Menu

 

A Member Of 

Biro Humas PMI Pusat

Lezatnya Kue, Serunya Berkumpul

Wangi lezat tercium di tengah kerumunan warga perempuan yang tengah berkumpul di rumah kepala desa Belanting, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur. Minggu siang itu (14/10), sejumlah perempuan yang menamakan diri mereka Kelompok Kampung Kabe di Dusun Pedamekan tengah sibuk membuat adonan kue yang berbahan dasar tepung terigu. Sebagian ada yang membantu mencampur adonan dengan potongan buah pisang dan singkong sebagai bahan baku utama. 
 
“Pisang, singkong, dan tepung terigu ini hasil dari kebun kami,” kata Nursehan (45 tahun), ibu kepala desa.
 
Tidak kurang dari 20 warga perempuan itu duduk ngampar diatas terpal dengan dipayungi pohon. Mereka ditemani para relawan Palang Merah Indonesia (PMI) yang menuntun mereka membuat kue, lengkap dengan perangkat pembuat kue, seperti kompor, baskom, hingga wajan pemanggang kue.

Berlindung Dibalik Kelambu

Hari menjelang sore saat Marwan (55 tahun) menerima Agil Bagus, relawan Palang Merah Indonesia (PMI) di kediamannya di Dusun Batu Kemalik, Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Saat ditemui, pria dengan dua anak ini tengah berbicara dengan sang isteri, Rakhmah di depan rumahnya yang belum tergantikan karena hancur dilanda gempa Juli 2018 lalu.
 
Marwan tampak sehat setelah dua minggu lalu menderita penyakit malaria.
 
“Saya merasa enakan. Sehat rasanya,” katanya kepada Agil yang pada hari itu, Sabtu (13/10) kedapatan bertugas menemui sejumlah warga di Desa Bukit Tinggi. Sebelumnya Marwan harus berbaring sakit di rumahnya akibat gigitan nyamuk anopheles betina.  
“Malaria bikin saya tidak bisa beraktivitas. Waktu itu rasanya badan saya nyeri, menggigil, saya kedinginan, dan susah makan,” ingat pria yang bertahan hidup dengan membuat gula aren.

Ingin Kembali Sekolah, Bocah Ini Surati Relawan PMI

Sudah sepekan lebih pasca bencana Gempa tsunami yang telah menerjang ke daratan indonesia di Sulawesi Tengah.Menyisakan cerita yanng mendalam khsusnya bagi warga yang terdampak.
 
Hampir semangat semua orang pun berkurang, pekerjaan terhenti dan aktifitas pendidikan formal pun seketika menghilang. Hanya ada tumpukan sisa-sisa reruntuhan, dan kuburan masal.

PT KAI Donasikan Rp 32 Juta Melalui PMI Jateng

Sebagai aksi nyata dalam menunjukan kepedulian dampak bencana gempa di Donggala dan Palu, jajaran pegawai PT KAI Daop 4 Semarang secara sukarela dan mandiri, melaksanakan kegiatan pengumpulan dana berupa uang dan barang - barang bekas layak pakai. Aksi sosial penggalangan dana dilakukan di Stasiun Semarang Poncol dan Semarang Tawang dengan orasi ajakan peduli korban gempa, pembacaan puisi, dan kegiatan mewarnai gambar oleh anak-anak TK YWKA II Tawang Sari.
 
Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang Suprapto, menjelaskan dengan aksi ini bisa mengugah kepedulian dari masyarakat terutama para penumpang kereta api di Stasiun Semarang Tawang yang setiap harinya berjumlah berkisar 5.000 s/d 7.000 penumpang, dan di Semarang Poncol yang jumlahnya berkisar 6.000 s/d 8.000 penumpang per harinya. “Pada kesempatan ini, terkumpul uang sebesar Rp 32.580.000 bagi korban gempa di Palu dan Donggala,” jelasnya di Stasiun Semarang Tawang, Kamis (11/10). 
Subscribe to this RSS feed

Markas Pusat Palang Merah Indonesia

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 96 Jakarta - Indonesia  Telp. +62 021 7992325 Faks. +62 021 7995188  Email: pmi.or.id,  Laman: www.pmi.or.id

Jumlah Pengunjung

102144