Menu

 

A Member Of 

Biro Humas PMI Pusat

Bencana Mantapkan Hendra Menjadi SIBAT

Gempa 6.4 skala richter mengguncang Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat hari Minggu (29/8). Hendra, warga Desa Belanting, Kecamatan Sambelia Kabupaten Lombok Timur menjadi salah satu warga yang dibuat kaget oleh getaran gempa yang menurutnya cukup besar itu. Lombok Timur menjadi kabupaten yang paling terdampak gempa saat itu. Korban berjatuhan. Banyak rumah hancur juga retak dihantam gempa.

"Saat gempa saya bersama keluarga ada di dalam rumah. Saya sempat kaget, tapi saya sadar saya harus pastikan orangtua dan adik-adik saya aman. Saya bawa mereka menjauh dari bangunan dan bawa mereka semua ke tempat lapang," ujar pemuda berusia 23 tahun ini.

Gempa Hancurkan Segalanya

“Allahuakbar… Allahuakbar… Astagfirullah… Ya Allah….” Seru takbir bersautan dari seluruh warga Lombok pada Minggu (5/8) malam itu. Semua orang panik berhamburan ke jalan, tak tentu arah. Rumah, bangunan, pohon dan kendaraan di jalan berguncang begitu dahsyatnya. Bak bumi sedang murka, mengamuk sangat gaduh hingga meluluh lantahkan yang mendiaminya.

“Ngeri sekali kak. Bruk, bruk, bruk, begitu semua bangunan berbunyi dan runtuh semua. Mana lampu juga mati saat itu. Kami lari saja sesuai perintah bu ustadzah.” Cerita salah seorang gadis yang menjadi saksi bagaimana dahsyatnya gempa berkekuatan 7 skala richter menimpa Lombok Utara itu.

Bantu Korban Gempa, GO-JEK Salurkan Bantuan Cepat Tanggap ke NTB

Lombok Utara, 9 Agustus 2018 – Guna membantu meringankan korban Gempa NTB, GO-JEK penyedia layanan on-demand terbesar di Indonesia menyalurkan bantuan cepat tanggap untuk membantu masa tanggap darurat Gempa Lombok. Bantuan cepat tanggap yang diberikan berupa kebutuhan darurat kepada Palang Merah Indonesia. GO-JEK juga mengirimkan makanan siap saji dan air bersih ke Nusa Tenggara Barat bekerja sama dengan TNI AU dan Kemenkominfo, sebanyak total 15 ton bantuan.

Delly Nugraha – VP Central Region GO-JEK dalam acara pemberian bantuan kepada PMI diKabupaten Lombok Utara hari ini, mengatakan pemberian bantuan ini merupakan bentuk kepedulian GO-JEK terhadap masyarakat provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). “Kami Keluarga besar GO-JEK turut prihatin terhadap bencana gempa yang menimpa masyarakat Nusa Tenggara Barat. Untuk membantu meringankan beban mereka, kami mengirimkan bantuan barang-barang yang sangat diperlukan oleh para korban gempa dalam masa tanggap darurat ini. Kami berharap bantuan kami bisa dimanfaatkan oleh mereka yang terdampak dengan sebaik-baiknya,” ujar Delly.
 
Kepada PMI, GO-JEK menyerahkan 500 barang untuk kebutuhan darurat berupa terpal, matras dan selimut. Tak hanya mengirimkan bantuan, mitra-mitra GO-JEK bersama Palang Merah Indonesia juga bekerja sama untuk mendata kebutuhan warga terdampak dan menyalurkan bantuan logistik seperti obat-obatan, selimut dan matras serta mengantarkan dokter dan relawan ke daerah terdampak. “Sebelum mitra-mitra kami melakukan penyaluran, mereka akan mendapatkan pembekalan dan pelatihan terlebih dahulu dari PMI terkait operasional pendataan dan briefing keselamatan. Ini untuk memastikan mitra-mitra kami bisa mengantarkan dengan selamat sampai tujuan,” kata Delly.
 
Dalam kegiatan yang sama, Sumarsono Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Pusat, mengatakan, “Kami berterima kasih pada GO-JEK yang telah membantu masyarakat terdampak gempa NTB melalui PMI. Bantuan ini menjadi bukti nyata kepedulian GO-JEK dalam membantu sesama. Tidak hanya membantu dalam bentuk logistik bantuan, tapi GO-JEK juga membantu PMI melalui profesi mereka yaitu transportasi bantuan sekaligus mendata kebutuhan warga.”
Selain itu, GO-JEK bersama Kemenkominfo juga telah menyerahkan bantuan makanan siap saji dan air mineral kepada TNI AU di Lanud Halim Perdanakusumah untuk dikirimkan dan didistribusikan ke masyarakat terdampak di NTB, pada Rabu, 8 Agustus kemarin.

