Menu

 

A Member Of 

Biro Humas PMI Pusat

Kampanye Potret untuk Kehidupan

 

kitabisa.co.id bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dalam program "Potret Untuk Kehidupan". Ini adalah sebuah kampanye berlandaskan gotong royong untuk membantu PMI menambah jumlah bus unit bus donor darah yang akan digunakan untuk menambah pasokan darah PMI.

kitabisa.co.id adalah website crowd funding yang menghubungkan pemilik ide/proyek sosial dengan orang-orang yang ingin membantu. Melalui website kitabisa.co.id, pihak kitabisa.co.id mengajak sebanyak-banyaknya orang untuk berkolaborasi menciptakan perubahan.

Meningkatkan Mutu Pelayanan UDD dengan Gugus Kendali Mutu

Dalam rangka meningkatkan mutu yang berkesinambungan (continuous quality improvement) untuk meningkatkan yang berdampak pada peningkatan kinerja dan motivasi untuk mengimplementasikan sistem manajemen mutu, Unit Donor Darah (UDD) PMI Provinsi DKI Jakarta melaksanakan Pelatihan Gugus Kendali Mutu (GKM).

Pelatihan dibuka oleh Wakil Kepala UDD PMI Provinsi DKI Jakarta, dr. Ni Ken Ritchie, M.Biomed di Aula PMI Provinsi DKI Jakarta, Selasa (8/4). Gugus Kendali Mutu adalah kelompok karyawan yang terdiri dari tiga sampai 10 orang dari pekerjaan sejenis, yang secara sukarela mengadakan pertemuan dengan teratur untuk menemukan, menganalisa dan memecahkan masalah dalam bidang tugasnya.

“Dengan adanya pelatihan GKM ini, kita (UDD) dapat melakukan diskusi bersama dan memecahkan masalah bersama untuk meningkatkan pelayanan,” ucap dr. Ni Ken Ritchie, M.Biomed.

Ditambahkannya, “Kita (UDD) sudah memperoleh Sertifikat ISO 9001: 2008 sejak tahun 2009, dan kita mendapatan ISO tersebut berkat bantuan dan partisipasi dari teman-teman sekalian,” kata dr. Ni Ken.

Saat ini pelayanan darah juga terus berkembang dan semakin maju. Pihak UDD PMI juga harus dapat menerima masukan dari unit kerja lain dalam rangka meningkatkan pelayanannya. 

“Oleh karena itu kita harus bisa mengikuti perkembangan kemajuan tersebut,” ujar dr. Ni Ken.

Pelatihan tersebut dilaksanakan bekerjasama dengan Lembaga Pelatihan Prima Andalan Semesta (PASS). Melalui pelatihan GKM, para karyawan diharapkan dapat memahami berbagai pendekatan yang efektif dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi berkenaan dengan uji kompetensi.

Saat pelatihan, para karyawan dibagi menjadi 7 kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari Ketua, Sekretaris dan Anggota. Setiap kelompok melakukan brain storming (curah pendapat) antara lain mengidentifikasi masalah untuk topik yang berkaitan dengan pekerjaan sehari-hari. Setelah itu, peserta mengumpulkan dan menganalisa data dengan stratifikasi. Dilanjutkan dengan membuat rencana kerja gugus dan analisa sebab.

“Saya merasa senang, karena hasil yang dibuat oleh para peserta sangat produktif. Mudah-mudahan ini adalah awal dari peningkatan kinerja UDD,” kata dr. Indah Rosana Levenussa, Fasiliator dari Prima Andalan Semesta.

Pelatihan GKM ini adalah yang kedua kalinya digelar UDD PMI Privinsi DKI Jakarta. Pelatihan sebelumnya dilaksanakan pada 23 Juli 2013. Sasaran pelatihan adalah untuk meningkatkan kemampuan manajerial pada karyawan operasional agar tumbuh kebiasaan berpikir analitis. Setiap karyawan juga diharapkan agar mampu memberikan sumbangan pikiran yang berkaitan dengan pengendalian mutu sehingga tercipta lingkungan kerja dimana karyawan sadar akan mutu, permasalahan dan merasa berkepentingan untuk memperbaikinya.

Kepala UDD PMI Provinsi DKI Jakarta, dr. Salimar Salim, MARS, menjelaskan “Ini adalah usaha kita untuk dapat meningkatkan manajemen mutu. Dan ini adalah suatu hal yang sangat positif untuk meningkatkan kinerja UDD PMI Provinsi DKI Jakarta.

“Kita (UDD PMI Provinsi DKI Jakarta) bertekad untuk selalu berusaha meningkatkan mutu  dalam rangka memberikan kepuasan kepada masyarakat,” tambah dr. Salimar.

Peran dari unsur pimpinan dalam mendorong terbentuknya GKM adalah dengan memberikan bantuan Pendidikan dan Latihan, dan menyediakan Fasilitator. Juga mendorong anggota untuk aktif, tanggap akan hasil pembinaan, memberikan arahan dan bimbingan, dan mengusahakan semua karyawan menjadi anggota GKM.

