subscribe to this RSS feed

Markas Pusat Palang Merah Indonesia

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 96 Jakarta - Indonesia  Telp. +62 021 7992325 Faks. +62 021 7995188  Email: pmi.or.id,  Laman: www.pmi.or.id

Jumlah Pengunjung

941302