Menu

 

A Member Of 

PMI Lakukan Pemulihan Mata Pencaharian dan Tempat Tinggal serta Kesehatan Warga Featured

Palang Merah Indonesia (PMI) memulai kegiatan pemulihan dini untuk membantu masyarakat Aceh yang tertimpa bencana gempa bumi Pidie Jaya Aceh. Kegiatan ini dilakukan pascarespon tanggap darurat Bencana yang telah berakhir Desember 2016 lalu. Operasi pemulihan dini PMI difokuskan pada dua kegiatan, yaitu pemulihan mata pencaharian dan tempat tinggal masyarakat melalui cash transfer program (CTP) serta kesehatan warga.

Dalam kegiatan CTP, PMI akan menyalurkan bantuan dana untuk membantu memulihkan mata pencaharian (livelihood) kepada 507 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak gempa. Bantuan ini akan dilakukan di sembilan desa di Kecamatan Tringgadeng, Kabupaten Pidie Jaya. Dana yang diberikan akan dipergunakan untuk penyediaan kebutuhan dasar dan peralatan untuk menunjang mata pencaharian masyarakat.

Sementara CTP untuk tempat tinggal (shelter) akan diperuntukkan bagi 526 KK di empat kecamatan di tiga kabupaten, yaitu Pidie Jaya, Bireun, dan Pidie. Bantuan dana tersebut akan digunakan untuk penyediaan peralatan pertukangan untuk memperbaiki rumah warga.

Di bidang kesehatan, pemulihan dini difokuskan untuk pemberian bantuan berupa distribusi air bersih, perbaikan sumber mata air, pembersihan dan pengeboran sumur warga, layanan kesehatan keliling (mobile clinic), layanan fisioterapi keliling, bantuan psikososial untuk menghilangkan trauma akibat gempa, dan pemberian sarana penyaringan air bersih.   

Sekitar 397 sukarelawan diturunkan untuk menyalurkan berbagai bantuan tersebut kepada masyarakat.

Untiuk menandai dimulainya operasi pemulihan dini PMI, Pelaksana Harian (Plh) Ketua Umum PMI Ginandjar Kartasasmita hadir di Aceh untuk melakukan peletakan batu pertama pembangunan sumur bor di Gampong Jeulanga, Kecamatan Bandar Dua, Pidie Jaya pada Kamis (12/1).

“Kami mengucapkan terima kasih serta kepercayaannya kepada seluruh pihak yang telah membantu masyarakat Aceh melalui PMI. Setelah respon tanggap darurat, bantuan ini akan kami teruskan melalui berbagai kegiatan di masa pemulihan dini. Kami percaya bantuan ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat Aceh untuk dapat kembali bangkit,” kata Plh. Ketua Umum PMI Ginandjar Kartasmita.

Operasi pemulihan dini PMI dilakukan setelah usai melakukan operasi tanggap darurat Bencana di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Selama tanggap darurat bencana gempa Pidie Jaya, PMI telah memberikan bantuan ke masyarakat terdampak gempa di 89 desa berupa 1.171.950 liter air bersih, 2.827 pasien mendapatkan pelayanan mobile clinic, 17 operasi ortopedik, 2.575 warga mendapatkan bantuan psikologi, menyalurkan bantuan 35 kursi roda, 100 kruk, 50 tongkat, 30 walker, serta 120 arm sling untuk kalangan disabilitas, 1.000 hygiene kit, 2.400 family kit, 500 baby kit, 3.700 terpal, 1.000 selimut, 100 tenda keluarga, dan 9.000 matras.

Operasi pemulihan dini PMI akan berjalan selama 150 hari atau 5 bulan.

Untuk informasi lebih lanjut: Rudianto, Kepala Markas PMI Provinsi Aceh, HP. 0812 6085 7853, Samsul, Kepala Markas PMI Kabupaten Pidie Jaya, 0813 6002 4550. Kontak Media: Dordi Musehu Yasa, Humas PMI Provinsi Aceh, HP. 0852 6054 0224 atau Nasruddin, Humas PMI Kabupaten Pidie Jaya, 0813 6072 0834.

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

back to top

Markas Pusat Palang Merah Indonesia

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 96,  Jakarta 12790 - Indonesia

Telp. +62 021 7992325 Faks. +62 021 7995188  Email: pmi@pmi.or.id