 

Untuk informasi lebih lanjut: Tutuk Kunmardiningsih, Ketua Komite Kualitas Unit Donor Darah (UDD) PMI Provinsi DKI Jakarta, HP 081212372624. Abdurrahman, Staf Bidang Organisasi & Komunikasi PMI Provinsi DKI Jakarta, HP 08129944499

 

 

 

 

 

 

 

Promosi 10 Langkah Budaya Anti Kekerasan

 

Kekerasan antar individu merupakan bencana di seluruh dunia dan sering terjadi dalam organisasi dan komunitas. Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jawa Tengah melaksanakan Lokalatih 10 (sepuluh) Promosi 10 Langkah Budaya Anti Kekerasan sebagai salah satu tindakan untuk mencegah, mengurangi, memitigasi dan menanggapi tindak kekerasan antar individu-fisik, seksual,  emaosional dan penelantaran.

“Banyak ditemui kasus-kasus kekerasan yang menjadi korban adalah wanita dan anak-anak. Sehingga mendorong PMI untuk melakukan langkah nyata untuk menciptakan budaya anti kekerasan, terutama perlindungan anak,” ujar Ori Andari, Ketua Bidang Kerjasama dan Hubungan Luar Negeri Pengurus PMI Pusat saat membuka acara yang diikuti oleh 70 orang peserta dari 35 kabupaten-kota di Jawa Tengah yang terdiri dari unsur pengurus dan staf PMI se Jawa Tengah di Pusdiklat PMI Jawa Tengah, Semarang.semalam (13/4).

Pelatihan Water Rescue

Secara geografis, Ibukota Jakarta merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang rawan bencana. Bukan hanya bencana karena alam dan manusia, tetapi juga bencana konflik sosial. Untuk mengantisipasi hal ini, upaya kesiapsiagaan bencana dan kegiatan penyiapan tanggap darurat bencana hanya akan efektif apabila pemberdayaannya menjangkau masyarakat di lebel paling rentan, karena mereka adalah pihak yang secara langsung paling menderita akibat dampak bencana yang terjadi.

Untuk itulah, PMI Provinsi DKI Jakarta dengan dukungan PMI Pusat dan Palang Merah Amerika melangsungkan Pelatihan Satgana (Satuan Siaga Penanggulangan Bencana) bagi relawan PMI se Jakarta sebagai bagian dari Program Pengurangan Risko Bencana - Adaptasi Perubahan Iklim (PRB-API) Perkotaan. Pelatihan digelar mulai tanggal 21 hingga 26 Maret 2014, dilanjutkan dengan Workshop Water Rescue pada 27 – 28 Maret 2014 di Bogor, Jawa Barat. Para relawan melakukan praktek Water Rescue di Danau CibuburJakarta Timur dipandu oleh Instruktur dari PMI Kota Jakarta Utara dan BASARNAS.

Pelatihan dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan ketrampilan relawan tentang upaya-upaya kesiapsiagaan bencana dan tanggap darurat bencana. Juga untuk meningkatkan kapasitas PMI dalam memobilisasi dan memberdayakan kapasitas masyarakat di bidang kesiapsiagaan bencana dan tanggap darurat bencana.   

“Kita berharap relawan siap dimobilisasi kapanpun saat terjadi bencana dan semakin aktif membantu masyarakat rentan yang terkena dampak bencana. Selain semakin tanggap, mereka juga harus dapat memiliki kemampuan manajerial dan administrasi dalam pengelolaan bencana. Serta mampu mengorganisir kegiatan masyarakat yang terkait dengan kegiatan pengurangan risiko bencana perkotaan,” jelas Wakil Ketua Pengurus Provinsi PMI DKI Jakarta Bidang Penanggulangan Bencana Komaruddin Hasjim.  

Workshop Water Rescue sangat berguna untuk petugas SATGANA untuk menunjang program kegiatan yang dilaksanakan pada saat bencana melanda kota Jakarta.

“Workshop Water Rescue ini diadakan untuk mengetahui sampai sejauh mana pengetahuan serta ketrampilan petugas SATGANA dalam penanggulangan bencana, terutama masalah banjir,” ucap Sarjono, Instruktur Water Rescue PMI Kota Jakarta Utara.

Selain itu, tambah Sarjono, petugas SATGANA harus beradaptasi dalam penanggulangan masalah banjir. “Pelatihan Water Rescue ini sangat bermanfaat untuk petugas SATGANA, karena sampai saat ini masih ada petugas yang belum paham dan mengerti dalam menggunakan peralatan serta perawatannya,” terang Sarjono.

Salah satu peserta pelatihan adalah Cintia Anggraini, Relawan PMI Kota Jakarta Barat yang merupakan satu-satunya peserta perempuan yang mengikuti pelatihan tersebut.

“Pelatihan SATGANA perlu diadakan lagi untuk angkatan selanjutnya, karena bisa meningkatkan kapasitas untuk para Relawan,” tutur Cintia Anggraini.

“Workshop itu sendiri juga bisa meningkatkan kapasitas teman-teman KSR (Korps Sukarela/Relawan) yang belum bisa berenang, dan belum tahu tentang rescue itu sendiri,” tambah Cintia.

 

Untuk informasi lebih lanjuti:Rusli Sahid, Koordinator Lapangan Program PRB-API Perkotaan PMI Provinsi DKI Jakarta, HP 081219384872. Abdurrahman, Staf Bidang Organisasi & Komunikasi PMI Provinsi DKI Jakarta, HP 08129944499

 

 

 

 

 

 

 

Subscribe to this RSS feed

Markas Pusat Palang Merah Indonesia

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 96 Jakarta - Indonesia  Telp. +62 021 7992325 Faks. +62 021 7995188  Email: pmi.or.id,  Laman: www.pmi.or.id

Jumlah Pengunjung

176577