Menu

 

A Member Of 

PMI Bersama dengan USAID dan IFRC Luncurkan program kesiapsiagaan Pandemi  Featured

Ritola Tasmaya, Sekertaris Jenderal PMI Pusat memukul gong sebagai tanda peluncuran program kesiapsiagaan pandemi Ritola Tasmaya, Sekertaris Jenderal PMI Pusat memukul gong sebagai tanda peluncuran program kesiapsiagaan pandemi
Indonesia merupakan salah satu negara dengan penyakit berpotensi KLB dan Wabah/Epidemi. Sejak tahun 2003 hingga saat ini, WHO mencatat kasus Flu Burung A H5N1 sebanyak 859 kasus konfirmasi dengan 453 kematian yang tersebar di beberapa negara di antaranya adalah Azerbaijan, Bangladeh, China, Djibouti, Indonesia, India, Iraq, Kamboja, Nigeria, Pakistan, Thailand, Turki, Vietnam, Laos PDR, dan Myanmar.
 
Di Indonesia, Kasus Flu Burung atau Avian Influenza (A H5N1) pada manusia mulai menyebar sejak tahun 2005. Jumlah kasus yang dilaporkan dari Juni 2005 s.d. Desember 2016 sebanyak 199 kasus dengan 167 kematian. Kasus tersebar di 15 provinsi dan 58 Kabupaten/Kota. Beberapa kasus di antaranya merupakan kluster, namun hingga saat ini penularan masih terjadi dari unggas ke manusia. Kasus konfirmasi terakhir (sebelum kasus ke-200 di Klungkung Bali) adalah kasus cluster pada Maret 2015 di Kota Tangerang, Banten.
Berdasarkan data Kementerian kesehatan RI, Selama tahun 2017, KLB Difteri terjadi di 170 kabupaten/kota dan di 30 provinsi, dengan jumlah sebanyak 954 kasus, dengan kematian sebanyak 44 kasus. Sedangkan pada tahun 2018 (hingga 9 Januari 2018), terdapat 14 laporan kasus dari 11 kab/kota di 4 propinsi (DKI, Banten, Jabar dan Lampung), dan tidak ada kasus yang meninggal.
 
Palang Merah Indonesia (PMI) bersama dengan US Agency for International Development (USAID) dan Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) melaksanakan Program Kesiapsiagaan Epidemi dan Pandemi atau Community Epidemic and Pandemic Preparedness Program (CP3), yang akan menyasar penerima manfaat yaitu komunitas ditingkat akar rumput. Kerjasama ini merupakan upaya PMI membantu pemerintah dalam program kesiapsiagaan Pandemi, ditandai dengan Peluncuran Program yang akan dilaksanakan di Park Hotel, Jakarta, Rabu (09/05).
 
Menurut Sekretaris Jenderal PMI, dr.Ritola Tasmaya, MPH, upaya PMI dalam membantu pemerintah dalam kesiapsiagaan pandemi ini, didukung oleh staf dan relawan PMI yang terlatih. Selain itu, dengan adanya pengalaman PMI dalam membantu pemerintah saat menghadapi Pandemi Influenza, serta panduan dan perangkat pengendalian KLB bagi relawan PMI menjadi modal utama untuk menjangkau target sasaran yang ingin dicapai. Keterlibatan PMI dalam program kesiapsiagaan Epidemi dan  Pandemi  bukan yang pertama kali.
 
Di tahun 2005, PMI bersama dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian bekerjasama dalam menanggulangi ancaman Avian Influenza (Virus H5N1). Di tahun 2006, PMI telah melatih 20 ribu Relawan komunitas di 33 Provinsi dan 426 Kab/ Kota di seluruh Indonesia, dan menjangkau kurang lebih 4 juta penerima manfaat langsung dan tidak langsung dengan melakukan promosi kesehatan dalam kegiatan Humanitarian Pandemic Preparedness (H2P) yang didukung oleh IFRC, USAID dan Palang Merah Amerika.  Dalam proyek serupa di tahun 2010-2012, Relawan PMI melakukan aksi dengan mengunjungi pasar tradisional dengan berinteraksi langsung dengan pengelola pasar dan penjual unggas serta konsumen sebagai pembeli. Selain itu, PMI juga mengedukasi dengan promosi kesehatan kepada peternak ayam, sampai kepada supir yang mengantarkan unggas hidup dari perternak ke pasar. 
 