Farida Dwi Cahyarini, Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam acara penyerahan di Lanud Halim mengapresiasi langkah GO-JEK yang bergerak cepat. “Terimakasih pada GO-JEK Indonesia yang telah berparitisipasi dalam meringankan beban saudara-saudara kita sebangsa di Lombok yang sedang tertimpa musibah. Semoga bantuan ini sangat bermanfaat, dan bisa dikoordinasikan untuk sampai ke pelosok-pelosok ke daerah yang sedang terisolir,” ujar Farida.
Pada kegiatan yang sama, Kolonel (Pnb) Bambang Gunarto - Komandan Wing I, Wakil Komandan Lanud Halim Perdanakusumah, mengatakan, “Saya mewakili Komandan Lanud Halim Perdanakusumah, penerima sumbangan dari GO-JEK Indonesia dan Kementerian Kominfo, siap membantu menyalurkan sesegera mungkin untuk sampai ke tujuan, sehingga bisa dimanfaatkan oleh saudara-saudara yang sedang terkena dampak.”

Melalui GO-TIX, Pengguna GO-JEK Bisa Berdonasi untuk Korban Gempa NTB Para pengguna GO-JEK yang ingin membantu korban gempa NTB, bisa berdonasi melalui layanan GO-TIX yang ada di aplikasi GO-JEK. Bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional, pengguna GOJEK bisa berdonasi mulai Rp 5.000 hingga Rp 100.000 berlaku kelipatan. Layanan donasi ini dibuka mulai tanggal 8 Agustus hingga 15 Agustus mendatang.

“Dengan adanya layanan donasi online di GO-TIX, kami berharap para pengguna bisa dengan mudah bila ingin menunjukkan kepedulian mereka terhadap masyarakat Lombok. Semua dana yang terkumpul akan disalurkan oleh Baznas untuk membangun kembali Lombok,” tutup Delly.

Pelayanan Kesehatan PMI Jangkau Lombok Utara

Hari ini (8/8/2018) Palang Merah Indonesia (PMI) memberikan pelayanan kesehatan di 4 kecamatan di Lombok Utara, yakni: Kecamatan Pemenang, Kecamatan Santong, Kecamatan Bayan dan Kecamatan Gangga.
Lamiyah (47th) warga Dusun Klongkong, Desa Sambi Bakol, Kecamatan Gangga, Lombok Utara yang mendapatkan pelayanan kesehatan mengatakan bahwa baru kali ini kami mendapatkan pelayanan kesehatan.
"Semenjak gempa terjadi, belum ada orang yang menolong kami. Hanya lewat-lewat saja tanpa menengok ke sini," katanya lirih.
Wanita yang juga berperan sebagai Ibu Kepala Desa ini juga menuturkan bahwa pasca gempa susulan kemarin, banyak warganya yang masih dalam trauma mendalam.
"Salah satu anak saya setelah gempa terjadi, berubah menjadi pendiam. Tak mau berbicara satu patah kata pun. Tapi masih kami coba ajak bicara biar bisa mengurangi traumanya." tuturnya.
Sementara itu, dr. Bhakti, dokter dari RS PMI yang ikut memberikan pelayanan menuturkan banyak sekali warga yang kami tangani mengalami ISPA, diare, luka-luka di kaki, tangan, wajah karena benturan, hingga gatal-gatal.
"Hari ini kami telah mengobati 70 warga desa Sambi Bakol, Dusun Klongkong. Besok kami akan sisir kembali lokasi lain yang masih membutuhkan pelayanan kesehatan," katanya.
 
Untuk informasi lebih lanjut: 
Ridwan Sobri Carman, Kepala Sub Tanggap Darurat, PMI Pusat, 08174802000. 
Hilman, PMI Provinsi NTB, 081803661409
Ahyanto, PMI Lombok Timur, 081917456502
Andreanne Tampubolon (Staf PMI Pusat di Lombok), 0818429954.
Subscribe to this RSS feed

Markas Pusat Palang Merah Indonesia

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 96 Jakarta - Indonesia  Telp. +62 021 7992325 Faks. +62 021 7995188  Email: pmi.or.id,  Laman: www.pmi.or.id

Jumlah Pengunjung

855299