“Dalam program kesiapsiagaan kali ini, PMI akan focus memperkuat tiga area kerja yaitu: (1) Kesiapsiagaan masyarakat, (2) Kesiapsiagaan Institusi PMI, serta (3) pelibatan stakeholder kunci dan sector swasta. Pada tahap ini, Program akan difokuskan di lima (4) wilayah yaitu; Jawa Tengah (kabupaten Boyolali), Banten (Kabupaten Pandeglang), Jawa Barat (Kota Bogor), dan Bali (Kabupaten Tabanan). Dengan prioritas penyakit adalah Campak, Difteri, Dengue, Leptosipirosis, Malaria, Rabies, TB dan Flu Burung”ujar Ritola.
 
Sedangkan Jonathan Ross (Health Attaché – USAID)menyampaikan "Pemerintah Amerika melalui USAID, telah bekerja di Indonesia sejak 2006 untuk membangun kapasitas ketahanan kesehatan dan kami sangat senang sekali untuk bermitra kembali dengan Gerakan Palang Merah untuk mencegah, mendeteksi, dan merespon ancaman penyakit menular. Kami yakin bahwa jaringan IFRC dan PMI secara internasional, nasional maupun lokal dapat menyelamatkan jiwa dan mata pencaharian, serta membantu Indonesia meminimalkan risiko dan dampak dari ancaman ini".
 
Menurut Giorgio Ferrario, Head of IFRC Country Cluster Support Team for Indonesia and Timor-Leste and Representative to ASEAN, program kesiapsiagaan pandemi ini merupakan bagian integral dari rencana strategis global IFRC untuk memastikan pendekatan dan pelaksanaan program yang komprehensif di tingkal lokal, guna meningkatkan kesadaran terhadap epidemi seperti rabies dan leptospirosis dan juga potensi pandemi seperti influenza. Program kesiapsiagaan ini mengajak masyarakat untuk mengembangkan strategi pencegahan dan respon berdasarkan kebutuhan wilayah setempat yang nantinya akan berkontribusi pada strategi pemerintah nasional.
 
Indonesia bersama dengan negara lain; Uganda dan Cameroon terpilih menjadi negara pilot untuk tahap pertama. IFRC bekerjasama dengan PMI dan Perhimpunan Nasional lain seperti Palang Merah Amerika, dan mitra lain  untuk membangun kapasitas masyarakat dalam mengidentifikasi potensi risiko epidemi dan pandemi. PMI akan memberikan dukungan tekhnis dan pelatihan langsung ke tingkat komunitas melalui jaringan dan keahlian yang sudah ada. PMI juga bekerjasama dengan aktor nasional dan internasional lintas sektoral termasuk sektor manajemen bencana, kesehatan hewan dan lingkungan.
 
Giorgio menambahkan, “IFRC yakin bahwa melalui komitmen dan kemitraan yang kuat antara pemangku kepentingan, program kesiapsiagaan ini akan memberikan dampak yang signifikan dalam mengurangi dan mencegah risiko epidemi dan pandemi khususnya di tingkat lokal dimana kasus awal bisa terjadi, yang kemudian memberikan dampak positif di tingak nasional dan juga global.”
 
Dalam peluncuran ini juga dihadiri oleh Kementerian dan Lembaga (Kemenko PMK, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian, BNPB dan BNP2TKI), Mitra Gerakan (ICRC, Palang Merah Amerika, Australia dan Jepang), serta Mitra USAID (WHO, FAO, CDC, Indohun, Predict, AIP-EID, P&R, Eijkman)
 
Untuk infomasi lebih lanjut dapat menghubungi: Divisi Kesehatan dan Sosial PMI Pusat, Eka Wulan Cahyasari, Hp 08176462902. Kontak Media Anggun Permana Sidiq, Hp 085697777313

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

back to top

Markas Pusat Palang Merah Indonesia

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 96 Jakarta - Indonesia  Telp. +62 021 7992325 Faks. +62 021 7995188  Email: pmi.or.id,  Laman: www.pmi.or.id

Jumlah Pengunjung

946027